<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739</id><updated>2012-01-19T22:09:54.922-08:00</updated><title type='text'>Belajar, Ajarkan dan Amalkan</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>39</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-235979189255241477</id><published>2009-12-13T22:05:00.000-08:00</published><updated>2009-12-13T22:14:37.524-08:00</updated><title type='text'>People Power Generasi Koin</title><content type='html'>Negeri ini memang penuh dengan ironi. Disaat “malaikat-malaikat” di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui pansus Century mencoba mencari kebenaran, disaat itu pulalah masyarakatnya melalui gerakan koin untuk Prita Mulyasari mencoba mencari keadilan di dalam sebuah tumpukan jerami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis ada hal yang sangat menarik sekali dari gerakan koin untuk Prita terutama ketika penulis bersama dengan teman-teman yang tergabung di dalam Dewan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bandar Lampung memanfaatkan momentum wisuda pada kamis (10/12) kemarin untuk menggugah wisudawan-wisudawati untuk ikut mengumpulkan koin-koin peduli Prita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu seorang anak kecil, dengan didampingi kedua orang tuanya membuka tas dan memberikan recehan-recehan uang tabungannya yang sudah dibungkus dengan plastik putih. Kepada penulis ia berujar, “Ini Om untuk Tante Prita”, dengan tersenyum dan bangga penulis menerima tabungannya tersebut sembari mengucapkan terima kasih kepada anak kecil tersebut. Terbesit dipikiran penulis, ini lah yang harus tertanam dari generasi-generasi bangsa ini yakni mengenai kepedulian terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepedulian untuk bahu membahu membantu Prita Mulyasari yang terkena gugatan oleh Rumah Sakit Omni Internasional sebesar Rp 204 Juta memanglah sangat tampak sekali. Pengumpulan koin ternyata terjadi secara besar-besaran dan meluas ke berbagai daerah. Baik dari anak-anak usia dini sampai pada orang tua. Mulai dari ibu kota sampai keberbagai pelosok dan pinggiran kota. Bahkan ketika RS Omni dengan tegas mencabut gugatannya, generasi-generasi koin tersebut pun tetap saja berdatangan silih berganti ke setiap pos-pos koin peduli Prita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Bandar Lampung saja misalnya, berdasarkan pengamatan penulis pribadi ketika bertandan ke posko peduli Prita yang terletak di depan pasar Koga ini, setidaknya sekitar delapan  jutaan uang koin berhasil terkumpul sampai hari Jum’at sore. Hal ini tentunya menunjukkan animo kepedulian yang sangat tinggi dari masyarakat kita yang bertujuan tak lain dilakukan sebagai bentuk empati generasi koin untuk meringankan beban dari Prita Mulyasari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi koin, terutama bagi anak usia dini dalam koin untuk Prita setidaknya telah mengajarkan kepada mereka semua sebuah sisi positif untuk terlibat di dalam interaksi sosial di dalam masyarakat. Rasa empati itu telah hadir dari generasi kita sejak usia dini, dan seharusnya kita wajib merasa bangga atas kepedulian tinggi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun di balik kebanggaan itu, kini terlahir juga rasa keprihatinan yang sangat mendalam terutama ketika kita berbicara mengenai keadilan di negeri ini. Keadilan di negeri ini tak ubah seperti suatu zaman modern yang merupakan bagian dari hermeneutics of suspicion yaitu zaman marxizme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika palu diketukkan oleh Hakim, terasa benar apa yang diingatkan pada zaman tersebut bahwa keadilan dan kebenaran selamanya adalah keadilan dan kebenaran dari yang berkuasa. Dengan kata lain, di dalam rumusan dan penentu kebijakan selalu ada perebutan hegemoni dan pertarungan kekuasaan antara si kaya dengan si miskin, si besar dengan si kecil dan si lemah dengan si kuat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentunya mengingatkan kita semua pada 79 tahun silam lamanya. Ketika itu bung Karno memulai pledoinya dengan sebuah statemen yang sangat menarik sekali. Sebuah statemen yang menunjukkan, betapa palsunya klaim pemerintah kolonial bahwa kebenaran dan keadilan yang hendak ditegakkannya dalam tubuh hukum adalah kebenaran dan keadilan yang universal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno menyatakan apa yang salah di dalam hukum yang digunakan hari itu dengan pernyataan, “Tuan-tuan hakim, kami disini di dakwa bersalah menjalankan hal-hal, yang sangat sekali memberi kesempatan lebar pada pendapat subyektif……………” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jaksa ketika itu menyatakan bung Karno bersalah berdasarkan pasal “pemberontakan” namun menurut bung Karno pribadi pasal itu seperti haatzaai artikelen atau pencegahan penyebaran rasa benci. Dimana pasal itu mengandung kata-kata yang bisa di tafsirkan seenaknya oleh yang membacanya, terutama para jaksa dan para kolonial (Catatan pinggir Tempo)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itu lah sesungguhnya kasus yang menimpa Prita Mulyasari saat ini. Setidaknya ia harus menghadapi dua tuntutan sekaligus. Pertama, Prita di vonis oleh Hakim untuk membayar ganti rugi terhadap Rumah Sakit Omni Internasional Alam Sutra yang saat ini gugatan yang pertama kini telah dicabut. Sedangkan yang kedua, ia masih harus menghadapi perkara pidana terkait dengan pencemaran nama baik terhadap rumah sakit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua tuntutan ini menurut kandidat doktor hukum kesehatan dari Universitas Gajah Mada M. Fakih, di dalam opininya membangun komunikasi dokter dan pasien yang diterbitkan di harian ini, Sabtu (12/12) tidaklah seharusnya dialami Prita jika pihak Omni dalam hal ini telah memberikan pelayanan bermutu sebagaimana undang-undang kesehatan No 36/2009 yakni mengenai ketetapan bahwa setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu dan terjangkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga, hal ini tidak akan terjadi jika Omni mengikuti pola hubungan patient-center care atau partnership yang pada dasarnya merupakan pola perawatan kesehatan yang pada pemenuhan kebutuhan dan keinginan pasien. Dimana pasien mempunyai suatu otonomi penuh atas dirinya. Pasien sangat menentukan keputusan-keputusan medis yang akan diterima. Pasien bebas untuk menerima atau menolak tindakan medis yang ditawarkan oleh Dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kini semua telah terjadi, walaupun secara perdata gugatan tersebut telah dicabut namun kini setidaknya Prita harus berhadapan dengan pencemaran nama baik yang diadopsi dari pasal-pasal karet dan aturan yang menurut bung Karno ketika ia ditetapkan bersalah dan dihukum empat tahun penjara dan di kurung di Sukamiskin ini merupakan  pasal atau aturan karet yang keliwatan kekaretannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya aturan tersebut dapat direntangkan dan dikerutkan sesuai dengan kepentingan sepihak atau apa yang di katakan Soekarno sebagai subyektif. Dari itu semua dapat tersimpulkan bahwa keadilan dan kebenaran yang bersifat universal seharusnya bagi semua orang, kini telah direduksi menjadi pasal-pasal. Dengan kata lain, yang universal, yang tak terhingga telah dikuasai oleh bahasa, system simbolik yang mau mendikte karena berkuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah Presiden pertama kita mengingatkan kita semua mengenai retorika yang di kenal sebagai Indonesia Menggugat. Bahwa menurut bung Karno diberi hak-hak atau tidak diberi hak ; diberi pegangan atau tidak diberi pegangan ; diberi penguat atau tidak di berikan penguat-tiap-tiap machluk, tiap-tiap ummat, tiap-tiap bangsa tidak boleh tidak, pasti achrirnja berbangkit, pasti achirnja bangun, pasti achirnja menggerakkan tenaganja, kalau ia sudah terlalu sekali merasakan tjelakanja diri teraniaja oleh suatu daja angkara murka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini tiap-tiap ummat dan tiap-tiap mahluk seperti apa yang dikatakan oleh Bung Karno melalui koin peduli untuk Prita Mulyasari telah bangkit dan bangun untuk mencari sebuah cahaya terang yang bernama keadilan. Hal itu dilakukan karena keadilan di negeri ini kini mungkin sama persis seperti digambarkan di dalam novel Kafka, Der Proseb yakni ialah  mengenai keadilan yang mempunyai sayap pada tumit kakinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimana keadilan bisa terbang dari satu tempat yang tak terbatas, terutama ketika hukum telah merasa menjadi hukum yang begitu angkuh seperti sekarang ini, hari ini dan yang terjadi di negeri penuh dengan ironi ini, Indonesia ku. Wallahu’alam Bishawabi &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-235979189255241477?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/235979189255241477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/12/people-power-generasi-koin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/235979189255241477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/235979189255241477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/12/people-power-generasi-koin.html' title='People Power Generasi Koin'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-9120229591685117878</id><published>2009-12-11T00:36:00.000-08:00</published><updated>2009-12-11T00:36:17.418-08:00</updated><title type='text'>Berkaca Pada Perdana Menteri China</title><content type='html'>Setelah diperdengarkan drama besar di Mahkamah Konstitusi (MK) pada tanggal 13/11 yang menyingkap upaya suap yang diikuti upaya pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hampir tak tersisa harapan akan adanya lembaga Negara yang akan bebas dari korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meminjam istilah penyanyi legendaris, Iwan Fals bahwa korupsi saat ini berkembang biak sampai kelurahan adalah benar adanya. Terutama di negeri ini, hampir tidak ada satupun institusi Negara yang tidak terkontaminasi oleh penyakit korupsi. Ibarat penyakit, korupsi sudah memasuki stadium empat atau dalam masa kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataanya memanglah seperti apa adanya, pusaran badai korupsi memang terjadi di  berbagi lembaga di negeri ini. Dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Kejaksaan, Kepolisian, bahkan orang-orang yang berkutat dengan urusan keagamaan pun (baca, Departemen Agama) tak lepas dari yang namanya korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang itu hanyalah oknum, namun itu dahulu dan kini korupsi sudah dilakukan secara berjamaah. Ibaratnya jika dahulu korupsi dilakukan di bawah meja maka sekarang korupsi dilakukan dengan terang-terangan di atas meja, bahkan mejanya pun ikut dikorupsi. Prilaku yang sangat parah tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, apakah yang menyebabkan maraknya prilaku korupsi di negeri ini? Dalam suatu jajak pendapat yang dilakukan oleh salah satu media nasional menyimpulkan bahwa lebih dari separuh responden, dari 881 responden yang di survey mengatakan bahwa salah satu maraknya prilaku korupsi di negeri ini tak lain disebabkan oleh hukuman yang terlalu ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi penulis, terlepas dari keterlibatan langsung maupun tidak langsung para penegak hukum atau yang lainnya dalam menjatuhkan vonis akibat putaran korupsi memang penulis nilai hukumuannya terlalu ringan. Contoh kecil, ialah vonis yang dijatuhkan kepada ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah periode 1999-2004, Mardijo, hanya dihukum setahun penjara dengan masa percobaan dua tahun. Padahal ia terbukti mencuri uang anggaran belanja daerah sebesar 14,8 milliar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaanya, hukuman apakah yang pantas sehingga memimbulkan efek jera bagi para koruptor? Pertanyaannya mungkin akan kita jawab jika kita berkaca pada China.&lt;br /&gt;Belajar menghukum para koruptor bagi bangsa ini haruslah sering berkaca pada Negara-negara yang tidak pernah menempatkan koruptor di negaranya. Salah satu Negara tersebut adalah China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;China terutama ketika perdana menteri Zhu Rongji berkuasa sangatlah keras bagi koruptor. Ketika ia di lantik tahun 1998, ia mengatakan bahwa berikan saya 100 peti mati, 99 akan saya kirimkan untuk para koruptor. Satu buat saya sendiri jika saya pun melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan Zhu tidaklah sekedar pepesan kosong belaka, namun sedikit-sedikit ia mulai menempati janjinya. Setidaknya partai komunis China, pejabat tingginya yang bernama Cheng Kejie dihukum mati karena terlibat suap 5 juta dolar. Tanpa ampun, permohonan bandingnya pun ditolak pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Zhu juga pernah mengirimkan peti mati bagi koleganya sendiri, Hu Chang Ging. Ia adalah wakil Gubernur Provinsi Jiang Xi. Ia dijatuhi hukuman mati dengan cara ditembak setelah terbukti menerima suap berupa mobil dan permata senilai 5 milliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, deputi general manager cabang bank konstruksi China yang merupakan salah satu bak milik Negara di Provinsi Sichuan, dihukum mati karena korupsi.  Lelaki 37 tahun itu terbukti merugikan bank sebesar 4 juta yuan atau sekitar Rp 3,9 milliar sejak tahun 1998 sampai 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hu Chang Ging, Xiao Hongbo dan Cheng Kejie adalah tiga orang diantara lebih dari empat ribu orang yang dihukum mati sejak tahun 2001 karena terbukti melakukan kejahatan, termasuk korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang di lakukan Zhu sempat mendapat tentangan dari Amnesti Internasional (AI) yang mengutuk cara perdana menteri ini dalam memberantas korupsi namun menurutnya inilah cara dirinya untuk menyelamatkan Negara dari kehancuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan peti mati yang telah terisi, tidak hanya bagi para koruptor tetapi juga untuk para pengusaha bahkan wartawan. Ketegasan Zhu di dalam penetapan hukuman  tidak hanya bagi koruptor tetapi juga pelanggaran-pelanggaran lainnya. Setidaknya selama empat bulan di tahun 2003, sebanyak 33.761 polisi di Negara tersebut di pecat karena berjudi, mabuk-mabukan dan menerima suap. Mampukah negeri ini menerapkan seperti apa yang di terapkan oleh perdana menteri Zhu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Zhu ia hanya berprinsip untuk membunuh seekor ayam untuk menakuti seribu ekor kera. Dan prinsip tersebut kini telah terbukti, sejak ayam-ayam dibunuh. Kera-kera di Negara tersebut mengalami ketakutan yang sangat. Akibatnya mereka enggan untuk melakukan korupsi. Dan kini dampak logis dari semua itu adalah pertumbuhan ekonomi China yang semakin tahun semakin meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perekonomian China kini tumbuh 7,9 persen selama kuartal kedua 2009 dan ini merupakan sesuatu yang mengagumkan bagi kekuatan utama Asia.&lt;br /&gt;Bisakah negeri kita mencapai perekonomian seperti China? Bagi penulis semua akan mampu jika kita tidak selalu menjadikan dan membiasakan prilaku korupsi menjadi teman bagi diri kita sendiri.Semoga***i &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-9120229591685117878?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/9120229591685117878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/12/berkaca-pada-perdana-menteri-china.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/9120229591685117878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/9120229591685117878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/12/berkaca-pada-perdana-menteri-china.html' title='Berkaca Pada Perdana Menteri China'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-6909405180162344170</id><published>2009-12-10T00:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-10T00:42:34.186-08:00</updated><title type='text'>Fokus Pemberantasan Korupsi</title><content type='html'>Tepat 9 Desember, secara global, dunia memperingati hari anti korupsi Internasional. Di tahun ini agaknya hari tersebut jauh lebih booming dari tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, beberapa hari sebelum hari itu tiba, orang nomor satu di negeri ini menjadi cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan itu setidaknya disampaikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di hadapan kader Partai Demokrat di sela-sela rapat pimpinan nasional di Jakarta, Convention Center (JCC), Senin, (6/12). SBY menyebutkan bahwa akan ada gerakan politik pada 9 desember yang  tidak hanya bermaksud menggoyang pemerintahannya, tetapi juga ingin menurunkan dirinya dari kursi presiden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan serupa itu pun pernah diungkapkan SBY ketika memberikan pidato pengantar pada rapat kabinet paripurna, Jum’at (4/12). Yudhoyono mengungkapkan akan ada gerakan sosial politik yang memiliki motif politik tersendiri ketika perayaan hari anti korupsi nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan yang disampaikan Yudhoyono itu adalah berdasarkan perenungan dan olah pikir dirinya sendiri . Menurut peneliti senior LIPI Syamsudin Haris, pernyataan itu merupakan sikap dari ketidakpercayaan presiden. Sikap itu menurutnya sangatlah berlebihan, tidak produktif, dan tidak percaya diri dengan keterpilihannya yang absolute di dalam pemilu lalu (Radar Lampung, 7/12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situasi yang kian memanas tersebut jika kita telusuri akar rumputnya tentunya tidaklah terlepas dari dana Bank Century yang diduga mengalir ke sejumlah partai, salah satunya ialah diindikasi mengalir ke partai berlambang mercy itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kecemasan orang nomor satu di negeri ini tersebut nanti akanlah  terjawab sudah. Dari kaca mata penulis, masyarakat yang melakukan berbagai aksi yang tergabung di dalam berbagai elemen anti korupsi yang turun kejalanan hari ini  nantinya hanyalah sebagai bentuk dukungan moril kepada penegak hukum atau pihak yang berwenang untuk melanjutkan pemberantasan korupsi di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi memang tak hanya di Indonesia yang telah menggerogoti setiap sendi kehidupan berbangsa dan bernegara melainkan juga di berbagai belahan Negara lain. Untuk itulah setiap 9 Desember dirayakan sebagai momentum untuk memperingati perlawanan terhadap korupsi di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi sesungguhnya memanglah selalu menjadi tujuan perjuangan aparat penegak hukum dan elemen perjuangan. Begitu banyak upaya dikerahkan untuk melawan korupsi sampai-sampai seluruh Negara diberikan rangking korupsinya. Hal ini bertujuan tak lain demi mengubah dan memberikan sanksi sosial di antara bangsa-bangsa tentunya.&lt;br /&gt;Pertanyaannya bagaimana dengan Indonesia? Untuk Negara kita korupsi merupakan salah satu isu hangat yang selalu diperbincangkan sepanjang waktu. Baik itu dari orang-orang kota maupun masyarakat awam yang ada di pedesaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hal ini terjadi tak lebih dari banyaknya kasus-kasus korupsi yang sering terjadi, terlebih lagi ketika perseteruan cicak versus buaya yang beberapa minggu lalu yang menjadi sorotan media bak terorisme yang menghangat sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu wajar saja ketika masa-masa kampanye, korupsi merupakan salah satu alat yang digunakan oleh para calon untuk memikat hati pemilih dengan jargon katakan tidak pada korupsi atau yang lainnya. Tentunya hal itu dilakukan mereka agar berupaya untuk menyakinkan hati publik bahwa partai politik mereka adalah partai yang mempunyai komitmen untuk memberantas korupsi sehingga kesejahteraan pun bagi masyarakat kita segera menghampiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi memang selalu dianggap berhubungan dengan kesejahteraan dari sebuah bangsa. Negara bersih, Negara bebas korupsi dan Negara semakin sejahtera. Dimana-mana selalu ada justisfikasi seperti itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Negara kita memang belum banyak berubah. Dalam berbagai survey akan indeks korupsi di Negara kita, memanglah belum ada perubahan drastis. Tempat duduk kita selalu belum beranjak dari posisi nomor urut “bontot” dalam perlawanan terhadap korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2007 misalnya, indeks persepsi korupsi (IPK) kita berada pada urutan ke 143 dari 180 negara yang disurvei. Di tahun 2008 kita “naik kelas” menduduki tempat 126 tetapi tidak lebih baik dari Nigeria atau juga Vietnam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ditahun ini dalam survey yang dilakukan oleh Transparency International dengan rentang indeks dari 0 (terkorup) hingga 10 (terbersih), Negeri ini mendapatkan nilai 2,8 naik dari sebelumnya 2,6. Dan nilai ini menempatkan Indonesia pada peringkat ke 111 dari 180 negara yang disurvei.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringkat yang didapatkan ini ternyata dianggap terbersih selama kurun waktu 14 tahun. Sedangkan di dalam lingkup yang lebih kecil, yakni sepuluh Negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Indonesia naik peringkat menjadi kelima di bawah Singapura (9,2), Brunei Darussalam (5,5), Malaysia ( 4,5) dan Thailand dengan skor 3,4. Prestasi yang “baik” setelah setahun sebelumnya negeri ini berada pada posisi buncit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indeks persepsi korupsi yang respondennya di dapatkan dari pelaku bisnis itu menumbuhkan sebuah harapan tersendiri tentunya. Kesempatan dan peluang untuk berinvestasi di Indonesia dinilai akan semakin kondusif dan menarik bagi para pemilik modal untuk dapat berinvestasi di negeri ini. Pertanyaannya kini, mampukah kita mempertahankan atau bahkan memperbaiki kondisi yang sudah semakin membaik ini? Kita semua berharap tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi memanglah sebuah kenyataan yang harus kita hadapi di dasawarsa ini. Perang terhadap korupsi semestinya bukanlah hanya tugas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau lembaga lainnya. Hal ini merupakan tugas utama atau tanggung jawab kita bersama untuk memberantas korupsi. Karena bagaimana pun juga, tidak ada salah satu agama manapun yang menurut hemat penulis yang membenarkan akan praktik korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi di Negara ini memang sudah dipercaya telah ada sejak Negara ini merdeka. Kasus korupsi PN Triangle Corporation yang mengakibatkan kerugian Negara sebesar 6 miliar pada tahun 1960 adalah salah satu contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu, kapten Iskandar yang menjabat sebagai Manager PN Triangle Corporation didakwa menyalahgunakan kedudukan dan jabatanya serta melakukan pelanggaran terhadap perintah penguasa perang daerah Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapten Iskandar sewaktu itu dituntut hukuman mati dalam sidang pengadilan tentara daerah militer VI siliwangi karena terbukti menjual kopra dan minyak kelapa dengan harga yang telah ditetapkan (Kompas, 25/09/1965)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parahnya prilaku korupsi itu terus berlanjut sampai sekarang. Didalam catatan litbang kompas, selama 2005 hingga 2009 saja terjadi kasus korupsi di 21 lembaga, mulai dari lembaga Negara seperti penegak hukum, Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Departemen, Birokrasi, Pemerintah Daerah, Partai Poltik, hingga anggota parlemen.&lt;br /&gt;Sedangkan data dari Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan, dari tahun 2004 hingga 2008 saja ada 211 kasus korupsi yang diselidiki, 107 perkara penyidikan, 75 perkara penuntutan, 59 perkara telah berkekuatan hukum tetap, dan 53 perkara telah dieksekusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyelewengan ini terjadi tidak hanyalah terjadi di kalangan elit kekuasaan tetapi juga telah merembet ke akar rumput dari birokrasi kita. Hingga kini, nama-nama seperti Nur Amin Nasution, Bulyan Royan, Achmad Natukusumah yang diduga terlibat kasus korupsi dan suap dana pinjaman daerah Rp 200 miliar di Bank Jabar pada tahun 2006, ketika menjabat Bupati Pandeglang, Banten, dan lain-lain adalah contoh segelintir pejabat kita yang mendekam di jeruji besi akibat kasus korupsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah melalui peringatan hari anti korupsi ini sebenarnya merupakan momen penting refleksi bagi kita bersama untuk memfokuskan diri dan mengatakan bahwa musuh bersama kita ada korupsi.***i &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-6909405180162344170?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/6909405180162344170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/12/tepat-9-desember-secara-global-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6909405180162344170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6909405180162344170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/12/tepat-9-desember-secara-global-dunia.html' title='Fokus Pemberantasan Korupsi'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-1022403382358979365</id><published>2009-12-03T04:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-03T04:08:29.350-08:00</updated><title type='text'>Selamatkan Bumi Kita</title><content type='html'>Membaca tulisan dari P. Nasoetion, Dosen Teknik Lingkungan Universitas Malahayati Lampung yang berjudul Green Campus Vs Pemanasan Global yang di muat di harian radar lampung (2/12) perlu lah kita respon semaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya bagi penulis pribadi, opini tersebut bisa kita simpulkan menjadi beberapa poin penting yang harus kita perhatikan. Pertama adalah program eco-campus (Green Campus) adalah program yang bersifat sukarela yang harus muncul dan terbangun kesadarannya serta kepeduliannya dari warga kampus untuk peduli terhadap lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya kampus adalah tempat berkumpul para intelektual dan tempat dilahirkannya para intelektual muda yang notabene mereka adalah generasi penerus bangsa yang tentunya nanti di harapkan dapat menjadi contoh bagi institusi lain dalam pengelolaan lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan kampus secara efektif seperti pemanfaatan kertas, alat tulis menulis, pengelolaan sampah dan lainnya dalam kegiatan tersebut haruslah dapat diukur secara kualitatif sehingga bisa dilakukan evaluasinya nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terakhir point penting yang dapat penulis tangkap di tulisan tersebut adalah bahwa kampus merupakan salah satu pilar yang harus bertanggung jawab dalam hal mengurangi pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menarik sekali. Mudah-mudahan kini setiap Universitas yang ada di Provinsi Lampung dapat segera ikut serta dalam program eco-campus atau green campus dalam upaya pengurangan pemanasan global. Bahkan mungkin tidak hanya kampus melainkan juga sekolah-sekolah dengan tema green school atau pun instansi-instansi pemerintah dan swasta dapat  ikut melaksanakan program ini dalam upaya penyelamatan dunia dari pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui isu pemanasan global kini telah menjadi sorotan dunia. Film yang menggambarkan kehancuran dunia, 2012 setidaknya adalah gambaran visualisasi sederhana bagaimana ketika pemanasan global tidak segera kita tanggapi maka dunia akan luluh lantah seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut prediksi dari Invergovermental Panel On Climate Change (IPCC) secara ilmiah diprediksikan usia bumi tinggal seratus tahun lagi terhitung sejak terjadinya pemanasan akibat ulah tangan manusia sendiri para kurun waktu 1990-2000.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IPCC memprediksikan perhitungan itu berdasarkan pada prediksi pemakaian emisi gas dan dampak rumah kaca.  Kalau panas bumi mencapai kenaikan sebesar empat derajat celcius, maka system bumi akan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah IPCC pun meminta Negara-negara maju untuk menurunkan gas rumah kaca pada tahun 2015, sedangkan untuk Negara berkembang diminta melakukan hal yang serupa pada 2025. Hal ini dimaksud untuk mengurangi pemanasan global dalam kisaran dua derajat celcius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas bagaimana isu pemanasan global di tanggapi oleh negara kita? Setidaknya kini masyarakat Asia terutama di Indonesia telah merasakan dampak dari perubahan iklim tersebut. Debit air yang sepanjang tahun berkurang, memburuknya kondisi kesehatan, kepunahan hewan dan tumbuhan adalah dampak perubahan iklim yang semakin hari semakin kita rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita patut bersukur dalam pemaparan prioritas pada program 100 hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kantor presiden awal November lalu menanggapi isu pemanasan global ini menjadi salah satu prioritasnya. Indonesia kini memiliki posisi yang jelas dalam ikut serta mengelola perubahan iklim global karena kini Negara kita telah mempunyai posisi yang jelas, timeline yang jelas dan juga parnertship dalam mewujudkan prioritas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satunya menurut presiden adalah dengan pengelolaan hutan yang menjadi perhatian utamanya. Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah menjadi salah satu paru-paru dunia karena negeri kita memiliki hutan tropis terbesar ketiga dunia.&lt;br /&gt;Sejak ratusan tahun silam hutan kita telah menjadi sumber kehidupan bagi bangsa ini. Berawal dari pemanfaatan aneka hasil hutan yang ada kemudian berkembang ke pendekatan industry untuk mampu menjaring devisa yang besar melalui komoditas kayu pada pertengahan tahun 60an, 80an hingga tahun 2000an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayangnya pemanfaatan hutan itu tidaklah diikuti oleh peremajaan hutan itu kembali. Akibatnya kini kita bisa melihat dan merasakan konsekuensi logis atau dampak dari tidak adanya peremajaan hutan itu kembali. Selain itu, berubahnya fungsi kawasan hutan menjadi lahan pertanian atau tempat tinggal, serta pembangunan infrasruktur dan industry di kawasan juga dikhawatirkan akan mempengaruhi daerah aliran sungai di lahan tersebut sehingga tata air menjadi tidak seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah sebuah pidato dari seorang anak yang bernama Severn Suzuki yang ketika pada usia 9 tahun ia mendirikan Enviromental Children’s Organization (ECO). ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak-anak yang mendedikasikan dirinya untuk belajar dan mengajarkan pada anak-anak lainnya mengenai masalah lingkungan. &lt;br /&gt;Ketika ia berumur 12 tahun ia sempat menyampaikan pidato di hadapan pemimpin-pemimpin dunia pada ruang sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berujar bahwa kami adalah kelompok dari Kanada yang terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun. Kami ingin mencoba membuat perbedaaan. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini, disini juga. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yang akan datang. Saya berada disini mewakili anak-anak yang kelaparan diseluruh dunia yang tangisannya tidak lagi kalian dengar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yang dibawa oleh udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan di daerah tersebut kini penuh dengan kangker dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya, hilang selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan binatang besar, hutan rimba dan hutan hujan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah anda sekalian khawatir terhadap masalah kecil ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya? Semua itu terjadi di hadapan kita dan walaupun kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahanya tetapi saya ingin dan sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya. Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikkan binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sedia kala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaimana caranya. Tolong berhenti merusaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini anda adalah deligasi-deligasi Negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, politisi dan juga wartawan tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi dan anda semua adalah anak dari seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 miliyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama, perbatasan dan pemerintahan tidak mengubah hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan  yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuangnya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja Negara di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanyalah seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua uang yang habis untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indahnya dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain. Mencari jalan keluar, membereskan kekakacuan yang kita timbulkan. Tidak menyakiti mahluk hidup, berbagi dengan tamak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut? Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konfrensi ini, anda sekalian yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharusnya dapat memberiakan kenyamanan pada anaka-anak mereka dengan mengatakan semuanya akan baik-baik saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu mengatakan, kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu bukan oleh kata-kata mu.&lt;br /&gt;Jadi apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa mengatakan berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang anda, cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan oleh Severn Suzuki ternyata telah membungkam satu ruangan sidang konfrensi PBB. Setelah pidatonya selesai, seluruh orang-orang yang hadir diruangan pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepadanya (The Collage Foundation)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dapat kita simpulkan dari pidato tersebut? Bahwa lingkungan kini membutuhkan peremajaan dari diri kita untuk mengembalikan seperti sedia kala. Lebih lanjut sebagai renungan kembali salah satu ayat yang ada di Al Qur’an mengatakan bahwa “Telah tampak kerusakan di darat dan dilaut disebabkan perbuatan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah : Adakanlah perjalanan dimuka bumi dan perlihatkanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang dulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS Ar Rum : 41-42)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah meminjam istilah 3 M dari Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym kita bisa menyelamatkan bumi ini, Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang adalah salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi tidak hanya dari lingkungan kampus melainkan juga dari lingkungan terkecil dimana tempat kita berada. Dan terakhir, selamatkanlah bumi kita. Semoga*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-1022403382358979365?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/1022403382358979365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/12/selamatkan-bumi-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/1022403382358979365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/1022403382358979365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/12/selamatkan-bumi-kita.html' title='Selamatkan Bumi Kita'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-1524589573569571326</id><published>2009-12-01T05:23:00.001-08:00</published><updated>2009-12-01T05:26:11.476-08:00</updated><title type='text'>Minah, Anggodo dan Alay</title><content type='html'>&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 11" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C10%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;o:smarttagtype name="country-region" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="City" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype name="place" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-parent:"";	margin:0in;	margin-bottom:.0001pt;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:12.0pt;	font-family:"Times New Roman";	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}@page Section1	{size:8.5in 11.0in;	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;	mso-header-margin:.5in;	mso-footer-margin:.5in;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}&lt;/style&gt;Keadilan adalah hak semua orang. Begitulah pepatah lama yang sering kita dengar dan kita dapatkan sewaktu pelajaran di bangku sekolah dahulu. Namun sepertinya teori memanglah terkadang tidak terlalu sama dengan kenyataan atau prakteknya. Lihat saja contoh kasus yang membuat kita miris. Minah, Anggodo dan &lt;st1:place w:st="on"&gt;Alay&lt;/st1:place&gt;. &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketiganya memanglah tidak saling kenal mengenal. Minah hidup di dusun sidoharjo, kecamatan Ajibarang, Banyumas. Anggodo hidup di &lt;st1:city w:st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; Metropolitan, &lt;st1:city w:st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt; sedangkan Sugiarto Wiharjo alias &lt;st1:place w:st="on"&gt;Alay&lt;/st1:place&gt; hidup di Bumi Sang Ruwa Djurai. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Persamaannya, masing-masing dari ketiganya adalah Warga Negara &lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:country-region w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Mereka masing-masing sama berlindung di bawah payung hukum negeri ini. Namun, meski berlindung di bawah hukum yang sama, nasib mereka sangatlah bertolak belakang. Minah, perempuan enam puluh lima tahun yang tidak bisa berbahasa Indonesia ini harus dijatuhi vonis hukuman 1 bulan 15 hari oleh pengadilan negeri Purwokerto, kamis (19/11) hanya karena terbukti mencuri tiga buah biji kakao di perkebunan milik PT Rumpun Sari Antan 4,pada 2 Agustus silam. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Ketika itu Minah yang sehari-hari menggunkan lahan tersisa di antara pohon-pohon kakao untuk bercocok tanam secara tumpang sari itu memetik tiga buah kakao. Saat mengupas kakao itulah muncul petugas patroli PT Rumpun. Petugas menduga buah itu akan dijual oleh Minah. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Kalau dijual sekitar Rp 30.000” ujar petugas tersebut ketika di periksa oleh polisi sebagai saksi. Kepada polisi, petugas tersebut melepaskan Minah karena kasihan. Adapun tiga buah kakao dan karung plastik milik Minah ia ambil dan di serahkan ke PT. Ternyata laporan itu berbuntut panjang. PT Rumpun membawa kasus ini ke kepolisian. Akhirnya, 13 Oktober, Minah jadi tersangka serta dikenai status tahanan rumah. Jaksa mendakwa Minah melanggar pasal 362 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara (Tempo, 23-29 November 2009) &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Anggodo Widjojo, pengusaha yang memilik jaringan luas mulai dari aparat hingga pengusaha papan atas adalah pengusaha sukses di Jawa Timur. Namanya menjadi terkenal ketika namanya disebut-sebut dalam kasus penyuapan terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) non aktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah. Ketika itu, seperti rekaman yang telah diperdengarkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK) Anggodo yang merupakan adik dari Direktur Utama PT Masaro, Anggoro Widjojo yang terlibat kasus korupsi pengadaan system komunikasi radio terpadu di departemen kehutanan, mengatur kriminalisasi ketua KPK non aktif bersama lawan bicaranya. Saat percakapan pribadinya itu disadap, dia melaporkannya ke polisi atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyadapan melalui media elektronik oleh KPK. Laporan polisi bernomor LP/631/X/2009 tersebut lalu sempat hampir diproses oleh mabes polri dengan memanggil pimpinan media seperti Kompas dan Seputar &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Sedangkan bagi terdakwa kasus kredit fiktif senilai Rp 735,4 miliar di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tri Panca Setia Dana, Sugiarti Wiharjo alis &lt;st1:place w:st="on"&gt;Alay&lt;/st1:place&gt; hidupnya kini memang sudah mendekam di dalam Lapas. Saat ini alay bersama tiga terpidana tindak pidana perbankkan (tipibank) lainnya telah dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (LP) kelas 1 Rajabasa. Setelah sebelumnya, keempat &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;nara&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pidana ini menjalani pidana di rumah tahanan (rutan) Wayhuwi, Lampung Selatan. (Radar Lampung, 28/11) &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Namun walaupun sudah menghuni “hotel dibalik jeruji besi” tersebut, &lt;st1:place w:st="on"&gt;Alay&lt;/st1:place&gt; seakan hanyalah memindah rumahkan tempat tinggalnya sendiri ke dalam lapas. Karena fasilitas yang tidak seperti narapidana lainnya yang harus merasakan memakan nasi basi pun tidak ia dapatkan, bahkan bersama Pudiyino Wiyanto (terdakwa lainnya) beserta empat petugas kejaksaaan dapat menikmati semangkok bakso di Jl. Arief Rahman Hakim, Sukarame, Bandar Lampung pada hari Rabu, (18/11) pukul 18.20 wib. (Radar Lampung, 25/11) &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari ketiga contoh inilah yang menggabarkan fotret hukum di negeri kita sekarang ini. Minah, Anggodo dan &lt;st1:place w:st="on"&gt;Alay&lt;/st1:place&gt; seakan hidup di sebuah negeri yang amat berbeda. Tapi beginilah kondisinya, mungkin saat ini aparat hukum kita sedang sakit. Sakit yang sesungguhnya hanya tak lain disebabkan oleh pulus yang akibatnya rasa dan nurani tersebut menjadi hilang. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Padahal jika kita cermati dalam kasus Minah, apalah arti dari tiga biji kakao. Dimakan tidaklah akan mengenyangkan, dijual tidak berharga dan di buang pun tidak akan sia-sia bahkan bila dijual pun tentunya tidaklah akan membuat nenek buta huruf tersebut menjadi kaya, karena harga dipasaran tiga buah kakao itu tak lah lebih dari Rp 2100,- Seharusnya menurut penulis, kasus ini tidak lah perlu di bawa ke pengadilan. Kasus ini cukuplah sampai dan diselesaikan di tingkat Rukun Tetangga (RT). Tapi seperti itulah hukum di negeri ini, hukum yang lebih tepatnya hukum rimba dimana yang kuat akan menang sedangkan yang lemah akan semakin terhina atau hukum jaring laba-laba yang pernah penulis katakan di dalam opini “cicak dalam jaring laba-laba” yang diterbitkan di harian ini, 9 November kemarin. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Akibatnya mau tak mau orang kecil seperti Minah pun harus merasakan “keadilan” hukum untuk orang-orang kecil seperti dirinya. Sedangkan bagi Anggodo walaupun rekaman tersebut telah diperdengarkan namun belum ada reaksi yang jelas dari pihak kepolisian, bahkan siang Anggodo bisa menjadi tersangka dan malam harinya berubah menjadi saksi (Radar Lampung, 19/11). Itulah hukum dan saktinya Anggodo Widjojo. Bagi peneliti filsafat, Saifur Rohman. Dimata hukum, Anggodo memang tidak lah bersalah karena sampai sekarang ketiadaaan putusan dari kehakiman bagi dirinya. Sedangkan Minah, merupakan pesakitan. Nuansa hidup minah adalah kepahitan hidup karena kemiskinan dan kekurangtahuan. Sedangkan anggodo hidup dalam prosedur formal yang dipenuhi akan tertib pikir dan tindakan. Minah buta huruf, sedangkan Anggodo mengerti dan mengetahui titik dan koma dari setiap Undang-Undang. Hidup bagi Minah adalah bagaimana baginya mencukupi kebutuhannya sehari-hari (Kompas, 25/11) Pertanyaannya kini, dimanakah letak keadilan tersebut? Keadilan yang merupakan hak dasar dari semua orang, hak dari seluruh masyarakat &lt;st1:country-region w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Jika pertanyaan itu muncul tentulah keadilan itu hanya ada untuk pengusaha-pengusaha atau orang-orang yang besar dan mempunyai duit seperti Anggodo Widjojo dan Sugiarto Wiharjo. Wallahu’alam Bishawabi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-1524589573569571326?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/1524589573569571326/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/12/minah-anggodo-dan-alay.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/1524589573569571326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/1524589573569571326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/12/minah-anggodo-dan-alay.html' title='Minah, Anggodo dan Alay'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-8541301141392203511</id><published>2009-11-30T21:11:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T03:54:29.539-08:00</updated><title type='text'>PENGORBANAN DAN KEBENARAN</title><content type='html'>Sesuai dengan ketetapan pemerintah, bahwa 1 dzulhijjah 1430 Hijriah itu jatuh pada hari Rabu (18/11) maka, umat muslim kemarin, Jum’at (27/11) merayakan hari raya Idul Adha bersama-sama. &lt;br /&gt;Sehari sebelumnya, 9 dzulhijjah, jutaan umat muslim di penjuru dunia yang menunaikan Ibadah Haji wukuf di Padang Arafah. Berkumpul disana dengan memakai pakaian ihram sebagai perlambang kesetaraan derajat manusia di sisi Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski tidak semeriah di hari raya Idul Fitri, Idul Adha cukup disambut penduduk muslim terutama para mustahik (dhuafa) dengan suka cita. Karena seperti yang kita ketahui bahwa Idul Adha itu juga identik dengan hari raya qurban. Maka di hari ini para kaum dhuafah bisa merasakan lezatnya daging kurban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ibadah sholat yang merupakan ritual. Dimana kita diperintahkan untuk berdiri dan menghadap kearah kiblat. Maka kurban pun demikian. Ritualnya adalah berupa melakukan penyembelihan. Yakni dengan memotong leher kambing, sapi atau kerbau hingga urat lehernya terputus dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun urusan membagikan daging hewan kurban tersebut kepada yang membutuhkan adalah diluar ritual tersebut.  Karena di masa lalu, manhar atau tempat penyembelihan hewan di Mina, tubuh kambing yang telah disembelih dibuang begitu saja. Tidak ada yang mengurusinya. Toh bagi mereka yang melakukannya, ritualnya sudah tercapai. (Swadaya DPU-DT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pertanyaannya kini, apakah ibadah kurban kali ini kita hanya sebatas mengejar tercapainya ritual belaka? Bagi penulis tentunya, hal itu sangatlah terlalu disayangkan jika kita hanya memperoleh ritualnya belaka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita merenungi sejarah, peringatan hari ini tentunya tidak lah terlepas bisa kita lepaskan dari peristiwa bersejarah ribuan tahun silam yaitu ketika nabi Ibrahim as, dengan penuh keyakinan, ketaqwaan, memenuhi perintah Allah untuk menyembelih anak yang dicintainya, Ismail as. Namun, atas kekuasaan Allah, secara tiba-tiba yang disembelih Ibrahim telah berganti menjadi seekor kibas (sejenis domba). Peristiwa itulah yang kini menjadi simbol bagi umat muslim di dunia sebagai wujud ketaqwaannya untuk menjalankan perintah Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan, betapa beratnya cobaan yang dialami Ibrahim sewaktu itu. Beliau harus menyembelih anak semata wayangnya. Namun dengan asas iman, ikhlas, tulus dan patuh pada perintah Allah maka Ia Ibrahim pun melakukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku Al Hajj, Dr. Ali Syariati menyatakan bahwa Ismail sebenarnya adalah sekedar simbol belaka. Simbol dari segala yang dimiliki dan dicintai dalam hidup ini. Kalau Ismailnya Ibrahim as adalah putranya sendiri, lantas siapakah Ismail kita? &lt;br /&gt;Beliau menyatakan bahwa “Ismail” di diri kita ini bisa saja diri kita sendiri, keluarga kita, anak dan istri kita, harta, pangkat atau jabatan kita. Yang jelas seluruh yang kita miliki bisa menjadi Ismail kita yang karenanya akan diuji dengan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan kepada Ismail inilah yang terkadang membuat hati dan iman kita menjadi goyah. Kecintaan kepada Ismail yang berlebihan juga akan membuat kita menjadi egois, mementingkan diri sendiri, serakah dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itulah kita seharusnya mampu mengorbankan “Ismail” tersebut untuk Allah. Prilaku pejabat di negeri ini dalam urusan korupsi, sehingga mengantarkan negeri ini ke urutan ke 111 dari 180 negara dengan skor 2,8 dari hasil survey Transparancy International adalah contoh kecil dari kecintaaan sebagian pejabat kita terhadap “Ismail” tersebut. Dan sebenarnya pelajaran berharga dari pemotongan kurban itu ialah penyembelihan sifat-sifat hewani yang ada pada diri kita, sifat-sifat kecintaan kita kepada “Ismail” yang kita punyai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah yang sering kita dengar bahwa hidup adalah sebuah perjuangan dan setiap perjuangan memerlukan sebuah pengorbanan. Tidak ada pengorbanan tanpa kesusahan. &lt;br /&gt;Peristiwa berkurbannya Nabi Ibrahim dan Ismail sebenarnya merupakan nokhtah kejadian yang harus diteladani oleh setiap level usia dan tingkat pendidikan. Dengan kata lain, semangat berkorban adalah tuntutan paling besar yang ada di diri kita, lingkungan, masyarakat, agama, bangsa dan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berbagai konteks sejarah, dimana umat Islam menghadapi berbagai cobaan, makna pengorbanan sangatlah jelas amat luas dan mendalam. Rasulullah SAW dan para sahabat yang menegakkan Islam di muka bumi ini merupakan sebuah perjuangan dan tentunya disertai akan pengorbanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah misalnya pernah dilempari batu bahkan kotoran oleh penduduk Thaif, dianiaya oleh Ibnu Muith, Abu Jahal dan Abu Lahap yang memperlakukan beliau dengan kasar dan sangat kejam. Para sahabat seperti Bilal harus mengorbankan dirinya dengan ditindih batu besar ditengah panas sengatan matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak hanya itu, umat muslim di Mekkah pun ketika itu juga dibokot untuk tidak mengadakan transaksi dagang sehingga membuat lapar dan menderita keluarga Rasulullah ketika diboikot oleh kafir Quraisy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Yusuf as yang disiksa dan dibuang kesumur tua, Nabi Syu’aib yang harus di usir dari kotanya dan Nabi Musa as yang mengalami tekanan Firaun dll merupakan pengorbanan dalam menegakkan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah perjuangan bangsa kita para pahlawan mengorbankan jiwa dan raga, harta dan benda untuk kemerdekaan bangsanya. Jendral sudirman harus keluar masuk hutan untuk memimpin tentara nasional Indonesia untuk melawan para penjajah. Sikap para tokoh bangsa yang dipenjara, dibuang, dan disiksa adalah wujud dari keyakinan mereka akan kebenaran. Tentu saja mereka berkorban atas dasar sikap yang percaya sebagai sebuah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini di dalam konteks kekinian, pengorbanan umat Islam di berbagai belahan dunia terlihat nyata di Palestine. Dengan sikap dan keyakinan dan sangat tinggi demi berkibarnya bendera Islam disana mereka harus terus melawan dan mengalami penyiksaan, penganiayaan bahkan blokade di jalur Gaza oleh Israel laknatullah.&lt;br /&gt;Pertanyaanya mampukah kita melakukan pengorbanan seperti apa yang telah mereka korbankan danmampukah kita menjadikan hidup sebagai perjuangan dan pengorbanan terutama berkorban dari “Ismail-Ismail” yang kita miliki?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-8541301141392203511?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/8541301141392203511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/11/pengorbanan-dan-kebenaran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8541301141392203511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8541301141392203511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/11/pengorbanan-dan-kebenaran.html' title='PENGORBANAN DAN KEBENARAN'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-8748126654847406318</id><published>2009-11-30T21:02:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T21:05:54.706-08:00</updated><title type='text'>SENSASIONAL KIAMAT 2012</title><content type='html'>Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidan pernah mengatakan bahwa tidak mau mengomentari perihal kontroversi kiamat yang di gembar-gemborkan film 2012. Sebab menurutnya, di tengah kontroversi tersebut pembuat film itu justru akan menikmati keuntungannya karena masyarakat akan penasaran dan akibatnya berbondong-bondong menonton film tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya apa yang dikatakan ketua MUI tersebut ada benarnya. Kontroversi tersebut setidaknya telah membuat penulis penasaran sehingga mendorong hati penulis untuk mengetahui bagaimana film itu sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengamati dan menyaksikan sendiri film tersebut, penulis berkesimpulan bahwa film tersebut tidaklah lebih seperti film-film kebanyakan yang menggambarkan bencana-bencana yang menghancurkan suatu daerah. Selain itu juga, film itu ternyata bukanlah “akhir” dari dunia ini karena di akhir cerita masih digambarkan manusia yang selamat dari “kiamat” tersebut. Lantas mengapa harus ada rumor film yang memakan biaya produksi mencapai 200 juta dolar ini menggambarkan tentang kiamat? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang usut punya usut, film yang dibintangi oleh John Cusack, Amanda Peet, Danny Glover, Oliver Platt, dan Woody Harelson ini dibuat berdasarkan oleh ramalan suku maya. Dimana dikisahkan di film tersebut warga menjadi panik saat ramalan suku Indian Maya mengenai kiamat tersebut menjadi kenyataan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suku maya adalah suku yang tinggal di selatan Meksiko atau Guatemala yang menguasai ilmu perbintangan (falak). Suku ini dikenal sangat detil memperhatikan dan menghitung bintang-bintang dan benda langit lainnya. Para Arkeolog mempercayai suku maya mempunyai peradaban yang sangat luar biasa, ini bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku, meja batu dan cerita yang bersifat mistik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pada system penanggalan kalendernya bangsa tersebut, mereka suku Maya menyatakan bahwa pada tahun 2012 tepatnya 21 Desember 2012 merupakan “End Of Times”. Namun pengertian dari end of times itu sendiri masihlah menjadi perdebatan para ilmuwan dan arkeolog hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Menurut penulis kesempatan ini lah yang dimanfaatkan oleh Harold Kloser penulis naskah dan Roland Emmerich sang sutradara untuk memvisualisasikan ramalan dari suku maya ini. Kehancuran-kehancuran bumi sedemikian rupa di visualisasikan sutradara ini. Selain itu, symbol-simbol agama pun tak luput dari visualisasi “kehancuran”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patung kristus sang penubus yang berdiri kokoh di Rio de Janeiro, Brasil, hancur berkeping-keping. Hujan meteor berbola api disusul gempa mengguncang hebat. Yang tak kalah fantastiknya, basilica gereja santo petrus di Vatikan runtuh. Bahkan kapal perang USS John F Kennedy tak berdaya diamuk badai dan akhirnya karam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun benarkah ramalan tersebut? Hingga saat ini ramalan tentang kiamat 2012 terus mem-boming di khalayak ramai. Media pun tak pernah lepas dari penyuguhan informasi mengenai kiamat tersebut. Bahkan sekarang, buku yang mengulas tentang itu pun menjadi laris manis di baca banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Buku Apocalypse 2012 (Lawrence E.Joseph: 2007) yang menyibak tabir hari kiamat di tahun 2012 misalnya. Buku ini pun juga tak lepas dari ramalan Suku Maya. Isinya, bencana maha dahsyat sekaligus kejadian diluar nalar manusia tetap akan terjadi pada tahun 2012. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana penulisnya memaparkan beberapa bencana seperti siklus aktivitas matahari yang memuncak di tahun 2012 yang menyebabkan panas yang luar biasa di bumi, terlebih atmosfer kita sudah mengalami penipisan dan bolong di beberapa bagian sehingga selain memanaskan bumi dengan radikal juga melelehkan es di kutub dan juga menimbulkan badai serta topan yang dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lantas, mungkinkah ramalan (kalender) itu menjadi ancaman bagi masyarakat untuk mempercayai bahwa kiamat terjadi di tahun 2012? Bagaimana dengan kalender orang Indonesia? Apakah ada kesamaan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara ilmu pengetahuan badan luar angkasa Amerika Serikat, NASA pernah menegaskan bahwa kiamat akan terjadi pada 21 Desember 2012 tidaklah berdasar. NASA mengatakan jika memang benar akan terjadi tabrakan bumi karena adanya planet x atau yang disebut nibiru menurut suku maya sangatlah tidak mungkin. Itu hanyalah bualan belaka. Tidak ada dasar factual yang menjelaskan bahwa ada planet misterius yang mengancam bumi, jika memang ada para astronom sejak satu dasawarsa lalu telah melihat ada planet yang mendekati bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NASA mengkalim para ilmuwan di seluruh dunia yang meneliti angkasa luar tidak melihat adanya ancaman yang sangat besar yang akan terjadi pada bumi di tahun 2012 (Republika online)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sebagai mahluk yang beragama dan sebagai mahluk yang diciptakan disertai akal dan pikiran tentunya kita bisa berfikir dan merenungkan hal itu. Memang hampir seluruh agama percaya akan terjadinya kiamat. Namun, anggapan di semua agama, kiamat itu adalah akhir dari segala yang telah diciptakan Tuhan Yang Maha Esa. Namun meski percaya demikian, tidak satupun agama, sains atau pun ilmu pengetahuan manusia yang mampu mengungkapkan secara pasti kapan kiamat sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang penulis Yahudi Rebbetzia Esther Jungeris, misalnya pernah mengatakan bahwa dalam kitab suci Yahudi sendiri pun tidak pernah disebutkan kapan akan datangnya kiamat. Akan datang pada Jum’at siang, namun tidak ada cara untuk mengetahui kapan akan datang shabbos (hari Jum’at) itu, ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut agama yang di ridhoi Allah, Islam pun mengatakan demikian. Di Islam percaya pada hari kiamat adalah salah satu rukun iman yang ke lima. Namun ilmu kita tentunya tidak akan pernah sampai untuk meramalkan kapan kepastian terjadinya kiamat itu. “Yang dekat (hari kiamat) telah makin mendekat. Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah” begitu firmannya dalam Qur’an surat An-Najm 57-58.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghifari ra berkata, Rasulullah SAW bersabda,” kiamat tidak akan terjadi sebelum engkau melihat 10 tanda kiamat. “Kemudian Rasulullah mengatakan ; Dukhan (kabut asap), Dajjal, Binatang pandai bicara, matahari yang terbit dari barat, turunya Isa as, Ya’juj Ma’juj dan tiga gerhana, gerhana di timur, barat dan jazirah arab dan terakhir api yang keluar di Yaman mengantarkan manusia ke Mashsyar (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hematnya apa yang dipaparkan Qur’an dan Al Hadist, patutlah dijadikan pedoman serta rujukan bahwa kiamat bukanlah persoalan kita manusia melainkan urusan Allah. Untuk itu jangan terpancing emosi akan apa yang di gambarkan 2012 yang hanya merupakan visualisasi dan didukung dengan teknologi yang dahsyat buatan manusia semata. Wallahu’alam Bishawab i &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-8748126654847406318?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/8748126654847406318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/11/sensasional-kiamat-2012.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8748126654847406318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8748126654847406318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/11/sensasional-kiamat-2012.html' title='SENSASIONAL KIAMAT 2012'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-4525895326737041792</id><published>2009-11-20T22:05:00.000-08:00</published><updated>2009-11-30T21:11:24.148-08:00</updated><title type='text'>Dewan Tak Memihak Rakyat</title><content type='html'>Manuver politik di dalam sebuah parlemen sebetulnya adalah sesuatu yang sangat wajar sekali. Malahan menurut penulis parlemen bisa dikatakan sakit bila kehidupan parlemennya berjalan mulus tanpa adanya persaingan dan intrik politik. Namun, jika persaingan politik itu sudah sampai merambah dan menyebabkan segala kemacetan pencairan anggaran, tentunya semua itu sangatlah tidak lazim lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat saja prilaku anggota-anggota dewan yang katanya wakil rakyat ini menggunakan intrik politiknya di berbagai parlemen. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Semarang misalnya, Gara-gara reality show yang mereka mainkan, hampir saja seluruh pasar di kota tersebut menjadi gelap gulita. Bukan karena pasokan listrik di daerah tersebut mengalami kekurangan melainkan lantaran dinas pasarnya terpaksa menunggak rekening listrik sebesar Rp 635.668.830.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jadinya pasar jika menjadi gelap gulita, dan kita bisa bayangkan sendiri tentunya pasar tersebut akan ditinggalkan oleh pembeli. Ribuan pedagang tentunya akan mengalami kerugian besar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hal ini bisa terjadi? Apakah pemerintah kota Semarang tidak mempunyai anggaran untuk melunasi tagihan tersebut? Bukan, Hal ini terjadi melainkan dikarenakan DPRD kota Semarang belum membahas Anggaran dan Belanja Daerah Perubahan 2009. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebagian dampak dari kisruh yang ada di tubuh DPRD kota Semarang saat ini. Sejak dilantik 14 Agustus lalu, konon wakil rakyat disana belum memiliki perangkat yang lengkap seperti Dewan Perwakilan Rakyat di tempat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perebutan kepemimpinan untuk komisi A (Hukum), B (Ekonomi), C (Keuangan), serta D (Pendidikan dan Kesejahteraan) yang tak kunjung berakhir pun memberikan dampak kegiatan praktis pun lumpuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walikota Semarang, Sukawi Sutarip pun setidaknya mengatakan ada tujuh layanan publik yang terancam akan lumpuh akibat anggaran yang tak bisa cair. Anggaran layanan kebersihan misalnya yang meliputi 4,4 Miliar. Selain itu, kemacetan anggaran operasional dan perawatan drainase, yang meliputi Rp 13 M akan berdampak pada terhentinya 47 pompa air. Akibatnya, penanggulangan banjir dan rob, yang setiap saat terjadi di kota Semarang, akan terhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman juga terasa di program Jaminan Kesehatan Masyarakat sebesar 4,9 Miliar (Tempo, 16-22 November 2009). Dan sudah bisa terbayangkan semuanya, rakyat sejatilah yang akan menjadi korban nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, agaknya, prilaku reality show dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Semarang pun dilakoni oleh wakil-wakil rakyat kita yang ada di DPRD Provinsi Lampung.  Konflik kali ini dipicu perebutan alat kelengkapan dewan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koalisi Lampung Membangun (KLM) yang berkekuatan 45 kursi yang dikomandai Ketua DPRD Marwan Cik Asan. KLM yang digalang fraksi Demokrat-PAN-PKB-Hanura-Gerindra serta fraksi gabungan (PPP-PKPB-PPDK) menyapu bersih lima komisi dari I-V, Badan Legislasi Daerah, dan Badan Anggaran.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tiga fraksi lain, PDIP, Golkar dan PK Sejahtera yang berkekuatan 27 kursi tidak mereka hiraukan. Tidak satu pun anggota tiga fraksi tersebut menjadi anggota alat kelengkapan dewan apalagi untuk duduk di unsur pimpinannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blok tandingan ini pun dipimpin oleh tiga wakil ketua DPRD dari tiga fraksi tersebut, yakni Nurhasanah (PDIP), Indra Ismail (Golkar), dan Hantoni Hasan (PKS) dan akibatnya ketiga fraksi ini pun membuat alat kelengkapan Dewan tandingan. Hal ini lah yang memicu terjadinya perseteruan dualisme di DPRD Provinsi lampung saat ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertikaian ini tentunya menambah kembali catatan kelam DPRD yang bertikai sesama koleganya setelah sebelumnya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi ini pun pernah bertikai dengan Gubernur pasca terbitnya SK DPRD Lampung No. 15/2005 tentang Penolakan Eksistensi Sjachroedin Z.P dan Syamsurya Ryacudu sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih pada tahun 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kita masih ingat ketika konflik itu telah mencapai puncaknya, dengan sangat terpaksa Lampung pun memakai peraturan Gubernur (Pergub) untuk mengesahkan APBD tahun 2006. Akibatnya nilai APBD 2006 itu sama dengan APBD 2005, dan tentunya hal ini pun menimbulkan dampak pada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas siapa yang benar dan siapa yang salah dari konflik dua kubu ini sangatlah akan membawa dampak yang buruk bagi provinsi ini tentunya. Pertaruhan konflik adalah akan terlambatnya pembahasan rancangan anggaran dan pendapatan belanja daerah (APBD) 2010. Dan jika terlambat tentunya akanlah dikenakan penalti dengan pengurangan anggaran sekitar 200 Miliar sebagai sanksinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya pengurangan anggaran ini nantinya akan lah berdampak luas bagi masyarakat Lampung. Konflik-konflik semacam ini pun akan memperparah administrasi pemerintahan yang tentunya akan kacau balau dikarenakan ada dua versi. Seperti kasus yang pada rapat paripurna DPRD Provinsi selasa (17/11) kemarin yang membingungkan sebab adanya dua undangan yang dikeluarkan sekretaris dewan yaitu Nuh hasanah dan Marwan Cik Hasan sebagai ketua DPRD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, investasi di daerah ini pun akan terlambat karena situasi politik yang sedang kacau, dan yang lebih penting lagi program-program seperti pendidikan, kesehatan, infrastuktur dan agenda-agenda untuk mensejahterakan masyarakat pun mau tak mau ikut terlambat. Lagi-lagi rakyatlah yang akan menanggung beban ini semua tentunya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun agaknya, dampak dari perseteruan dari dualisme di dewan ini tidaklah membuka mata dan hati wakil-wakil rakyat tersebut. Sehingga timbul pertanyaan, apakah mereka tidak tahu atau pura-pura tidak tahu dengan dampak yang kan terjadi? Bukankah mereka yang duduk disana orang-orang hebat? Tentunya sangatlah jelas mereka semua mengetahui dampak yang ditimbulkan dari perseteruan tersebut. Namun, mungkin lebih dikarenakan nafsu kekuasaan ataupun kepentingan pribadi dan golongan, dampak konflik tersebut pun tertutupi sudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah disayangkan sekali tentunya, ketika konstituen yang telah mengantarkannya ke kursi empuk dewan dibalas dengan tuba oleh mereka. Mengapa demikian? Karena setidaknya karena rakyatlah mereka ada disana dan sudah selayaknyalah wakil-wakil tersebut memegang amanah dan kepercayaan yang telah masyarakat berikan dengan cara mengendepankan kepentingan rakyat diatas kepentingan golongan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu juga tentunya, menghilangkan rasa ke-aku-an dari setiap anggota sehingga aspirasi-aspirasi masyarakat yang ada dapat tersalurakan sebagai mana mestinya. Publik tentunya menginginkan itu semua, bukankah diproses pemilihan anggota legislatif pada 9 April lalu masyarakat dengan senang hati mencontreng mereka dengan harapan ketika terpilih dapat mewakili keberadaan mereka diatas keberadaan golongan ataupun pribadi dari wakil rakyat itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu tentunya penulis dan masyarakat lampung berharap agar pertikaian ini tidaklah sampai mengganggu stabilitas, baik itu politik maupun ekonomi. Sehingga tugas dan fungsinya (tupoksi) serta tanggung jawab dari anggota dewan yang sudah terpilih dan dilantik kepada masyarakat segera terrealisasi. Semoga*i &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-4525895326737041792?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/4525895326737041792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/11/dewan-tak-memihak-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/4525895326737041792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/4525895326737041792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/11/dewan-tak-memihak-rakyat.html' title='Dewan Tak Memihak Rakyat'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-3778586382992357550</id><published>2009-11-11T02:57:00.001-08:00</published><updated>2009-11-11T03:01:14.338-08:00</updated><title type='text'>“CICAK DALAM JARING LABA-LABA”</title><content type='html'>Apa yang sedang terjadi dengan hukum di negeri ini? Mungkin itulah pertanyaan terbesar dari penulis dan masyarakat Indonesia sampai saat ini. Bagaimana tidak, Indonesia yang disebut-sebut sebagai Negara hukum, yang menjadikan hukum menjadi panglima tertinggi dalam tatanan, dalam setiap sendi kehidupan, yang tidak membedakan kaya, miskin, pejabat atau rakyat biasa, kini tidaklah terjadi lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya kita bisa mengambil beberapa contoh sepeti kasus Prita Mulyasari, yang akibat mengirimkan email keluhannya terhadap Rumah Sakit Omni, maka ia harus merasakan dinginnya lantai penjara. Selain itu, seseorang yang ditahan sejak 8 September 2009 hanya karena mengecas telepon selulernya di koridor apartemenya Roxy Mas, Aguswandi pun tak ubah “korban” dan kriminalisasi dari rakyat kecil dan hukum yang berpihak pada orang-orang besar, dan sudah bisa di tebak, ia pun harus meringkuk di tahanan polisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini, apa yang menjadi perhatian publik terhadap kasus perseteruan “cicak versus buaya” yang menyebabkan Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Rianto ditahan pun tak ubah seperti hukum yang berpihak kepada orang-orang besar tetapi juga nakal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cicak Dalam Jaring Laba-Laba&lt;br /&gt;Jika kita mencermati upaya pemberantasan korupsi di belahan bumi, maka ternyata kasus perseteruan antara korps berbaju coklat (Polisi) dengan institusi yang memberantas korupsi sudahlah pernah terjadi sebelumnya. Drama yang jika di negeri ini berjudul Cicak Versus Buaya ternyata sebelumnya pernah terjadi di Hongkong pada 1974 silam.&lt;br /&gt;Independent Commission Against Corruption (ICAC) merupakan lembaga pemberantasan korupsi Independent yang sewaktu itu harus berhadapan dengan polisi-polisi Hongkong di kala itu.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseteruan itu terjadi bermula ketika ICAC menorehkan tinta emas dengan memenjarakan Peter Fitzroy Godber, seorang perwira tinggi polisi yang tidak bisa menjelaskan dari mana asal uang di rekening banknya, yang berjumlah US$ 600 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dengan bantuan teman-temannya, Godber ini dapat melarikan diri. Namun karna kepiawaian dari ICAC maka mampu mengekstradisi buronan tersebut kembali ke Hongkong. Dan kejadian ini membuat HKPF (Angkatan Kepolisian Kota itu) merasa terancam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Alhasil pada 28 Oktober 1977 merupakan puncak perseteruan institusi tersebut dikarenakan banyak anggota HKPF yang menyerbu dan memasuki kantor ICAC secara paksa (Catatan pinggir Tempo, 5-11 Oktober 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi di Hongkong 1974 silam ternyata berputar kembali di tahun 2009 ini, di negeri ini. Perseteruan KPK dan Polri yang saat ini memasuki babak saling tuding ini mampu menyedot perhatian publik dan khalayak ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditambah setelah Mahkamah Konstitusi (MK) memperdengarkan kepada publik rekaman yang berdurasi 4,5 jam percakapan antara Anggodo Widjojo, adik direktur utama PT Masaro Anggoro Widjojo, yang terlibat korupsi pengadaan system komunikasi radio terpadu di Departemen Kehutanan-dan para lawan bicaranya untuk mengatur kriminalisai ketua KPK non aktif, selasa (3/11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana mata publik Indonesia bisa melihat bahwa adanya persekongkolan busuk antara pengusaha nakal, penguasa, dan aparat penegak hukum di Polri dan Kejaksaan Agung untuk mengatur kasus ini yang berujung dengan penutupan Komisi Pemberantasan Korupsi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, adanya orang-orang kuat atau mafia peradilan (Mafioso) yang mencoba mempermainkan proses hukum yang ada di negeri ini. Sehingga wajar saja jika sampai saat ini Anggodo Widjojo pun hanya belum “naik” rating dari saksi menjadi tersangka dikarenakan menurut Polri belum memiliki bukti yang cukup kuat untuk menetapkannya menjadi tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aneh dan Ajaib memang melihat itu semua, namun itulah hukum di negeri ini sekarang. Meminjam istilah dari seorang filsuf Yunani, Plato bahwa hukum itu seperti jaring laba-laba “Laws are spider webs ; they hold the weak and delicated who are caught in their in their meshes but are torn in pieces by the rich and powerfull”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya jika kita cermati jaring laba-laba hanyalah mampu menjerat yang lemah, mangsa yang kecil yang mungkin dalam hal perseteruan ini adalah Cicak. Tetapi jaring tersebut akan robek jika menjerat mangsa yang kuat dan kaya (baca, buaya). Apa benang merah dari yang dikatakan Plato, tentunya adalah KETIDAKADILAN dari hukum itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal bila keadilan dalam hukum tidak diimplikasikan maka yang timbul adalah tidak berjalannya penegakan hukum yang efektif sehingga kerusakan dan kehancuran di berbagai bidang telah menanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang guru kebajikan, Socrates telah mengingatkan kita semua akan penghormatan pada hukum. Ia berujar bahwa celakalah akan sebuah negeri yang penghuninya tidak respek kepada hukum, karena menurutnya hukum merupakan landasan hidup bersama yang paling utama jika kita ingin meraih/menikmati keadilan, kedamaian, kebahagiaan, keamanan dan kesejahteraan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, setiap pengabdian hukum, sekecil apapun itu melanggar, memandulkan ataupun memanipulasi, merupakan tindakan keji yang amat berbahaya bagi eksistensi dari sebuah bangsa. Begitu hukum dicabik-cabik, kehancuran di depan mata. Karena yang akan terjadi adalah kesewanangan, penindasan, ketidakadilan, dan merajalelanya kebiadaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun agaknya, apa yang dikatakan Socrates ini belumlah bisa di dengarkan dan dilaksanakan oleh penegak hukum di negeri ini. Alhasil, karena ketidakadilan, karena kecewa, marah dan putus asa terhadap penegakan hukum maka kekuatan rakyat atau People Power untuk membebaskan cicak dalam jerat hukum laba-laba sampai saat ini terus berdatangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tokoh masyarakat, tokoh parpol sampai facebookers yang menurut pengamatan penulis pribadi sampai saat ini dukungan tersebut telah lebih melebihi dari  1.000.000, dukungan. Dan ini membuktikan bahwa publik menginginkan adanya keprofesionalan dan ketransparanannya kasus ini dari Polri dan kejaksaan agung dalam mengusut tuntas kasus ini sehingga publik bisa mengetahui apa yang dikatakan Amin Raies bahwa siapa yang selama ini menjadi musang berbulu ayam, serigala berbulu domba atau genderuwo berbusana dewa segera terungkap. SEMOGA!!!i &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-3778586382992357550?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/3778586382992357550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/11/cicak-dalam-jaring-laba-laba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/3778586382992357550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/3778586382992357550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/11/cicak-dalam-jaring-laba-laba.html' title='“CICAK DALAM JARING LABA-LABA”'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-311992020776224727</id><published>2009-10-20T03:26:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T03:28:10.209-07:00</updated><title type='text'>To Be dan To Have Tuk Politisi Indonesia</title><content type='html'>MUNGKIN tidak salah ketika penulis mengatakan sekarang ini politisi-politisi di negeri ini seakan gila akan jabatan. Lihat saja, ketika pesta demokrasi terjadi, politisi-politisi ulung dan politisi “kamarin sore” berbondong-bondong mencalonkan diri. Menganggap dirinya seakan berkompeten di bidangnya sehingga layak dipilih oleh konstituen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tentunya beralasan, Fasilitas super mewah yang didapat, gaji ataupun tunjangan yang super tinggi dan lain-lain merupakan salah satu faktor utamanya. Hal ini tentunya tidak saja terjadi bagi politisi di daerah melainkan juga bagi politisi di tingkat nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang kita ketahui, saat ini media massa ramai memberitakan akan audisi dari para menteri. Puri Cikeas kini ramai sekali dikunjungi, bahkan menurut cerita ada yang menitipkan nama calon tersebut kepada mertua dari Presiden terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prilaku gila akan jabatan dari politisi Indonesia ini tentunya membawa dampak tersendiri, sehingga konflik internal partai pun tak mampu terelakkan. Banyak petinggi partai yang membawa nama calon menteri tanpa melewati mekanisme baku dari partai itu sendiri. Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) misalnya, Partai yang menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indonesia (LSI) Dodi Ambardi tampil sebagai challenger di ajang pemiliu. Kini seakan “merangkak-rangkak” meminta jabatan kepada SBY. Sehingga tak ayal Megawati pun harus menggelar rapat untuk dapat menyatukan pendapat mereka sendiri.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, partai yang menjadi media darling  ketika memasuki arena pemilu presiden pada juli lalu (baca, Golkar) pun tak kalah seperti PDIP. Harapan masyarakat agar kedua partai besar ini dapat menjadi pengawas di cabinet Indonesia Bersatu (KIB) II ternyata buyar sudah. Setelah Aburizal Bakrie terpilih menggantikan Jusuf Kalla sebagai ketua umum pada Munas Golkar lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain PDIP dan Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan PPP pun tak mau juga ketinggalan. Elite di PAN misalnya mencari jalan lorong menuju Cikeas melalui caranya sendiri. Tak ayal hal-hal seperti ini mematik api konflik di tubuh partai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua itu terkadang timbul pertanyaan penulis. Mengapa politisi-politisi seakan gila akan jabatan? Ada kata-kata yang sangat menarik dari brother David Steindl-Rast untuk dapat direnungi “Rasa syukur adalah kunci utama kebahagiaan yang ada di tangan kita karena jika kita tidak bersyukur, sebanyak apapun yang kita miliki kita tidak akan bahagia, karena kita akan selalu menginginkan hal lain atau lebih banyak lagi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan oleh David dan Rast mungkin adalah jawaban dari pertanyaan penulis diatas. Tidak adanya rasa syukur atau mensyukuri apa yang sudah dimiliki sehingga politisi tersebut seakan selalu merasa kurang. Dengan dalih bekerja untuk Negara, mereka mencalonkan diri namun kenyataan ketika terpilih mereka semua lupa, tak tahu diri dan tak tahu terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat sebagai konstituen kini merasa seakan dipinggirkan oleh orang-orang yang telah mereka pilih pada pesta demokrasi lalu. Milliaran terpakai dalam pesta tersebut dan apa yang kita lihat, apakah membawa dampak bagi Negara ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi? Jamil Azzaini seorang trainer sekaligus inspirator pernah mengatakan bahwa ada dua kata yang sangat menentukan corak hidup seseorang. Kata yang pertama adalah To Be dan kata yang kedua adalah To Have.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Be adalah keinginan kita untuk “menjadi”, sedangkan to have adalah keinginan untuk “memiliki”. To be dan to have ini memiliki perbedaan yang terletak pada tujuan yang hendak kita capai. Contoh dari to be itu sendiri ialah keinginan kita untuk menjadi seorang pengusaha sukses  atau bagi seorang politisi keinginan ia untuk dapat duduk di kursi empuk dewan atau di kabinet Indonesia Bersatu jilid II. Mengapa hal ini ia inginkan, karena politisi tersebut ingin memberikan sumbangsih buat bangsa, mengangkat citra bangsa dan mensejahterakan rakyat ini sebelum saat kematian tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan to have ketika politisi tersebut sudah lupa akan amanah yang akan ia emban.Yang ia kejar hanyalah fasilitas mewah, tunjangan ataupun uang-uang panas yang banyak beredar. Akhirnya ketika to have dari seorang politisi telah menjadi acuan hidup maka akan ia menghalalkan segala cara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi yang merajalela di negeri ini adalah contoh kecil dari prilaku orang-orang yang menjadikan to have sebagai acuan hidupnya, sehingga tak ayal satu persatu orang seperti itu mendekam di balik jeruji. Namun demikian, to have bukanlah sesuatu yang dilarang. Tidak, hanya saja to have itu tidak boleh kita jadikan kendali dalam hidup kita. Bila seorang politisi menginginkan mobil mewah, rumah mewah maka pikirkanlah prestasi apa yang bisa diraih (baca, to be) agar apa-apa yang diinginkanya dapat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad Yunus, seorang peraih nobel pada tahun 2006 telah menjadikan to be sebagai kendali hidupnya. Di suatu saat dia menginginkan kemiskinan itu hanya ada di museum. Simaklah pidatonya tersebut “ One day our grandchildren will go to museums to see what proverty was like” (The Independent, 5 May 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain M. Yunus, orang-orang terkaya di dunia pun telah menjadikan to be sebagi tujuan hidupnya. Bill Gates misalnya, ketika acara wisuda di Harvard University 7 Juni 2007 ia berpidato “Tetapi pencapaian terbesar kemanusiaan bukanlah pada penemu-penemuaanya__melainkan bagian penemuan tersebut di gunakan untuk mengurangi kesenjangan di dunia. Baik itu lewat pendidikan public yang kuat, kesehatan yang berkualitas maupun kesempatan ekonomi yang sangat luas__mengurangi kesenjangan merupakan keberhasila tertinggi umat manusia”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa sekali, perntanyaannya kini dapatkah politisi di negeri ini lebih memilih to be sebagai kendali hidupnya? Lebih mencontoh orang-orang seperti Muh. Yunus dll? Jika tidak berarti kesejahteraan Indonesia pun belum akan tercapai dan masih akan tertunda tuk sementara, namun jika sudah maka mudah-mudahan, keberkahan hidup, kedamaian akan selalu mengikuti setiap masyarakat Indonesia. SEMOGA*i &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-311992020776224727?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/311992020776224727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/10/to-be-dan-to-have-tuk-politisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/311992020776224727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/311992020776224727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/10/to-be-dan-to-have-tuk-politisi.html' title='To Be dan To Have Tuk Politisi Indonesia'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-3071828838958706265</id><published>2009-10-20T03:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-20T03:23:24.928-07:00</updated><title type='text'>Ironi Negeri Bernama Indonesia</title><content type='html'>Alkisah, seorang pemuda yang bermukim di Provinsi Lampung menghabiskan akhir pekannya dengan memancing di sebuah danau. Disana ia menemukan sebuah botol yang tertutup rapi yang kemudian diambil oleh nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penasaran…..si pemuda ini membuka botol tersebut, tiba-tiba dari dalam botol keluar asap yang selanjutnya menebal dan menjadi Jin raksasa yang mengambang di depan si pemuda. “Terima kasih tuan, tuan telah membebaskan saya, untuk itu, silahkan meminta tiga permintaan, saya akan mengabulkannya” kata Jin, seperti format biasa tanda terima kasih Jin yang dibebaskan oleh manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kagetnya reda, pemuda itu terdiam sejenak lalu berkata, “Baiklah Jin saya akan mengajukan tiga permintaan. Pertama, saya ingin kamu menjadikan Indonesia menjadi Negara yang punya ketabahan dan keteguhan. Kedua, saya ingin Indonesia bebas dari korupsi dan uang yang telah di korupsi oleh pejabat Negara atau swasta dikembalikan kepada rakyat dan ketiga, saya ingin Indonesia menjadi Negara yang sejahtera yang bisa dirasakan oleh semua masyarakatnya.”&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu semua jin berpikir sejenak, kemudian pelan-pelan jasadnya kembali menjadi asap lalu berkumpul masuk ke dalam botol kembali. Dari dalam botol Jin berseru, “Tuan, jika ingin Negara mu menjadi seperti itu diperlukan komitmen dan managerial yang baik sehingga negaramu bisa keluar dari problematika umat yang sedang di hadapi saat ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang dari memancing, tanpa membawa hasil apa-apa sang pemuda Lampung tadi segera masuk ke dalam kamar dan memikirkan penjelasan dari Jin di danau tadi. Sejenak ia berpikir lalu mengiyakan apa yang dikatakan oleh Jin tadi bahwa semuanya membutuhkan komitmen dan managerial untuk mencapai kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Managerial sangat dipentingkan untuk memecahkan permasalahan yang ada seperti sosial, budaya, ekonomi, politik, hukum dan keamanan. Sedangkan komitmen yang kuat mendukung dari managerial yang ada, yang disini diharapkan lahir dari potensi-potensi yang dimiliki, seperti pemerintah, masyarakat dan swasta sehingga dengan demikian tidak ada lagi provinsi yang tidak bisa memberikan kesejahteraan pada masyarakatnya. &lt;br /&gt;Salah satu provinsi yang sampai saat ini belum bisa mensejahterkan masyarakatnya ialah Lampung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provinsi yang pada tahun 1500 hingga 1800 M dikuasai oleh kesultanan Banten, saat ini menjadi Provinsi termiskin setelah Aceh. Walau banyaknya ketersediaan lada sebagai komoditi utama di Provinsi ini, sehingga pada 22 Agustus 1682 silam perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia yaitu Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) menginginkan hak monopoli perdagangan lada di Lampung, ternyata semua ini tidaklah membawa dampak apa-apa bagi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung. Terbukti tahun 2008 sekitar 21 % dari jumlah keseluruhan penduduk di provinsi Lampung tergolong miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh, jika kita melihat Indonesia pun demikian. Lautnya luas namun isinya yang melimpah tidaklah membuat nelayan kaya, sumber batu bara buanyak tetapi pasokan listrik untuk PLN tidaklah mencukupi. Komoditas pertanian seperti beras, lada, kopi, coklat, minyak sawit, karet dan biji-bijian menduduki peringkat 1-6 dunia (Studi the economist, 2003) namun lagi-lagi hal tersebut tidak juga membuat petani sejahtera. Selain itu alam menginginkan nya menjadi penghasil kopi robusta terbesar kedua di dunia setelah Vietnam, dan juga produsen kakao terbesar ketiga dunia setelah pantai gading dan Ghana, ekspor minyak sawit mentah (CPO) terbesar di dunia mengalahkan tetangga kita yang mengklaim tari pendet (baca, Malaysia) dan masih banyak lagi keunggulan – keunggulan yang dimiliki Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lagi-lagi semua itu tidaklah mempunyai dampak sama sekali dalam penerapan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ironisnya lagi seperti yang diungkapkan calon Wakil Presiden pada pemilu 2004 lalu, Siswono Yudo Husodo dalam bedah buku menuju welfare state di Semarang, Jawa Tengah. Indonesia memiliki utang luar negeri yang besar dan jumlah penduduk miskin yang tinggi (Kompas, ¾).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apakah yang salah dengan semua ini, kepada siapa hati ini mengadu, kepada siapa diri ini berharap dan kepada siapa rindu ini di labuhkan untuk mencari kesejahteraan di negeri ini? Menurut salah satu pakar manajemen, selalu ada jalan keluar dari sebuah krisis. Harapan itu memang selalu ada buat anak bangsa untuk selalu optimis. Namun, apakah jalan keluar itu akan ada jika kita hanya berdiam diri? Penulis pikir perubahan itu tidaklah akan terjadi jika kita hanya menanti dan menanti. Pertanyaan mendasar, bagaimana caranya melakukan perubahan tersebut? Berikut ini adalah gagasan dari penulis yang mudah-mudahan bermanfaat nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama Adalah Pembentukan Pribadi Disiplin&lt;br /&gt;Tepat 8 Juli lalu, salah satu media cetak yang ada di Provinsi Lampung memberitakan salah satu oknum di instansi pemerintah kedapatan memakai sandal pada saat bekerja. Hal ini menarik perhatian penulis untuk dicermati terutama berkaitan dengan disiplin. Disiplin atau taat kepada ketentuan yang berlaku sangatlah diperlukan untuk mencapai tujuan. Lee kuan yew, seorang menteri di Singapura pernah mengatakan bahwa “untuk bangsa-bangsa Asia termasuk Indonesia sangatlah diperlukan disiplin, dan disiplin di Negara Asia ini lebih penting dari pada demokrasi”, ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikatakan oleh seorang penanggung jawab pembangunan Negara kota Singapura itu memang ada benarnya dan ini sudah dibuktikan sendiri oleh Singapura dalam keberhasilannya mencapai tingkat kesejahteraan masyarakatnya yang tinggi hanya dalam waktu kurang dari 50 tahun. Bisakah Negara kita melakukan seperti itu? &lt;br /&gt;Harvey Jones dalam managing to survive pernah mengatakan dalam pengalamannya ketika menulis bahwa “tidaklah mungkin mengubah organisasi yang tidak menerima kenyataan bahwa cara-cara yang sekarang mereka lakukan mengundang bahaya….organisasi hanya bisa berubah bila orang-orang di dalam organisasi juga berubah dan orang hanya akan berubah jika didalam hati mereka menerima bahwa perubahan harus terjadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan memang mudah tuk diucapkan tetapi sulit diimplementasikan, padahal skill  pribadi terbesar yang diperlukan di dalam dasawarsa ini ialah kemampuan untuk mengelola perubahan. Perubahan adalah pekerjaan hati dan pikiran, dan lokomotif dari perubahan itu sendiri adalah ketidakpuasaan dengan, dan kekhawatiran untuk mempertahankan status quo apalagi bila mengadakan perubahan itu “melawan” apa yang sudah menjadi kepercayaan orang dalam organisasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya “ngaret” didalam bangsa kita misalnya adalah sebuah “kepercayaan” yang sudah melekat pada masing-masing pribadi masyarakat Indonesia, dan untuk melawan apa yang sudah menjadi kebiasaan tentunya tidaklah sangat mudah. Oleh karena itu, pembentukan pribadi disiplin sangatlah dipentingkan sekali disini. Karena untuk membangun kesejahteraan, baik perorangan maupun bangsa, disiplin sangat diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada bangsa yang sejahtera tanpa disiplin dan makin kuat disiplinnya makin besar kemampuan untuk mencapai tingkat kesejahteraan yang tinggi. Singapura pun pada permulaan pembangunannya sekitar tahun 1960-an dimulai dari peningkatan disiplin, demikian juga Jepang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jepang, situasi kantor pemerintahan dan swasta bak seperti sekelompok semut. Tidak ada semut yang berdiam diri, apalagi membaca Koran atau sekedar ber- facebook-kan ria. Semuanya bergerak dari jam kantor sampai jam pulang, dunia barat pun demikian. Dan kini kita bisa melihat bagaimana Negara mereka, saat mereka menerapkan disiplin dari diri pribadi sampai masyarakat luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu pertanyaannya, bagaimanakah membentuk pribadi berdisiplin? Membentuk dan mengajarkan seseorang untuk bersikap atau berkepribadian disiplin bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan dalam kehidupan nyata, akan tetapi, bukan tidak mungkin ini juga dapat dilakukan dengan cara yang sangat sederhana misalnya dengan menggunakan jam kejujuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam kejujuran diberlakukan kepada setiap siswa sekolah sebagai generasi penerus. Karena apa, ”pemuda hari ini adalah pemimpin hari depan” Ujar Bung Hatta, artinya generasi muda ialah generasi pewaris negeri ini nantinya. Oleh karena itu perlunya pembentukan pribadi disiplin dengan jam kejujuran sedini mungkin harus dilakukan.&lt;br /&gt;Jam kejujuran sendiri mempunyai arti jam kedatangan siswa di sekolah diisi oleh siswa itu sendiri. Artinya satu orang siswa memiliki satu buah jam kejujuran yang diletakkan di depan kelasnya masing-masing. Jadi disini siswa dituntut untuk jujur pada saat memutar jarum jam sesuai dengan jam kedatangannya ke sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana teman-temannya bisa melihat siapa yang datang pertama kali, siapa yang datang terlambat dan lain-lain. Semuanya terlihat di jam kejujuran, termasuk guru. Dan yang lebih dipentingkan, setiap hari adanya evaluasi kejujuran dari setiap siswa pada jam kejujuran ini. Dengan demikian, kita semua bisa mendapatkan banyak manfaat dari jam kejujuran, mulai dari kejujuran sendiri, kedisiplinan, dan kedekatan guru dan murid pun akan terasa karena setiap hari pertemuan dari evaluasi kejujuran itu berlangsung. &lt;br /&gt;Selain itu, guna membentuk pribadi disiplin juga harus dimulai dari penggarapan lalu lintas. Seperti yang kita ketahui bersama, bagaimana wajah lalu lintas kita mulai dari sopir yang ugal-ugalan, sampai menerobos lampu merah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan tak lain kerena mengejar setoran tanpa melihat aspek keselamatan dari diri dan orang lain. Padahal bila kita bandingkan dengan Negara tetangga, hal itu tidaklah terjadi. Melewati garis berhenti waktu lampu merah sedikit saja sudah terkena sanksi. Nasehat dari para orang tua terdahulu untuk melihat kanan dan kiri sebelum menyebrang tidak lah berlaku lagi. Untuk itu semua, perlunya kesadaran dan peran Polri dalam menjalankan tugas dengan benar, karena lalu lintas sangatlah menyangkut masyarakat luas dan berdampak bagi banyak orang. Citra polisi yang hanya melakukan penahanan hanya untuk meminta uang belaka haruslah segera dihilangkan. Polri harus serius merobah dirinya dan dengan perubahan itu membuat masyarakat berubah menjadi lebih disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, penegakan disiplin juga harus bersumber dari kepemimpinan. Baik itu kepemimpinan nasional maupun di setiap instansi yang harus tegas menyatakan perlu tegaknya disiplin di Indonesia. Bersamaan dengan itu memberikan tauladan dalam sikap dan perbuatan pribadi di setiap lembaga, sehingga masyarakat sadar bahwa Indonesia secara serius menegakkan disiplin. Lalu mendorong seluruh lembaga pemerintahan dan masyarakat untuk berbuat hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberlakuan disiplin di Institusi ini dapat kita lakukan dengan penerapan disiplin absen dengan menggunakan absen sidik jari yang dibatasi oleh waktu. Misalnya jam dikantor di Indonesia umumnya ialah dimulai dari jam 08.00-16.00 wib. Pemberlakuan absen dalam pembatasan waktu dengan toleransi sekitar 5 menit dari awal jam kerja (artinya batas waktu absen ialah sampai 08.05 wib) , begitu juga jam pulang. Hal ini dilakukan agar membatasi pegawai yang datang dengan tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua Adalah Pembentukan Pribadi Malu Korupsi&lt;br /&gt;“Yang menghancurkan Indonesia ya korupsi”! Begitulah lontaran jawaban yang dikatakan oleh Slank ketika ditanya mengenai korupsi. Korupsi di Negara kita memang ibarat kangker ganas, dan boleh jadi apa yang dikatakan oleh Slank itu adalah suara hati dari seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia. Karena memang korupsi itu ialah tujuan dari perjuangan para aparat penegak hukum dan elemen perjuangan. Begitu banyak upaya dikerahkan untuk melawan korupsi sampai-sampai seluruh Negara di berikan rangking korupsinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korupsi selalu dianggap berhubungan dengan kesejahteraan sebuah bangsa. Negara bersih, Negara bebas korupsi, Negara semakin sejahtera. Dimana-mana selalu ada justisfikasi seperti itu. Bagaimana Indonesia? Untuk Negara kita memang belum banyak berubah. Dalam berbagai survey kita belum bisa beranjak dari nomor urut bontot, 2007 misalnya kita berada pada urutan 143 dari 183 negara yang disurvei. Tahun 2008, “naik” sedikit menjadi 126 tetapi tidak lebih baik dari Nigeria, Vietnam bahkan Ethiopia. Namun di 2009 ini, kita ditetapkan oleh Political and Economic Risk Consultancy (PERC) sebagai Negara terkorup se-Asia pada 9 April lalu yang penulis sebut sebagai kado di hari pencontrengan Indonesia di sebuah opininya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebuah kenyataan bersama yang harus kita hadapi. Perang terhadap korupsi semestinya bukanlah hanya tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Indonesia Corruption Watch (ICW) atau lembaga lainnya, melainkan tugas utama kita semua untuk memeranginya karena dampak dari praktik korupsi sangatlah terasa sekali, mulai dari ekonomi dan demokrasi menjadi hancur, sampai tidak adanya good public. Karena itu, bagaimana pun juga tidak ada satu agama manapun yang menurut penulis membenarkan praktik korupsi karena dampaknya yang begitu besar nantinya. Lalu bagaimanakah caranya menekan angka korupsi tersebut? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa yang dikatakan oleh Jin terhadap pemuda Lampung tadi bahwa bila Indonesia ingin keluar dari problematika umat, maka yang diperlukan ialah komitmen dan managerial yang baik. Bagaimana komitmen dari semua element (analisis potensi) dan juga bagaimana managerial yang baik (strategi pemecahan masalah) untuk menekan angka korupsi. Hal ini dapat dilakukan, pertama dengan pemberlakuan kantin kejujuran, sekolah anti korupsi dan pojok anti korupsi disetiap sekolah. Hal ini diperlukan guna membentuk akar kejujuran bagi generasi muda sedini mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua ialah membentuk Rumah Anti Korupsi (RAK). Rumah anti korupsi ini didirikan per Kabupaten, sarana yang digunakan dapat menggunakan rumah sederhana. Orang-orang yang mengelola RAK ini adalah orang yang mempunyai komitmen yang tinggi akan pemberantasan korupsi. Rumah ini nantinya berisikan akan data-data pejabat Kabupaten tersebut yang melakukan korupsi. Mulai dari foto, jumlah uang yang dikonsumsi dan hukuman yang diterimanya. Selain itu, RAK juga tentunya bisa dengan mudah melakukan kreatifitas atau terobosan baru guna mensosialisasikan perang terhadap korupsi kepada semua lapisan masyarakat, misalnya dengan membuat iklan, baik cetak maupun elektronik atau bekerja sama dengan stasiun radio atau televisi daerah setempat untuk mengadakan rubrik selamat pagi koruptor yang berguna “menjemput bola” berupa menerima indikasi awal dari penyelenggara Negara atau swasta yang terlibat korupsi . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sangatlah diperlukan sekali, karena doktrin melalui iklan jika dilihat pada masa kampanye lalu mampu membentuk persepsi publik tersendiri. Terbukti cara kampanye paling efektif menarik hati pemilih ialah iklan di Tv (Tempo, 26-26 Juli 2009). Lalu kenapa tidak kita lakukan hal serupa pada perang terhadap korupsi? Selain itu, pemberian rangking dari provinsi terkorup dan terbersih pun perlu dilakukan. Hal ini berguna untuk memotivasi tiap provinsi untuk membebaskan provinsinya dari jerat korupsi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang tidak kalah penting lagi selain kantin kejujuran, SAK, PAK dan RAK adalah proses perekrutan yang baik dan benar. Jika kita melihat siapa yang terbanyak melakukan korupsi tak lain ialah penyelenggara Negara kita yang berkembang biak sampai kelurahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti survey yang dilakukan terhadap 500 responden di Jakarta dan Surabaya pada 11-20 November 2008 yang dilakukan oleh Transparansi International Indonesia (TII) yang menyimpulkan bahwa Legislatif mendapatkan skor tertinggi 4,4 dari skala satu sampai lima, disusul oleh Peradilan (4,1), Partai Politik (4,0), Pegawai Publik (4,0), Sektor Bisnis (3,2), dan (2,3) untuk media dalam hal korupsi ( Tempo, 8-14 Juni 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa hal ini bisa terjadi, karena tak lain bermula dari proses perekrutan yang tidak benar. Munculnya orang-orang seperti Abdul Hadi Djamal, Bulyan Royan, dan Al-Amin Nasution dan tumpulnya palu hakim pada Pengadilan Negeri Makassar yang membebaskan 35 tersangka korupsi (Tempo, 6-12 April 2009) adalah bermula dari proses perekrutan yang tidak benar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya siapa dan punya berapa yang diutamakan, padahal hal inilah yang bisa membentuk mental aji mumpung bagi seorang pejabat nantinya. Seperti juga yang saat ini menjadi dugaan adalah fit and proper test pada calon anggota Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang diduga banyak kongkalikong dalam uji kelayakan dan kepatutan tersebut. Bagaimana tidak orang-orang hebat seperti mantan wakil ketua KPK yang juga eks Dirut PT Timah Bangka Belitung Erry Riana Hadjapamekas, pejabat teras Departemen Dalam Negeri (Depdagri) Bambang Pamungkas dll yang diuji oleh temannya sendiri. Jika dilihat, maka fit and propet test ini syarat dengan kolusi seperti halnya pengakuan dari mantan anggota DPR dari Fraksi PDIP Agus Condro yang menyatakan menerima uang Rp 500 juta saat meloloskan Miranda Goeltom sebagai deputi Gubernur senior Bank Indonesia (Tempo, Juni 2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dalam melakukan seleksi diperlukanlah prinsip good governance (keadilan, persamaan, transparansi, supremasi hukum dan akuntabilitas (world conferenceen governance, UNDP, 1999). Hal ini sangat perlu dilakukan karena faktor manusia (man) sangatlah dominan dalam pencapaian tujuan organisasi. Karena manusia adalah faktor penggerak (independent) dari faktor lainnya yang dependent. Jika manusia baik dan berkualitas, faktor yang lainnya dapat digerakkan secara baik. Jika manusianya tidak berkualitas faktor yang lainnya juga akan rusak. Untuk itu proses perekrutan yang benar perlu dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari semua gagasan tersebut sangatlah perlu dilakukan, karena pola tersebut tidak saja menjadikan masyarakat sebagai objek tetapi juga sebagai subjek dalam program pembentukan Indonesia yang punya kebanggaan dan keteguhan, yang tidak rendah diri dan malu untuk korupsi. Sehingga Ironi negeri bernama Indonesia ini hanyalah ada di kompetisi esai Tempo ini nantinya. SEMOGA*&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-3071828838958706265?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/3071828838958706265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/10/ironi-negeri-bernama-indonesia_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/3071828838958706265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/3071828838958706265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/10/ironi-negeri-bernama-indonesia_20.html' title='Ironi Negeri Bernama Indonesia'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-2575023127334537837</id><published>2009-08-29T03:49:00.000-07:00</published><updated>2009-08-29T03:51:48.268-07:00</updated><title type='text'>RAMADHAN UNTUK KEBANGKITAN NEGERI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;TAK terasa Ramadhan tahun ini telah menghampiri kita semua. Disaat pekikan kata-kata merdeka yang tadinya menyelimuti suasana di lapangan dari berbagai lomba kini, lambat laun surut dan berganti menjadi pekikan takbir dan ucapan Marhaban Ya Ramadhan&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;yang bergaung di hampir setiap masjid. Hal itu wajar saja terjadi sebagai ungkapan syukur kita sebagai hambaNya karena telah di berikan kesempatan untuk dapat menyambut bulan agung, bulan penuh rahmat dan ampunan yaitu bulan suci Ramadhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Bulan Ramadhan disebut sebagai &lt;i style=""&gt;sayyidus syahur, &lt;/i&gt;artinya raja dari semua bulan. Ia ibarat tamu agung yang mengetuk semua pintu hati dari setiap manusia untuk membukanya. Namun dari semua pintu yang diketuk tidaklah semuanya yang membukakan pintu tersebut dan mempersilahkan masuk tamu agung tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Satu lintasan sejarah Rasulullah SAW, menarik untuk disimak. Suatu ketika di penghujung bulan Sa’ban. Lelaki bijaksana yang teladannya mampu menginspirasi banyak manusia dengan kata-katanya yang mampu menemus tabir, Rasulullah SAW tengah memberikan pencerahan kepada para sahabat, kaum muslimin dan muslimat, “Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan magfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam yang paling utama. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasih manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. “ (H.R. Ibnu Huzaimah)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Jika kita mengacu kepada sepenggal khotbah Rasulullah menjelang Ramadhan. Rasulullah telah menjelaskan makna, kedudukan dan peranan dari Ramadhan. Mulai dari melatih kita untuk berdisiplin dan bersabar, Ramadhan juga mengarahkan kita dapat berempati terhadap penderitaan rakyat miskin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Ramadhan sejatinya selalu dinantikan bahkan dirindukan sebagai oasis. Dirindukan kehadirannya karena dapat melakukan refleksi atas jejak-jejak perjalanan, baik kita sebagai insan manusia maupun &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; sebagai sebuah bangsa. Sebagai seorang insan, Ramadhan tentunya bisa merefleksi kadar iman kita agar menjadi &lt;i style=""&gt;Laa allakum tattakun &lt;/i&gt;(Manusia yang bertaqwa) nantinya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Buya Hamka menggambarkan aspek yang lebih mudah melihat arti taqwa yaitu taqwa terkandung sikap dan perasaan positif seperti cinta, kasih, harap cemas dan ridho kesabaran Tuhan. Serta merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita, sehingga kita dapat selalu berkomunikasi dengan Tuhan. Dengan demikian hadirnya puasa akan menghadirkan tiga perubahan fundamental nantinya terhadap pelaku puasa yaitu adanya pengalaman keberagamaan yang selalu menghayati akan kehadiran Tuhan yang selalu dekat di kehidupan manusia, aspek logisnya akan terjadi penjunjungan tinggi nilai-nilai kedamaian, kebenaran dan keadilan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Kedua, perubahan fundamental terhadap orang yang kekurangan artinya jiwa persaudaraan terlahir bagi pelaku puasa. Ketiga, dalam puasa kita dilatih untuk menjaga sikap dan menahan segala macam hawa nafsu termasuk nafsu amarah. Dengan demikian akan terlahirlah nilai-nilai tersendiri bagi insan yang telah melakukan puasa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Sedangkan sebagai sebuah bangsa Ramadhan tentunya dapat membangkitkan gairah yang lahir agar dapat mendorong semangat bangsa untuk dapat terbebas dari daya angkara murka karena sejarah telah banyak mencatat akan peristiwa-peristiwa besar yang terjadi pada bulan-bulan ramadhan. Seperti pada Jum’at, 17 Ramadhan tahun ke-2 H (623 M), kaum muslimin dibawah pimpinan Rasulullah berhasil mengalahkan keangkuhan kafir Quraisy. Kemenangan ummat islam terhadap bangsa Mongol pada perang’ Ain Jalut (dekat Nablus di Palestine) dilakukan pada Jum’at 15 Ramadhan 658 H. Perang ‘Ain Jalut merupakan peristiwa besar dalam sejarah islam dan merupakan kemenangan pertama yang berhasil dicapai oleh kaum muslimin terhadap orang-orang Mongol.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Selain itu bagi bangsa kita Indonesia, Ramadhan juga memiliki arti tersendiri yaitu kebangkitan dari penjajahan karena Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945 silam ialah juga bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 H.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Jika kita melihat lintasan sejarah diatas Ramadhan adalah momentum kebangkitan, oleh karena itu sudah sepantasnyalah jika Ramadhan kali ini dapat menjadikan bangsa kita untuk dapat mewujudkan cita-cita berbangsa dan bernegara seperti cita-cita dari para pendiri bangsa kita terdahulu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Kebangkitan Negeri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Sudah bukan menjadi rahasia bagi bahwa bangsa kita &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; kini dihadapi oleh upaya untuk mengatasi permasalahan-permasalahan kebangsaan, mulai dari pengangguran, kemiskinan sampai masalah terorisme. Memasuki bulan ramadhan kali ini rakyat juga kembali dipaksa untuk menghadapi kenyataan menghadapi naiknya bahan-bahan pokok sampai kelangkaan akan minyak tanah (&lt;i style=""&gt;Lampung Post, 25/8)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Sungguh menjadi ironi tersendiri bagi bangsa ini dalam menghadapi permasalahan-permasalahan kebangsaan disaat sebenarnya kita dikelilingi oleh sumber daya alam yang melimpah ruah. Ini tak ubahnya seperti ayam yang mati dilumbung padi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Upaya pemerintah sebenarnya untuk mengatasi permasalah-permasalahan kebangsaan sudahlah maksimal namun upaya tersebut seringkali berjalan seperti seorang yang memintal benang hingga menjadi kain dan kemudian diuraikannya kembali kain tersebut (baca, sia-sia)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Dengan banyaknya berbagai persoalan kebangsaan janganlah lantas membuat kita menjadi putus asa dan bersikap apatis. Bukanlah semangat untuk bangkit justru lahir dari keterpurukan. Bukankah situasi sulit mampu membuat sebuah bangsa menjadi dewasa, ibarat sebuah pensil jika kita analogikan, bahwa untuk mempertajam sebuah pensil diperlukanlah sebuah sayatan-sayatan tajam dari silet agar pensil tersebut dapat digunakan kembali dan dapat menghasilkan tulisan-tulisan yang jelas nantinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Bangsa kita memang saat ini sedang dihadapi oleh krisis berkepanjangan, akan tetapi harapan untuk maju menjadi sebuah bangsa yang kuat tentu masih ada. Apalagi saat ini ramadhan adalah bulan mulia dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; telah memasuki usia yang ke-64 tahun, tentunya bukanlah usia yang terlalu dini untuk bangkit.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Bangkit menjadi bangsa yang berdaulat, yang mampu mengolah kekayaannya secara optimal. Bangkit menjadi bangsa yang menetapkan regulasinya yang lebih condong kepada masyarakat dari pada pemilik modal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Jadi alangkah indahnya jika di bulan penuh berkah ini, seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat bersama-sama berkomitmen dan meneguhkan pendirian untuk mau bangkit membangun &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; ini karena pada dasarnya bahwa perubahan sudah tidaklah bisa ditunda lagi. Saatnya bagi kita semua memulai sebuah gerakan yang menintegrasikan nilai-nilai ketuhanan dan nilai-nilai moral agama ke dalam setiap system di Negara kita karena moral keagamaan akan berfungsi sebagai kendali terhadap nafsu serakah manusia tentunya. SEMOGA*&lt;/p&gt;Diterbitkan di Penulislepas.com 27/8 dan Lampung Ekrpes Plus 28/8/09  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-2575023127334537837?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/2575023127334537837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/ramadhan-untuk-kebangkitan-negeri_3343.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/2575023127334537837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/2575023127334537837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/ramadhan-untuk-kebangkitan-negeri_3343.html' title='RAMADHAN UNTUK KEBANGKITAN NEGERI'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-8855366420264334801</id><published>2009-08-21T02:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T02:38:58.156-07:00</updated><title type='text'>Selamat Berpuasa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Selamat menunaikan ibadah puasa kepada semua kaum muslimin dan muslimat yang menjalankan&lt;br /&gt;semoga bisa mempertebal iman kita semua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hairul_PSHT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-8855366420264334801?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/8855366420264334801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/selamat-berpuasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8855366420264334801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8855366420264334801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/selamat-berpuasa.html' title='Selamat Berpuasa'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-5939952052928703307</id><published>2009-08-18T06:52:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T06:53:33.004-07:00</updated><title type='text'>BERITA DUKA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Atas Nama Pribadi dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kel. Besar PSHT Cab. &lt;st1:place st="on"&gt;Bangka&lt;/st1:place&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Turut Berduka Cita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Atas Meninggalnya Ibunda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Kang Mas Tarmajdi Boedi Harsono, SE&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;(Ketua umum PSHT)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;Semoga amal ibadahnya diterima disisiNya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-5939952052928703307?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/5939952052928703307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/berita-duka.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/5939952052928703307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/5939952052928703307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/berita-duka.html' title='BERITA DUKA'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-3696867560157185127</id><published>2009-08-16T23:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-18T03:50:35.298-07:00</updated><title type='text'>KEMISKINAN DI USIA KE-64 TAHUN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;(Diterbitkan di Bangka Pos, 15 Agustus, Trans Lampung 18 Agustus 2009)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;LEBIH dari setengah abad sudah Negara kita &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; telah mengenyam kemerdekaan. Tepat 17 Agustus 2009 nanti, usia itu memasuki usia yang ke 64 tahun. Usia yang menurut kaca mata penulis tidaklah cukup muda lagi untuk bangkit, untuk menyelesaikan semua permasalahan-permasalahan kebangsaan. Salah satu permasalahan yang ada yang tak kunjung usai di Negara kita ini ialah mengenai kemiskinan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Persoalan kemiskinan pada masyarakat kita kini masihlah menjadi isu yang penting sekali untuk dibahas. Walau berbagai program pemerintah terus dilakukan dan digalakkan sejalan dengan iklim kemerdekaan, tetapi sampai saat ini kemiskinan di Negara kita ternyata masihlah belum beranjak dari bumi pertiwi ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Di era pemerintahan presiden Soeharto misalnya program pengentasan kemiskinan ini ditempuh dengan mewajibkan kepada semua para pengusaha untuk menyumbangkan sekitar 2 persen dari keuntungannya (setelah dipotong pajak) mereka bagi dana khusus pengentasan kemiskinan yang ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Dari program itu terkumpul dana sebesar Rp 400 Miliar dan itu digunakan untuk program bantuan tanpa bunga atau bunga ringan untuk kaum miskin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Sedangkan pada pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) upaya pengentasan kemiskinan dilakukan dengan program bantuan beras bagi masyarakat miskin (Raskin), &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kesehatan bagi orang miskin, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan lain-lain yang disebut-sebut di periode kepemimpinan selanjutnya program ini tidak akan di galakkan lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Pada dasarnya di setiap Negara terutama Negara ketiga, kemiskinan masihlah menjadi hal penting yang harus segera diselesaikan karena dampaknya yang begitu besar bagi kondisi sosial di Negara tersebut. Bagi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, kemiskinan bagai penyakit “sosial” yang tak kunjung sembuh karena belum ada obatnya sampai saat ini. Walaupun secara nominal angka alokasi anggaran untuk program pengentasan kemiskinan selalu meningkat dari Rp 24 triliun pada tahun 2005, Rp 42 triliun pada tahun 2006, Rp 51 triliun pada tahun 2007 dan 65 triliun pada tahun 2008. Namun kemiskinan masihlah menjadi pemandangan umum di berbagai daerah di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Di Provinsi Lampung sendiri jika kita mengacu kepada perkataan dari Gubernur Lampung, Sjachrodin ZP, Selasa (11/8), jawabannya jelas. Angka statistik yang direntangkan Gubernur pada tahun 2006, jumlah penduduk miskin 1.673.921 orang atau sekitar 22,62 persen dari total penduduk Lampung. Tahun 2007 sekitar 22,19 % dan 2008 sekitar 21 % dari jumlah keseluruhan penduduk di provinsi lampung.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Sedangkan secara keseluruhan pemerintah melalui Biro Pusat Statistik (BPS) dengan penentuan standar kebutuhan minimum yang dibedakan atas makanan dan non-makanan menyebutkan bahwa jumlah orang miskin di Indonesia sebesar 15 % dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Kebutuhan makanan oleh BPS diperhitungkan berdasarkan kemampuan untuk mengkonsumsi 2.100 kalori per hari. Sedangkan kebutuhan non-materi makanan mencakup sejumlah komoditi seperti sandang, pendidikan dan kesehatan. Sementara itu data dari Bank Dunia menyebutkan bahwa 49 % penduduk &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; masuk kategori masyarakat miskin. Perbedaan data mengenai penduduk miskin di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; ini wajar terjadi karena pada dasarnya kemiskinan kini dipahami dalam berbagai cara. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Komite penanggulangan kemiskinan (2002) mengemukakan bahwa masyarakat miskin secara umum ditandai dengan keberdayaan atau ketidakmampuan dalam hal : (1) memenuhi kebutuhan dasar pangan dan gizi, sandang, papan, pendidikan dan kesehatan (&lt;i style=""&gt;basic needs&lt;/i&gt;), (2) melakukan kegiatan produktif (&lt;i style=""&gt;unproductivensis&lt;/i&gt;), (3) menjangkau akses sosial dan ekonomi (&lt;i style=""&gt;inaccessibility&lt;/i&gt;), (4) menentukan nasibnya sendiri dan mendapatkan perlakuan diskriminatif, mempunyai rasa ketakutan dan kecurigaan, serta sikap apatis dan fatalistik (&lt;i style=""&gt;vulnerability), &lt;/i&gt;dan (5) Membebaskan diri dari mental dan budaya miskin serta senantiasa mempunyai martabat dan harga diri yang rendah (&lt;i style=""&gt;no freedom for poor)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Namun pemahaman utamanya mengenai kemiskinan ialah mencakup gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pangan" title="Pangan"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;pangan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; sehari-hari, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sandang&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Sandang (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;sandang&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar. Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Keterkucilan_sosial&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Keterkucilan sosial (halaman belum tersedia)"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;keterkucilan sosial&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan" title="Pendidikan"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Informasi" title="Informasi"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;informasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;Belajar Dari Cina dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Jeffrey Winters, &lt;i style=""&gt;associate professor of political economy &lt;/i&gt;pada &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Northwestern&lt;/st1:placename&gt;  &lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; dalam hasil dialog yang disarikan majalah &lt;i style=""&gt;warta ekonomi &lt;/i&gt;mengatakan bahwa angka pertumbuhan 7 % menjadi semacam target suci dan yang terus menurus diperbincangkan. Muncul mentalitas kalau pertumbuhan 7 % itu sudah hebat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Menurutnya, ada dua elemen dalam mentalitas 7 % yang sudah memiliki akar dalam sekali di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Pertama, adalah apabila tercapai 7 %, masa depan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; akan cerah. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kedua&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; hanya mampu tumbuh 7 %. Dari sini nampak bahwa dampak dari mentalitas 7 % cukup besar. Oleh karena itu dalam dialog Kadin, Jakarta, 20 Mei 2009, SBY dalam janjinya mengatakan akan membawa Indonesia ke dalam pertumbuhan ekonomi mencapai 7 persen pada akhir 2014 sehingga diperkirakan mampu mengurangi kemiskinan menjadi 8-10 persen nantinya. Dapatkah Yudhoyono mewujudkan itu semua? Mudah-mudahan saja dan tentunya kita semua berharap akan hal itu sehingga Negara kita dapat menekan angka kemiskinan seperti &lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt; dan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Di China mengurangi populasi kemiskinan pada tahun 1976 berjumlah 250 juta orang berkurang sampai 23 juta orang pada tahun 2005. Bagaimana &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dapat melakukan itu semua? &lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt; empat hal yang dilakukan mereka semua, pertama, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; khususnya pemerintahnya membimbing warganya dalam berbagai bidang dan menyusun kebijakan yang tegas. Kedua, meningkatkan partisipasi masyarakat &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Ketiga, meningkatkan kemandirian untuk membangun dan berupaya sendiri dalam pengentasan kemiskinan bagi pribadi masyarakatnya. Dan keempat ialah ekplorasi pengentasan kemiskinan. Keempat tahapan inilah yang dilakukan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;China&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; dalam mengentaskan angka kemiskinan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sedangkan India berhasil menekan angka kemiskinannya dari 40 % pada 1990 an menjadi 26 % pada awal abad ke-21 dan ditargetkan pada 2015 tidak ada lagi penduduknya yang diketegorikan sebagai penduduk miskin di Negara tersebut. Hal ini dilakukan dengan berfokus pada pengembangan pertanian dan perdesaan serta menciptakan lapangan kerja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Penciptaan lapangan kerja dimulai dari dunia pendidikan dengan mencetak tenaga ahli dalam bidang teknologi informasi, kemudian terbentuk lembah silicon yang disana terdapat sekitar 200 industri besar peranti lunak dan menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Tidak hanya itu mereka pun melakukan dan mengembangkan industri otomatif dan perfilmnya sehingga mampu memperkerjakan banyak tenaga kerja. Karena itulah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mampu merubah Negara tersebut sekarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Bagaimana dengan Negara kita? Sampai saat ini program yang digalakkan oleh pemerintah dalam pengentasan kemiskinan hanyalah sebatas memberikan ikan semata tanpa memberikan pancing. Seperti berfokus kepada upaya penyaluran bantuan sosial untuk orang miskin misalnya dalam bentuk raskin, BLT dan sebagainya. Upaya ini sebenarnya baik, namun program kedermawanan pemerintah ini justru dapat menjadikan dan memperburuk moral, prilaku masyarakat miskin bahkan mereka yang tidak miskin pun ikut merasakan kebijakannya, akibatnya tidak sedikit dari mereka yang menjadi ketergantungan. Selain itu juga program seperti bantuan sosial tersebut juga dapat menimbulkan celah korupsi dalam penyalurannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Oleh karena itu, kedepan program-program pengentasan kemiskinan ke depan harus di kembangkan dengan model pembangunan masyarakat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), yang di fokuskan kepada upaya menumbuhkan ekonomi kreatif dan produktif. Dengan begitu, program-program tersebut mampu membebaskan ketergantungan orang miskin dari yang bersifat permanen. SEMOGA*&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-3696867560157185127?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/3696867560157185127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/kemiskinan-di-usia-ke-64-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/3696867560157185127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/3696867560157185127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/kemiskinan-di-usia-ke-64-tahun.html' title='KEMISKINAN DI USIA KE-64 TAHUN'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-547233490611423122</id><published>2009-08-08T01:45:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T01:46:59.092-07:00</updated><title type='text'>TANGGUNG JAWAB DASAR INDUSTRIALISASI TELEVISI INDONESIA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;DALAM suatu jajak pendapat yang dilakukan oleh BBC, Reuters dan sebuah lembaga penelitian di Amerika, the media center, tentang kepercayaan dan isu media massa menyimpulkan bahwa keberadaan media sangatlah penting dalam kehidupan global kini. Jajak pendapat dijalankan oleh Yayasan Globescan, sebuah organisasi yang menaruh perhatian besar terhadap masalah media dan peningkatan kesadaran pencarian berita melalui internet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Temuan ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa keberadaan televisi memang menjadi perwakilan tentang nilai penting informasi bagi publik. Tapi, apakah semua itu masih berlaku disaat sekarang? Disaat dimana kebanyakan acara-acara di televisi sekarang ini lebih mementingkan hiburan semata ketimbang pemberian informasi. Mungkin, itulah pertanyaan mendasar kenapa tulisan ini penulis turunkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kontrol Dalam Acara Televisi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Di sebuah wall situs jejaringan pertemanan &lt;i&gt;facebook, &lt;/i&gt;penulis mendapati sebuah pernyataan dari seorang teman bahwa ia begitu kesal melihat adegan di sebuah acara yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta yang menampilkan Luna Maya dengan menggunakan pakaian sexy nya, dan ketika bertemu dengan Ariel tidak segan-segannya melakukan ciuman di depan anak-anak yang sebenarnya belum lah pantas untuk melihat itu semua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Hal itulah mungkin yang merupakan contoh kecil dari peristiwa yang membuat hati dari Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) dan Yayasan Kita dan Buah Hati (YKBH) dan berbagai organisasi pendukungnya tergerak untuk mensosialisasikan kampanye “sehari tanpa tv”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kampanye yang tidak bermaksud untuk memusuhi televisi ini kini telah berjalan 4 tahun sejak 2006 silam. Dimana di tahun ini di peringati pada Minggu, 26 Juli 2009 lalu. Kampanye yang bertujuan untuk mengingatkan kembali akan peran orang tua akan perlunya pengontrolan tayangan-tayangan yang dilihat anak-anaknya terhadap industrialisasi televisi. Karena memang acara-acara sekarang ini lebih banyak mementingkan komersial belaka tanpa melihat bahwa disana adanya “ekploitasi” anak-anak Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kekerasan sehingga mampu membentuk &lt;i&gt;character&lt;/i&gt; anak Indonesia yang seperti apa yang mereka lihat pada tayangan televisi kesukaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;            Televisi memang pada dasarnya merupakan sebuah produk hasil &lt;i&gt;sains&lt;/i&gt; dan teknologi. Tak bisa di pungkiri, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi ini manfaatnya sangatlah besar dirasakan oleh kita semua, apalagi sejak ditemukannya televisi kita bisa mengetahui berbagai macam berita mulai dari politik pasca pilpres, aksi terorisme yang kembali datang dan lain sebagainya kita bisa ketahui dari kotak hitam tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Selain itu keberadaan televisi yang merupakan audio visual, menjadi kelebihan tersendiri di banding media informasi lainnya. Sebagai media audio visual, televisi mampu merebut 94 persen pesan-pesan atau informasi yang dapat masuk ke dalam jiwa melalui mata dan telinga. Apabila menonton suatu acara di televisi, kita mampu mengingat 50 % pesan apa yang kita lihat dan kita dengar meskipun acara tersebut ditayangkan satu kali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Maka tak heran jika kemudian opini masyarakat dapat dipengaruhi melalui media yang bernama televisi ini. Namun di balik itu semua banyak tokoh dan pakar yang berbicara mengenai dampak negatif dari televisi, sampai-sampai ada yang mengatakan televisi itu berisi 99 % sampah. Untuk itu semua, maka, tak heran jika ada salah satu seorang produser yang produktif membuat sinetron untuk stasiun televisi justru tidak mengizinkan anak-anaknya menonton Tv (&lt;i&gt;Kartini, &lt;/i&gt;Juli 2009) Bahkan, di Amerika televisi bahkan dijuluki kotak idiot karena efek pembodohan yang ditayangkannya banyaklah yang tidak mendidik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;            Selain itu seperti yang diberitakan harian &lt;i&gt;Koran Lampung &lt;/i&gt;edisi 28 Juli 2009 kemarin bahwa dalam setahun seorang anak akan menghabiskan waktu 1.600 jam untuk menonton Tv, sedangkan untuk belajar hanya 750 jam setahunnya. Padahal, jika kita melihat tugas utama dari seorang anak adalah belajar tetapi ternyata porsinya dalam menonton itu jauh lebih besar ketimbang menonton Tv.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Selain itu, dampak dari sinar biru dari televisi sangatlah berbahaya bagi mata anak. Karena sinar biru yang muncul tidak sama dengan sinar ultraviolet matahari. Diperparah lagi, sinar biru tersebut masuk ke retina mata tanpa filter, dan panjang gelombang cahaya yang dihasilkan 400 hingga 500 milimeter, sehingga bisa memicu terbentuknya radikal bebas dan melukai fotokimia retina mata anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Lebih lanjut misalnya seperti rujukan pada penelitian di Amerika Serikat bahwa pada anak yang menghabiskan waktu 3-4 jam di depan layar televisi ditemukan sejumlah fakta yaitu pertama meraka mati rasa terhadap ancaman kekerasan, kedua, mereka suka menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan, ketiga, menirukan tindakan kekerasan yang tampak di televisi dan keempat, mereka selalu mengindentifikasi diri sebagai pelaku atau korban kekerasan (Tajuk &lt;i&gt;Replubika, &lt;/i&gt;22 November 2006)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Fakta dari penelitian diatas dapat kita renungi bahwa dulu ada sebuah “bom” besar yang mengguncang dunia pendidikan kita yaitu mengenai dampak dari tayangan acara smackdown di salah satu stasiun televisi yang mengakibatkan anak-anak banyak yang menirukan adegan tersebut di sekolahnya sehingga ada yang mengalami korban jiwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena menurut salah satu pakar Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta , Yamima, bahwa anak itu ialah peniru ulung. Mereka akan meniru apa pun yang mereka lihat tanpa mempunyai kemampuan menilai mana yang baik dan mana yang buruk akibatnya mereka menirukan adegan dari acara tersebut. Untuk itu kedepannya semua industrialisasi pertelevisian perlu melakukan sebuah reformasi terkait acara-acaranya karena bagaimana pun juga industrialisasi televisi di Indonesia mempunyai tanggung jawab untuk membangun &lt;i&gt;character building &lt;/i&gt;dari anak-anak bangsa Indonesia . Selain itu juga peran serta dari seorang orang tua untuk selalu mendampingi dan membatasi anak dalam menonton televisi adalah salah satu hal yang tidak kalah pentingnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-547233490611423122?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/547233490611423122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/tanggung-jawab-dasar-industrialisasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/547233490611423122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/547233490611423122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/tanggung-jawab-dasar-industrialisasi.html' title='TANGGUNG JAWAB DASAR INDUSTRIALISASI TELEVISI INDONESIA'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-2272055920803566928</id><published>2009-08-07T02:00:00.000-07:00</published><updated>2009-08-08T01:44:06.794-07:00</updated><title type='text'>MENGAPA HARUS PTN?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;(Sudah diterbitkan di opini Trans Lampung, 7 Agustus dan Lampung Post, 8 Agustus 2009)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Perguruan Tinggi Negeri atau yang biasa kita singkat PTN, saat ini ternyata masih saja digandrungi oleh calon mahasiswa. Terbukti, sekitar 319 ribu peserta mengikuti pertarungan yang memperebutkan kursi sekitar 90 ribu di perguruan tinggi negeri dan ini belum termasuk ujian lokal yang diselenggarakan oleh masing-masing perguruan tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Di Universitas Lampung saja misalnya, dihari pertama pendaftaran pada ujian lokal terjual 900 formulir. Ilmu Pengetahuan Alam 200, IPS 200 dan IPS 500 formulir (&lt;i style=""&gt;Koran Lampung&lt;/i&gt;, 8 Agustus 2009). Ini membuktikan bahwa animo masyarakat kita yang menginginkan masuk perguruan tinggi negeri sangatlah tinggi sekali walaupun dari setiap tahun yang menjadi “korban” akibat gagal menembus PTN semakin bertambah dan kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi swasta ternyata masih menipis.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Mengapa PTN masih saja menjadi kepercayaan sebagaian orang tua untuk menitipkan anak-anaknya dalam meraih masa depan? Mungkin itu adalah pertanyaan klasik jika kita ajukan kepada orang tua atau pun calon mahasiswa (cama). Dan tentunya jawaban jika lontarkan pertanyaan tersebut bisa kita tebak, bahwa kuliah di perguruan tinggi negeri itu lebih murah, lebih bergengsi dan berkualitas.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Benarkah PTN lebih murah biayanya ketimbang PTS sehingga setiap tahunnya para lulusan SMA selalu berbondong-bondong untuk mengikuti semacam ujian lokal atau Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN) ? Mitos yang berkembang dan mengatakan bahwa PTN lebih murah bila kita banding &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; dengan PTS, bahwa PTN lebih bermutu ketimbang PTS, tidaklah sepenuhnya benar.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Dari data yang bersumber dari seksi fasilitas pendidikan tinggi Dinas Pendidikan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), beberapa PTS di Jogjakarta yang memiliki kualitas baik dapat di buktikan dari akreditasinya. Di contohkan misalnya, di Universitas Islam Indonesia (UII) memiliki kualitas dan biaya yang sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM). Perguruan tinggi Swasta lain seperti UMY, UAD, USD, UAYJ,UKDW dan Akprid serta sejumlah sekolah tinggi lainnya memiliki kualitas baik dengan biaya yang lebih murah. Anggapan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lebih murah dan bergengsi sudah saatnya dihapuskan. Faktanya, UGM biayanya cukup mahal, rata-rata sama dengan UII karena proses BHMN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;Kini, bagi calon-calon mahasiswa yang memiliki pendidikan di Lampung, rasanya tidaklah terlalu susah karena banyak pilihan di Perguruan Tinggi Swasta yang ada. Yang paling penting ialah bagaimana menentukan pilihan pada program studi sesuai dengan minat dan bakat yang kita miliki. Selain itu juga bagaimana kesungguhan kita untuk kuliah dan kita bisa melihat berapa banyak lulusan atau alumni yang telah terserap oleh dunia kerja. Untuk itu bagi generasi muda yang gagal di PTN lalu tentunya tidaklah perlu berputus asa, karena gagal di PTN tidak menutup masa depan suram dan tentunya masih banyak jalan menuju Roma untuk meraih masa depan kita wahai generasi muda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-2272055920803566928?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/2272055920803566928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/mengapa-harus-ptn.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/2272055920803566928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/2272055920803566928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/08/mengapa-harus-ptn.html' title='MENGAPA HARUS PTN?'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-6372729021820216428</id><published>2009-07-29T21:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-29T21:15:15.064-07:00</updated><title type='text'>KEMENANGAN SEJATI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoListParagraph" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(Sudah diterbitkan di &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Lampung Ekpres Plus, Trans Lampung 28 Juli dan Koran Lampung, Bangka Pos 29 Juli 2009)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;SEJENAK setelah penulis membaca koran-koran nasional dan koran yang ada di Lampung, penulis berpikir, mengapa banyak sekali calon-calon pemimpin bangsa ini yang hanya mempersiapkan dirinya untuk memenangkan pertarungan namun tidak siap menerima kekalahannya? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di Iran misalnya, kemenangan dari Presiden Mahmoud Ahmadinejad ternyata di protes keras oleh lawan politiknya di pemilihan presiden yang berlangsung 12 Juni lalu. Akibatnya, Mousavi sebagai lawannya dalam pertarungan itu menyerukan kepada pendukungnya untuk segera melakukan protes turun ke jalanan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hal sama juga terjadi di Negara kita, di pemilihan anggota legislatif untuk menempati posisi DPR pusat, kabupaten/kota ataupun utusan daerah pada 9 April lalu juga menyebabkan banyak calon-calon yang kalah mengalami depresi, stres bahkan sampai ada yang gantung diri (baca, mati sia-sia) hanya karena tidak siap menerima kenyataan bahwa dirinya kalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Entah mengapa semua itu bisa terjadi. Kini, di dalam proses pemilihan presiden pun hal-hal serupa dimana calon-calon yang kalah tidak siap menerima kekalahannya terulang kembali. Berbagai upaya dilakukan olehnya mulai dari memboikot karena merasa tidak puas berkenan dengan masalah kacaunya Daftar Pemilih Tetap (DPT), &lt;i&gt;walkout&lt;/i&gt; dari pengesahan hasil pleno sampai-sampai tidak menghadiri penetapan hasil di Komisi Pemilihan Umum (KPU). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hal ini menjadi bukti bahwa mereka belum menerima kekalahannya. Padahal menurut pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit mereka harus merasa ikut bertanggung jawab atas proses pemilihan umum yang dilakukan KPU karena bagaimanapun fraksinya di DPR ikut serta untuk membuat Undang-Undang pemilu dan juga ikut menyeleksi dan memilih anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) (&lt;i&gt;Tribun Lampung&lt;/i&gt;, 26 Juli 2009)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tapi itulah sebuah kenyataan, rakyat sendiri padahal sudah menerima hasil pemilihan presiden. Hal ini terbukti dengan tidak adanya demo-demo penolakan hasil penetapan tersebut walaupun ada tapi skala kecil dan menurut SBY ada yang menginginkan negara kita seperti Iran yang banyak dilakukan protes oleh lawan politiknya. Namun, begitulah layaknya sebuah pertarungan atau pertandingan dimana ada yang menang dan ada yang kalah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pemenang tentunya akan semakin percaya diri sedangkan yang kalah akan mengalami kekecewaan, baik kekecewaan karena perolehan yang tidak sesuai dengan harapan dan kenyataan maupun kekecewaan terhadap pelaksanaan pemilu yang masih saja ditemukan kecurangan di berbagai tempat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Namun itu bukanlah sifat yang arif dan bijaksana untuk sekarang ini, sudah waktunya kekecewaan itu dikubur bersama dengan pengumuman hasil resmi pemilihan presiden dari komisi pemilihan umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Saatnya bagi semua pasangan capres-cawapres untuk berbesar hati menerima hasil pilpres, terutama bagi pasangan yang kalah. Ibarat kata penulis yang sering didengungkan kepada siswanya jika siswanya mengalami kegagalan dalam kejuaraan ialah sebuah pengalaman yang lebih berharga lebih dari apapun, untuk itu terus berlatih guna mempercepat &lt;i&gt;speed&lt;/i&gt; dan tehnik kemudian yang tak kalah penting ialah jiwa besar dan sprotifitas seorang atlit untuk menerima kekalahannya dan mengakui bahwa lawannya satu kali lebih unggul dari dirinya, jadi tidaklah perlu lagi menyatakan wasit pertandingan berpihak, curang ataupun yang lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Lompatan Si Belalang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hampir setiap &lt;i&gt;browsing &lt;/i&gt;di internet penulis selain membalas pesan-pesan yang masuk di &lt;i&gt;mail &lt;/i&gt;untuk sekedar berdiskusi juga selalu menyempatkan membaca cerita-cerita yang bisa diambil ibroh (pelajarannya). Berikut ini adalah sebuah cerita yang sederhana namun banyak pelajaran yang bisa kita petik terkait dengan kemenangan sejati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling Tinggi diantara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi kesana.Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut. Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut.Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Belalang itu bertanya kepada anjing,”Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini ?” “Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini” jawab anjing dengan sombongnya.Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda. Dia lalu berkata lagi “Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita”. “Baik”, jawab si anjing. “Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Keduanya lalu berbarengan menuju ke pagar tersebut.           &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kesempatan pertama adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar yang setinggi orang dewasa tersebut tersebut. Kesempatan berikutnya adalah si belalang muda. Dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. Namun ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut, dan kemudian belalang itu jatuh kembali ke tempatnya semula. Dia lalu mencoba melompat lagi dan melompat lagi, namun ternyata gagal pula. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Si anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata ,”Nah belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang ? Kamu sudah kalah”. “Belum”, jawab si belalang. “Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan. Beranikah kamu sekarang jika saya yang menentukan tantangan kedua ?” “Apapun tantangan itu, aku siap” tukas si anjing. Belalang lalu berkata lagi, “Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba melompat ditempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, dari diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya”.     &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Anjing kembali yang mencoba pertama kali. Dari hasil lompatannya, ternyata anjing berhasil melompat setinggi empat kali tinggi tubuhnya. Berikutnya adalah giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi setengah dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Dan belalang pun menjadi pemenang untuk lomba yang kedua ini. Kali ini anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Hebat. Kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi pemenangnya belum ada. Kita masih harus mengadakan lomba ketiga”, kata si anjing. “Tidak perlu”, jawab si belalang. “Karena pada dasarnya pemenang dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standard perlombaannya. Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan standard perlombaannya dan kamu yang menang. Demikian pula lomba kedua saya yang menentukan, saya pula yang menang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Intinya adalah kamu dan saya mempunyai potensi dan standar yang berbeda-beda tentang kemenangan. Adalah tidak bijaksana membandingkan potensi kita dengan yang lian. KEMENANGAN SEJATI adalah ketika dengan potensi yang kamu meiliki, kamu bisa melampui standar dirimu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Begitulah cerita dari lompatan si belalang. Apa pelajaran yang bisa kita petik, disana dikatakan bahwa kemenangan sejati ialah ketika dengan potensi yang kita miliki, kita bisa melampaui standar diri kita sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Penulis pikir dalam konteks pemilihan presiden, tim-tim kampanye ataupun calon-calon yang kalah telah jauh melampui standar dirinya sendiri. Terbukti walaupun terjadi orientasi atau pergeseran pemilih pada pilpres kali ini masyarakat tetap menganggap Megawati dan Jusuf Kallah sebagai sosok yang lebih merakyat ketimbang &lt;i&gt;iuncuembent &lt;/i&gt;Susilo Bambang Yudhoyono (Survey &lt;i&gt;Tempo, &lt;/i&gt;20-26 Juli 2009)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Untuk itu kini saatnya bagi semua pasangan capres-cawapres untuk berbesar hati menerima hasil ketetapan ini, terutama bagi pasangan yang kalah. Tunjukkan sikap sprortifitas yang tinggi. Rakyat butuh panutan pemimpin yang bukan hanya siap menang, tetapi juga pemimpin yang siap kalah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengutip dari pernyataan lawan politik Mc Cain pada pidatonya setelah dirinya dinyatakan kalah suara dari Barrack Obama, pesaingnya dalam merebut kursi presiden Amerika Serikat yaitu “ Adalah hal biasa pada malam hari merasakan beberapa kekecewaan. Namun, besok kita harus melangkah ke depan bersam-sama” &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Tak ada salahnya menurut penulis belajar dari seorang Mc Cain dalam menyikapi kekalahannya dan juga lompatan si belalang dalam menyikapi kemenangan sejati yang sesungguhnya itu seperti apa. Menerima dengan &lt;span style=""&gt;legowo&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;dan kemudian kedepan bersama-sama membangun bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat guna mewujudkan Indonesia yang sejahtera.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-6372729021820216428?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/6372729021820216428/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/07/kemenangan-sejati_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6372729021820216428'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6372729021820216428'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/07/kemenangan-sejati_29.html' title='KEMENANGAN SEJATI'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-5030254890475711851</id><published>2009-07-22T02:41:00.000-07:00</published><updated>2009-07-22T02:42:47.749-07:00</updated><title type='text'>MBAH SURIP DAN CAPRES TERPILIH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(Sudah diterbitkan di opini Koran Lampung, 21 Juli dan Lampung Ekpres Plus 22 Juli 2009)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;TAK….gendong…kemana-mana....tak….gendong…kemana-mana….enak tau…hahaha” Siapa yang tidak mengenal petikan lagu tersebut. Dari orang tua, remaja bahkan anak-anak mengenal lagu ini karna memang sejak bulan Mei 2009 lagu ‘&lt;i&gt;tak gendon&lt;/i&gt;g’ dari Mbah Surip ini mampu menerobos blantika musik tanah air dan mampu mengalahkan lagu-lagu kebanyakan yang bertemakan cinta yang selalu dikumandakan oleh band-band anak baru gede (ABG). Bahkan, tidak hanya itu &lt;i&gt;Ring Back Tone&lt;/i&gt; (RBT)- nya pun menjadi andalan tersendiri sehingga Mbah Surip kini mampu “menggendong” (baca, meraup) uang hingga Rp 9 Miliar dan mendapatkan royalty sekitar Rp 4,5 Miliar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kehidupannya pun kini tak lagi bisa bebas “menggelandang” karna kini semuanya terbentur akan jadwal &lt;i&gt;promo&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;show&lt;/i&gt; (pertunjukan) yang sangat padat. Pada 7 Juli lalu, misalnya, Mbah Surip tampil di &lt;i&gt;TVRI&lt;/i&gt; Jakarta, kemudian Sabtunya mesti mengisi acara di salah satu stasiun televisi swasta, siangnya terbang ke Bali untuk pertunjukan di sebuah kafe. Minggunya, ia menyanyi di panggung Depsos di Monas, lalu siangnya ke kebun buah Mekar Sari (&lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;, 12/7) dan berbagai tempat lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seniman jalanan yang lahir pada 5 Mei 1949 ini kini menjadi perhatian tersendiri di Negara kita. Tampil apa adanya di depan public dengan gaya “kebesarannya” seperti rambut gimbal serta topi, baju dan celana berwarna merah bendera Jamaika ini selalu mengacu pada gaya pemusik &lt;i&gt;reggae&lt;/i&gt;, Bob Marley. Dan kini ia telah mampu menyedot perhatian jutaan pecinta musik di tanah air sehingga menjadi fenomena tersendiri di Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Fenomena ramai akan Mbah Surip ini menurut penilaian penulis sendiri sama ramainya seperti halnya fenomena dari politik praktis, terutama yang berkaitan dengan fenomena sosok presiden terpilih untuk kali keduanya ini, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Walaupun belum ada ketetapan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), namun kita semua kini bisa memprediksikan SBY-Boediono-lah yang akan memenangkan pertarungan ini karena, dari lembag-lembaga survei seperti LSI, LP3ES, Puskaptis, LRI, Metro Tv dll yang mengadakan penghitungan cepat atau &lt;i&gt;quick qount, &lt;/i&gt;SBY-Boediono menduduki urutan teratas dengan perolehan suara mencapai 60 % suara disusul dengan Mega-Prabowo di urutan kedua yang hanya mampu mengumpulkan lebih dari 25 % suara. Sedangkan untuk calon presiden yang diusung oleh partai besar Golkar dan Hanura, Mohammad Jusuf Kalla hanya mampu menduduki peringkat buncit, dengan suara tak kurang dai 15 %.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hasil penghitungan cepat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei independen ini keberadaannya hampir mirip dengan perolehan sementara dari penghitungann yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Selain itu, hampir setiap lembaga survey memprediksikan hasil yang sama; dan biasanya menurut pengamatan dari penulis baik dari hasil penghitungan cepat pada pemilihan presiden 2004 maupun pemilihan anggota legislatif pada 9 April lalu, hasil penghitungan cepatnya atau &lt;i&gt;quick qount &lt;/i&gt;ini tidaklah jauh berbeda dari hasil resmi yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum, sebagai pihak yang berhak atas penerbitan hasil resmi dari proses pemilihan. Karena memang &lt;i&gt;marging of erro &lt;/i&gt;atau kisaran kesalahan dari lembaga tersebut sangatlah kecil sekali sekitar satu persen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sehingga, wajar saja jika kubu Yudhoyono sebagai pihak yang “diuntungkan” menganggap penghitungan ini ialah validasi awal atas kemenangan mereka. Sedangkan dari dua kubu yang kalah tentunya menyikapi penghitungan ini dengan berbeda. Prabowo misalnya menuduh penghitungan cepat ini “ngawur” dan “dibuat seolah untuk menyesatkan rakyat Indonesia”. Sedangkan calon presiden yang juga wakil presiden Jusuf Kalla ini menyikapi dengan agak kalem, dengan menyatakan menghormati proses hasil dari penghitungan cepat ini namun tetap akan menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Begitu juga dengan ucapan selamat dari politikus luar seperti Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Abdul Razak, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak, Perdana Menteri Australia Kevin Rudd, Presiden Timor Leste Ramos Horta, dan Presiden Fillipina Gloria Macapagal-Arroyo dan yang memberikan ucapan selamat ke tujuh yaitu Presiden Palestina Mahmud Abbas kepada Yudhoyono yang disambut ucapan terima kasih dari SBY ke Mahmud Abbas dengan mengatakan “Thank you for calling me. Thanks for congratulating me&lt;i&gt;” &lt;/i&gt;adalah sebuah pandangan yang beragam dari para elite politik dalam menyikapi fenomena kemenangan SBY dari hasil penghitungan cepat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pergesaran Pilihan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Fenomena kemenangan dari penghitungan cepat ini di dalam pemilihan presiden 2009 kali ini menegaskan akan adanya pergeseran prefensi dan orientasi rakyat dalam memilih. Jika di pemilihan umum pertama pada tahun 1955, misalnya, pemilihan presiden itu cenderung kepada politik aliran, Namun, pasca reformasi 1998 dengan munculnya partai-partai baru yang mengusung perubahan dan reformasi ini termasuk Demokrat sendiri menandakan adanya kesan politik figur yang bermain didalamnya. Artinya pemilihan konstituen ini tidaklah berdasarkan lagi pada ideologi partai (ideologis) namun lebih pada penekanan kepada penokohan. Dan hal ini terjadi pada pemilihan presiden di tahun 2004 dan 2009 ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Selain itu, proses pencitraan SBY yang dilakukan oleh konsultan politiknya, Zulkarnain Mallarangeng dan kawan-kawannya disinyalir juga ikut berperan terutama berkaitan dengan klaim-klaim keberhasilan seperti penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai tiga kali berturut-turut, keberhasilan swasembada beras dari salah satu kader terbaik PK Sejahtera, Anton Ampriantono sebagai salah satu pendukung atau mitra koalisi dari Partai Demokrat, ataupun Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau program PNPM Mandiri yang digalakkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Adanya gerakan satu putaran yang menjadi ikon Pilpres 2009 yang dilakukan oleh Denny J.A yang telah mendapatkan penghargaan oleh PWI Jaya (Persatuan Wartawan Indonesia), karena gerakan satu putaran yang dianggap telah mengambil resiko besar juga mampu mengangkat pencintraan SBY disamping klaim-klaim tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Walaupun klaim-klaim keberhasilan ini sering mendapatkan serangan dari kubu lawan untuk merosotkan citra sosok &lt;i&gt;incumbent&lt;/i&gt; ini, namun semuanya rakyatlah yang berbicara dan menilai akhirnya. Memang pada dasarnya tidaklah semua rakyat melihat ini semua sebagai suatu keberhasilan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seperti surat pembaca yang dilayangkan oleh salah satu sastrawan Lampung pada salah satu harian yang ada di Lampung pada edisi (13/7) yang berjudul “Maaf, saya tidak pilih SBY” yang menurut penulis itu menjadi salah satu contoh suara dari anak bangsa akan ketidakpuasan kepemimpinan Yudhoyono dalam memimpin negeri ini. Sehingga ia ialah termasuk salah satu pemilih yang tidak &lt;i&gt;mencontreng&lt;/i&gt; capres nomor urut dua tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Hal ini menurut penulis ialah sah dan wajar-wajar saja dilakukan, sama hal nya seperti ketika masyarakat lain mungkin ada yang kurang menyukai lagu &lt;i&gt;tak gendong&lt;/i&gt; dari Mbah Surip. Dan menganggap lagu ini dinilai telah menurunkan kualitas dari musik di Tanah air Indonesia ini sah-sah saja dilakukan karna memang setiap manusia mempunyai penilaian-penilaian tersendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 200%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Namun sekali lagi rakyatlah yang akhirnya menentukan dan memberikan penilaian. Dengan tercapainya suara rakyat sebesar 60 % menurut hemat penulis sangatlah bisa menandakan bahwa rakyat masih ingin memberikan kesempatan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk terus dapat bekerja dan “menggendong” semua partai dan pihak-pihak yang berkompenten untuk dapat mewujudkan Negara Indonesia yang sejahtera sampai tahun 2014 yang dalam artian untuk bisa me-“lanjutkan” kepemimpinannya seperti dalam slogannya sampai semua janji-janjinya bisa terrealisasi dengan segeranya, bukan semata-mata hanya menjadi sekadar &lt;i&gt;rolling &lt;/i&gt;kekuasaan dan &lt;i&gt;power sharing&lt;/i&gt; jilid berikutnya sehingga dapat mewujudkan ide dan gagasan cerdas dari &lt;i&gt;Founding Fathers &lt;/i&gt;Soekarno dan Hatta.SEMOGA*&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-5030254890475711851?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/5030254890475711851/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/07/mbah-surip-dan-capres-terpilih_22.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/5030254890475711851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/5030254890475711851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/07/mbah-surip-dan-capres-terpilih_22.html' title='MBAH SURIP DAN CAPRES TERPILIH'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-933541999010089832</id><published>2009-07-17T19:01:00.000-07:00</published><updated>2009-07-17T19:02:46.722-07:00</updated><title type='text'>MENUNGGU REALISASI JANJI CAPRES TERPILIH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;(Sudah diterbitkan di opini Trans Lampung, 18 Juli 2009)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Membaca opini Sri Adiningsih yang dimuat di harian ini (15/7) yang berjudul ‘Saatnya Janji Jadi Realisasi’ mengetuk hati penulis untuk dapat menuliskan opini ini. Terutama karna berkaitan dengan kata-kata dari penulisnya mengenai “Sekarang kita tinggal berharap agar siapapun nanti yang memerintah negeri ini akan bekerja keras untuk memenuhi janji-janjinya yang pernah disampaikan pada masa kampanye dulu”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Menurut pandangan penulis hampir dapat dipastikan dari hasil penghitungan cepat atau &lt;i style=""&gt;qouick qount &lt;/i&gt;yang dilakukan oleh sejumlah lembaga-lembaga survey seperti Lembaga Survey Indonesia (LSI), Metro Tv, Puskaptis, LRI dll yang ada yang akan memerintah di negeri ini selanjutnya tak lain ialah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono. Pada penghitungan cepat yang telah dilakukan itu kita semua bisa melihat pasangan capres nomor urut dua itu mampu mengungguli perolehan suara dari dua pasang calon lainnya dengan suara sekitar 60 %. Dan jika kita melihat dari hasil penghitungan cepat pada legislatif dan pemilihan presiden 2004 kemarin hasil yang ditetapkan tidaklah jauh berbeda dari hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) karna tingkat kesalahan dari lembaga-lembaga tersebut hanyalah plus minus berkisar sekitar satu persen. Jadi hampir dapat dipastikan pengitungan cepat ini ialah validasi awal dari kemenangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boedino. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Proses pemilihan yang dilakukan pada 8 Juli kemarin yang menghabiskan dana triliunan rupiah dari APBN ini sangatlah fenomena sekali karna proses pemilihan ini hanyalah dilakukan untuk mengganti sosok Muhammad Jusuf Kalla sebagai wakil presiden sekarang menjadi sosok Boediono. Tapi itulah demokrasi dan mudah-mudahan rakyat yang telah memilih kemarin tidak dikecewakan oleh janji-janji SBY-Boediono semasa kampanye. Karna seperti yang penulis lihat disisi lain di rubrik nasional di harian yang sama dan edisi yang sama, Konsorsium untuk Pembaruan Agraria (KPA) menagih janji dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Konsorsium untuk Pembaruan Agraria (KPA) mengingatkan Yudhoyono untuk segera merealisasikan janjinya terkait Program Pembaruan Agraria Nasional (PPAN), SBY mempunyai utang besar kepada kaum petani miskin di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Sebab, sejak Januari 2007 Yudhoyono telah mencanangkan pembaruan agrari yang disebut sebagai pertanahan untuk rakyat atau PPAN.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Boleh jadi apa yang diinginkan oleh KPA dan Sri Adiningsih ini ialah salah satu dari sekian banyak harapan dari anak bangsa akan janji-janjinya dimasa kampanye terdahulu. Janji pada dasarnya sangatlah mudah untuk diucapkan, walau kadangkala sulit untuk ditepati. Itu sebabnya kita begitu cepat memberi janji yang bahkan begitu telak, tanpa pada saatnya yang sama berpikir bagaimana menunaikannya kelak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Padahal janji adalah hutang apalagi hutang ini terkait dengan masyarakat banyak. &lt;i style=""&gt;My word is my bond, &lt;/i&gt;ujar orang-orang bijak. Ucapan saya adalah jaminan saya. Salah satu jalan terbaik untuk menjadi orang yang disegani dan dihormati adalah bahwa ucapannya selalu dapat dipegang. Bukan dari &lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:City&gt; menyampaikan ucapan, tidak dari cara berjalan, bukan pula dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; memerintah, tidak pula dari bagaimana cara ia menyapa sesama atau anak buah, dan bukan pula fungsi dari sedikit atau banyaknya senyum dan sapa ramah. Bukan, bukan itu melainkan dari seberapa jauh kita menepati janji. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Pemberian janji memanglah tidak ada yang salah asal kita mempunyai maksud baik dan bertekad membuktikannya. Masalahnya adalah, seberapa tuluskan kita bertekad memenuhi janji itu? Apakah kita dengan jujur mengucapkan mengucapkan itu? Apakah kita secara sadar tidak bermaksud menyesatkan orang lain dengan pernyataan janji itu? Apakah kita sudah terbiasa memenuhi janji kita?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Seandainya kemungkinan membuktikan janji itu sangatlah kecil, janganlah membuat janji. Jangan mengumbar janji, karena menurut teori baru pakar hukum, janji merupakan undang-undang yang harus dipatuhi oleh si pemberi janji (050597-10.09)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Di depan SBY-Boediono kini akan ada seabrek janji yang diharapkan oleh rakyat untuk segera merealisasikannya sejak resmi dilantik nantinya. Misalnya, untuk pertumbuhan ekonomi, Yudhoyono menjanjikan pertumbuhan ekonomi &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; mencapai 7 persen pada akhir tahun 2014. Untuk kesejahteraan rakyat, Yudhoyono menjanjikan akan kecukupan dan ketahanan pangan, kecukupan sandang, papan, peningkatan penghasilan, kualitas pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja, rasa aman, keadilan tanpa diskriminasi, kebebasan dan hak asasi dan menjaga lingkungan. Selain itu masih ada janji-janji dari SBY-Boediono selama masa kampanye yang berkaitan dengan upah buruh, kebijakan energi, anggaran pertahanan, supremasi hukum, hak asasi manusia dan lain-lain (Harian &lt;i style=""&gt;Kompas&lt;/i&gt;, 13/7)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Selain janji-janji diatas tersebut SBY-Boedino masih memiliki 5 agenda dan 15 prioritas kerja untuk selama lima tahun kedepan seperti yang disampaikan saat kampanye akbar di Gelora Bung Karna, Jakarta yang antara lain meningkatkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat, membangun pemerintah yang bersih dan berwibawa, pembangunan adil dan merata dll (Sumber, Litbang Kompas) dan semua itulah yang akan dinanti-nantikan oleh rakyat sebagai konstituen pada pilpres kemarin untuk segera merealisasikan agar bisa menorehkan tinta emas dalam perjalanan bangsa Indonesia kedepan. Walaupun mungkin memang kondisi dan tantangan kedepan itu selalu ada, namun SBY dan Boediono haruslah bisa melakukan suatu perubahan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;Mengelola perubahan agar dapat mewujudkan masyarakat sejahtera dan merealisasikan janji-janji semasa kampanye kemarin menurut penulis bukanlah sesuatu yang baru lagi bagi SBY karna kini Yudhoyono tentunya tidak lah perlu lagi disibukkan oleh hal-hal guna mempertahankan kekuasaan seperti yang terjadi di pemerintahan yang lalu. Oleh karna itu tentunya SBY yang dibantu oleh Boediono bisa lebih fokus kepada realisasi dari program-program kerja dan janji-janjinya. SEMOGA*&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-933541999010089832?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/933541999010089832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/07/menunggu-realisasi-janji-capres_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/933541999010089832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/933541999010089832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/07/menunggu-realisasi-janji-capres_17.html' title='MENUNGGU REALISASI JANJI CAPRES TERPILIH'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-962750946978956163</id><published>2009-07-14T02:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T02:17:08.345-07:00</updated><title type='text'>BERITA DARI LAMPUNG</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;     &lt;span style="font-weight: bold;"&gt; PRINSEWU&lt;/span&gt;- Anak didik Sugihartono itu berjaya hampir disemua kelas yang dipertandingkan baik di cabang putra maupun putri. Tim tersebut berturut-turut mencatat kemenangan untuk putra di kelas A Edi Supriyanto, kelas B David Bagus Saputra, Kelas D, Dedi Hermato, dan F Eko. Sementara untuk cabang putri PSHT Sukoharjo juga mendominasi khususnya di kelas B atas nama Resti Y, kelas D Sumiati, sementara kelas E, Ervita. Atas kemenangan itu PSHT Sukoharjo berhak atas meraih piala bergilir yang sebelumnya diraih PSHT Adiluwih.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Menurut ketua panitia &lt;i style=""&gt;try out&lt;/i&gt; Drs. Samsir Kasim mendampingi sesepuh SH Terate Prinsewu Sudarsono Lesung even tersebut merupakan agenda rutin. Selain prestasi &lt;i style=""&gt;try out&lt;/i&gt; ini juga merupakan ajang evaluasi terhadap pelatih yang selama ini telah dilakukan. Selanjutkan ditambahkan Sudarsono Lesung, &lt;i style=""&gt;try out&lt;/i&gt; yang diselenggarakan di Prinsewu ini merupakan even yang kelima.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“&lt;i style=""&gt;Try out&lt;/i&gt; ini memang kegiatan rutin digelar, paling tidak 3 bulan sekali kami gelar evaluasi seperti,”Jelasnya. Mengenai hasil yang telah diraih dalam &lt;i style=""&gt;try out &lt;/i&gt;yang berlangsung selama dua hari di pusatkan di pandapa Prinsewu tambah Drs. Samsir Kasim para juara akan menjadi tim inti PSHT Kabupaten Prinsewu. Sehingga ketika ada even baik Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), maupun even silat lainnya PSHT telah memiliki kesiapan altit.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;“Selain pembinaan kedalam intern PSHT, &lt;i style=""&gt;try out&lt;/i&gt; ini juga seleksi atlit menjadi tim inti Kabupaten Prinsewu. Mereka selanjutnya akan mengikuti gemblengan dengan metode SH Terate tetapi di bawah naungan IPSI”, Jelasnya. Seperti di ketahui &lt;i style=""&gt;try out &lt;/i&gt;PSHT Kabupaten Prinsewu ini diikuti 8 kecamatan yang ada di Prinsewu masing-masing kecamatan Prinsewu, Pardasuka, Ambarawa, Sukoharjo, Adiluwih, Banyumas dan Gading Rejo. Masing-masing kecamatan menyertakan 70 pesilatnya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-962750946978956163?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/962750946978956163/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/07/berita-dari-lampung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/962750946978956163'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/962750946978956163'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/07/berita-dari-lampung.html' title='BERITA DARI LAMPUNG'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-5442258363493420052</id><published>2009-07-04T06:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-04T06:34:10.209-07:00</updated><title type='text'>TURUT BERDUKA CITA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Turut Berduka Cita&lt;br /&gt;Atas wafatnya ketua PSHT cabang ngawi&lt;br /&gt;Semoga amal ibadah beliau diterima dan segala dosanya diampuni oleh Allah SWT&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;                                                                                                                                                        Hairul_PSHT&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-5442258363493420052?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/5442258363493420052/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/07/turut-berduka-cita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/5442258363493420052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/5442258363493420052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/07/turut-berduka-cita.html' title='TURUT BERDUKA CITA'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-6835805960365111602</id><published>2009-06-25T23:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T23:10:12.499-07:00</updated><title type='text'>JANGAN BERI AKU (GENERASI MUDA) NARKOBA</title><content type='html'>(Sudah diterbitkan di Opini Trans Lampung, 26 Juni 2009)&lt;br /&gt; Generasi muda sebagai agent of change adalah salah satu tolak ukur perubahan. Jika kita melihat ke belakang, perubahan yang terjadi dari tahun 1908 (Kebangkitan Nasional), 1928 (Sumpah Pemuda), 1945 (Kemerdekaan) dan 1998 ketika reformasi terjadi merupakan satu hal yang tidak terlepas dari tangan mahasiswa (baca, generasi muda Indonesia) yang mempunyai militansi yang sangat kuat untuk membangun bangsa Indonesia. Kemilitansian ini tentunya disebabkan oleh beberapa factor. Salah satu factor yang menentukan kemilitansian tersebut adalah karna factor kesehatan. Dengan kesehatannya pemuda-pemuda ini tentunya bisa dengan mudah berpikir kritis demi kemajuan bangsanya. Namun kini, ketika generasi-generasi kita mulai mengenal dan mengkonsumsi narkoba seakan semuanya menjadi terbalik. Hal ini amat disayangkan sekali ketika pemuda adalah bagian dari generasi penerus bangsa yang memiliki kedudukan dan peran strategis yang sangat penting dalam mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa kini telah dihancurkan oleh narkoba.&lt;br /&gt;  Narkoba seakan menjadi momok dimasa sekarang dan di masa yang akan datang. Selain itu, ancaman narkoba pun terasa semakin sangat dekat ada pada kita semua. Mengingat hal ini semua maka tak heran di setiap tanggal 26 Juni masyarakat Internasional tak terkecuali masyarakat Indonesia selalu memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI). Dalam peringatan tersebut, para pengguna motor di berbagai daerah dipelosok tanah air secara serentak menghidupkan lampu kendaraanya (light on). Selain sebagai bentuk simpati sekaligus symbol penyadaran dan peringatan kepada seluruh masyarakat akan bahaya narkoba, light on juga sebagai symbol penerangan dan pencerahan bagi mereka yang sudah terlanjur dan terjerumus akan dunia gelap narkoba. &lt;br /&gt; Discourse tentang narkoba sebenarnya selalu saja muncul sebagai sebuah wacana yang tidak pernah selesai dalam pembahasanya. Sering kita mendengar, melihat dan membaca tentang apa yang disebut narkoba, dan sering pula kita mendengar bagaimana bahayanya dari penyalahgunaan fungsi narkoba itu sendiri. Selain itu juga hampir setiap hari kita menemukan berita mengenai narkoba. Hal ini seakan tidak pernah dan tidak kunjung ada habisnya. Upaya untuk memberantas narkoba pun bukanlah satu atau dua kali dilakukan oleh pemerintah seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) yang terdiri dari tingkat pusat sampai tingkat kabupaten/kota maupun LSM yang peduli terhadap narkoba seperti Yayasan cinta anak bangsa, Granat dll. Namun, hal ini seakan-akan tidak mempunyai dampak sama sekali. Selangkah bagi kita dalam penyuluhan narkoba dua tiga bahkan lima langkah dilakukan dari oknum-oknum pengedar narkoba. Lihat saja data-data mengenai penyalahgunaan narkoba dari tahun ke tahun pasti selalu meningkat. &lt;br /&gt;Data menunjukan bahwa jumlah kasus narkoba meningkat dari 3.478 kasus tahun 2000 menjadi 8.401 kasus pada 2004 (atau naik rata-rata 28,9% per tahun). Sedangkan jumlah tersangka tindak kejahatan narkoba naik dari 4.955 tersangka tahun 2000 menjadi 11.315 tersangka pada 2004 (naik rata-rata 28,6% per tahun). &lt;br /&gt; Pengguna narkoba dengan jarum suntik juga meningkat. Bahkan dari 169 ribu pengguna lebih, 50 persen di antaranya terinveksi HIV/AIDS. Sejak 2000-2004, BNN (Badan Narkotika Nasional) dan Polri menyita narkoba jenis narkotika antara lain ganja dan derivatnya sebanyak 127,7 ton dan 787.259 batang, heroin 93,9 kg, morfin 244,7 gram, dan kokain 84,7 kg, serta barang sitaan psikotropika jenis ATS, antara lain ekstasi 741.061 tablet dan shabu 233.106,81 gram. &lt;br /&gt; Di tahun 2006  data statistik dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan bahwa di seluruh Indonesia kasus narkoba mencapai 8.406 kasus. Sedangkan di akhir tahun 2008-2009 menurut penelitian dari Badan Narkotika Nasional pengguna narkoba terus meningkat sebesar 47,77 % per tahun. Dan untuk di provinsi lampung sendiri peredaran narkoba pun tak kalah hebatnya, hingga kini penyandang barang haram tersebut sudah mencapai 312 orang yang terdiri dari laki-laki 292 orang dan perempuan sebanyak 20 orang (Trans lampung, 23 Juni 2009) Ironisnya lagi, yang menduduki urutan pertama dalam penyalahgunaan narkoba tersebut adalah justru para pelajar yang notabene adalah generasi-generasi penerus bangsa. &lt;br /&gt; Memang sudah menjadi sunnatullah bahwa sesuatu yang haq itu pasti disertai dengan yang batil namun yakinlah suatu saat yang batil pasti akan dikalahkan oleh yang haq atau kebenaran. Oleh karna itu dalam kasus penyalahgunaan narkoba ini suatu saat akan tiba masanya bisa terselesaikan. Penulis jadi ingat ketika pada tahun 2006 peraih nobel penghargaan Mohammad Yunus pernah ditanya tentang bagaimana cara mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa kita ini, jawaban beliau ialah perlunya komitmen dan managerial yang baik. Bagaimana komitmen dari aparat pemerintah dan masyarakat Indonesia dan juga bagaimana managerial yang baik dari pemerintah sebagai pembuat suatu ketetapan dan keputusan untuk bisa segera menyelesaikan problematika umat yang sedang kita hadapi sekarang ini. Kata kuncinya ialah komitmen dan managerial yang baik.&lt;br /&gt; Kedua hal inilah yang mungkin penulis bisa katakan sudah langka ada pada bangsa kita. Mungkin komitmen ada namun tidak didukung oleh pengaturan yang baik atau juga sebaliknya akibatnya oknum pengedar narkoba dengan sangat mudah bisa menghancurkan generasi-generasi muda. Oleh karna itu kedua hal ini haruslah berjalan seiringan. Penulis pikir masyarakat sudah mempunyai sebuah komitmen yang kuat dalam hal pemberantasan narkoba namun sayangnya dari oknum polisi sendiri yang notabene ialah salah satu penegak hukum masih ada yang terlibat dalam penggunaan narkoba seperti kasus yang terjadi di LP Cipinang, dimana banyak pecandu narkoba mengatakan bahwa narkoba termurah itu bisa didapatkan “lewat pintu belakang” dari kepolisian.&lt;br /&gt;Memang pada dasarnya narkoba tidaklah mengenal batas waktu, umur, ataupun golongan artinya kemungkinan besar semua orang bisa terkena narkoba itu ada. Termasuk oknum – oknum polisi pun bisa dan hal ini tidak bisa kita apikkan begitu saja karna itu perlunya penyadaran atau kekuatan untuk menghindari itu semua. Berani untuk mengatakan tidak dan jangan beri aku narkoba adalah salah satu hal yang terkecil yang bisa menghindari dari godaan narkoba karna berdasarkan riset dari 418 pecandu di 13 panti rehab di Jabotabek membuktikan bahwa 70 % pecandu narkoba itu mulai memakai narkoba dari adanya factor COBA. COBA terdiri dari unsur   (rasa ingin tahu), opportunity (kesempatan), biological (kondisi biologis); availability (ketersediaan). Godaan biasanya menjadi lebih kompleks ketika terjadinya bersamaan dengan letupan-letupan hormonal yang terjadi dalam diri remaja. Tingginya keingintahuan (curiosity) akan hal-hal seperti seks, miras, dan tentunya narkoba membuat remaja berada pada kelompok berisiko jika tidak diimbangi dengan informasi dan iman yang cukup. &lt;br /&gt;Letupan-letupan hormonal dan keinginan untuk memiliki kemerdekaan berkehendak biasanya membangkitkan niat atau ide-ide tertentu. Niat memang bersifat inheren (berasal dari dalam diri), namun faktor inheren ini tidak memiliki arti apa-apa jika didukung oleh faktor-faktor lainnya, seperti kesempatan, keturunan, dan ketersediaan bahkan kemudahan lain yang tersedia di dunia internet. Faktor COBA ini akan bertambah dahsyat ketika remaja berharap akan imbalan sosial atau penghargaan tertentu yang dapat mengantar mereka ke sebuah jenjang identitas tertentu; sebuah jenjang yang ditandai dengan adanya kebebasan berkehendak dan penerimaan dari kelompok sebaya idaman hati. Di samping kedua faktor COBA ini, ada pula sebagian remaja yang justru menggunakan alasan masa puber sebagai masa ideal untuk jatuh. Sebuah toleransi terhadap diri sendiri, seakan menghibur diri ketika lengah dan jatuh di masa sulit ini. Jatuh ke dalam eksperimentasi narkoba menjadi salah satu bahaya yang mengintai. Terlebih lagi banyak pabrik-pabrik rumahan gelap yang memproduksi narkoba. Oleh karna itu perlunya komitmen yang kuat dan managerial yang baik yang dimulai dari tindakan promotif dan preventif. Tindakan promotif atau program pembinaan yang ditujukan kepada masyarakat yang belum atau bahkan mengenal narkoba sama sekali. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak mudah bersentuhan dengan barang tersebut. Sedangkan tindakan preventif (pencegahan) ialah tindakan yang ditujukan kepada masyarakat yang belum mengerti apa itu narkoba dan bagaimana bahayanya bagi penggunaan narkoba tersebut. Dengan demikian dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat akan bahaya narkoba mudah-mudahan bisa memperkecil tingkat permintaan barang tersebut. Sehingga dengan tidak adanya permintaan maka secara otomatis produsen-produsen narkoba tidak akan bisa melanjutkan bisnis ini sehingga kelumpuhan sumber daya manusia dan ancaman terjadinya lost generation (generasi yang hilang) di Indonesia mudah-mudahan bisa segera teratasi….amin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-6835805960365111602?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/6835805960365111602/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/jangan-beri-aku-generasi-muda-narkoba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6835805960365111602'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6835805960365111602'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/jangan-beri-aku-generasi-muda-narkoba.html' title='JANGAN BERI AKU (GENERASI MUDA) NARKOBA'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-544960249215069434</id><published>2009-06-17T21:55:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T21:59:03.528-07:00</updated><title type='text'>MENJAGA KEPERCAYAAN RAKYAT</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CUser%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-priority:99; 	color:blue; 	mso-themecolor:hyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketika makan siang bersama pada jam istirahat kantor, salah satu rekan kerja bercerita tentang salah satu orang penting di Provinsi Lampung sempat berhenti beberapa bulan untuk makan di salah satu rumah makan hanya karna gara-gara rasa dari menu makanan favotirnya mengalami perubahan rasa. Selidik punya selidik menurut cerita rekan kerja tersebut perbedaan rasa pada menu favoritnya tersebut hanya karna koki yang biasa memasak makanan kesukaannya pada hari itu ternyata tidak masuk. Penuturan dari rekan kerja tersebut sangatlah sederhana sekali namun ada benang merah yang dapat penulis tarik bahwa perlunya menjaga kepercayaan rasa agar bisa timbul kepercayaan pelanggan adalah kuncinya. Kepercayaan memanglah mahal harganya dan ini terjadi di setiap sendi kehidupan termasuk kehidupan berpolitik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di tahun 2009 ini sendi kehidupan berpolitik di Indonesia sangatlah terasa sekali karna di tahun ini dua pesta demokrasi yang menyedot triliunan dana dari APBN ini akan dan telah dilaksanakan. Telah dilaksanakan berupa pemilihan calon anggota legislatif untuk menempati posisi pada perwakilan pusat, daerah, kabupaten/kota dan daerah untuk utusan daerah atau DPD. Dan yang akan dilaksanakan yaitu proses pemilihan presiden untuk masa jabatan 2009-2014. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seperti yang kita ketahui bersama pilpres kali ini akan diadakan pada 8 Juli mendatang dan terdapat tiga pasang calon yang sudah di tetapkan beradasarkan nomor urut yaitu Megawati-Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dan Muhammad Jusuf Kalla-Wiranto.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketiga calon ini lah nantinya yang akan mencoba menyajikan menu-menu dengan rasa andalannya masing-masing agar timbul simpati dan kepercayaan rakyat sehingga akhirnya nantinya ketika konstituen berada di belakang kotak suara menjatuhkan pilihannya pada pasangan calon yang menurutnya mempunyai menu – menu yang menarik dan bisa diandalkan. Di kubu JK-Win misalnya dengan jargon lebih cepat lebih baik mencoba menyajikan menu dengan kebijakan pemerintah yang diarahkan kepada semangat dan jiwa nasionalisme yang religious berdasarkan ideology Negara Pancasila yang merupakan landasan kokoh dari NKRI,- Persatuan, persaudaraan, dan kesetaraan dalam kebhinekaan merupakan landasan kokoh pembangunan demokrasi,- Pertumbuhan ekonomi berlandaskan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan perlindungan terhadap : petani, produk unggulan, penguatan daya beli dan pasar dalam negri, dan perlindungan pengusaha pribumi serta pengurangan utang luar negri,- Pengolaan SDA diarahkan di dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengikis kesenjangan pembangunan antar pulau dan wilayah,- Penguatan dan pengembangan SDM di segala level dengan mengalokasikan 20 % APBN setiap tahun,- Penegakan hukum dan pemberantasan korupsi diarahkan pada pembangunan karakter bangsa yang nasionalis dan religious,- Negara menjamin fasilitas dan pelayanan umum yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat,- Pemerintah mendorong terbangunanya system pemerintahan &lt;i style=""&gt;good governance&lt;/i&gt; dan mendorong masyarakat menuju civil society.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Di kubu Mega-Pro menyajikan menu gotong royong membangun kembali Indonesia yang berdaulat, bermartabat, adil dan makmur serta memperkuat ekonomi kerakyatan dalam menyelenggarakan pemerintahan demokratis-konstitusional yang bersih dan efektif. Sedangkan di kubu SBY-Boediono melanjutkan keberhasilan pembangunan Indonesia seperti yang telah dilaksanakan dalam periode 5-tahun yang lalu serta melaksanakan pembagunan yang inklusif serta berkeadilan dalam menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 % sampai akhir 2014.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Semua menu tersebut intinya ialah sama mengatasnamakan rakyat demi kepentingan rakyat. Namun terkadang rakyat mengalami kekecewaan karna menu-menu yang disuguhkan semasa kampanye sering tidak terealisasi ketika pasangan tersebut telah mencapai kekuasaan. Pasangan capres dan cawapres tidak pernah berpikiran bagaimana merealisasikan janji-janji tersebut. Mereka hanya memberikan mimpi-mimpi tanpa mimpi tersebut dilanjutkan melalui imajinasi, perumusan visi, pengerahan nalar guna penyusunan rencana aksi untuk mencapai maksimalisasi dalam percepatan realisasi dari janji-janji tiap pasangan tersebut. Dan hal inilah yang bisa merusak kepercayaan rakyat terhadap sendi perpolitikan Negara kita. Padahal bagi seorang pemimpin, satu aset yang paling mahal adalah kepercayaan rakyat. Hal ini sudah dibuktikan oleh Negara di Afrika yaitu Ghana yang mampu mengantarkan generasi terbaiknya untuk bisa menjadi sekretaris Jendral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yaitu Kofi Annan. Semua itu tentunya tidaklah terlepas dari adanya kepercayaan masyarakat Ghanna untuk terus memberikan dukungan terhadap pemimpinnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Di Negara kita dengan diadakanya pemilihan presiden secara langsung ialah secara tidak langsung menjadi salah satu bentuk kepercayaan rakyat Indonesia agar dapat menghasilkan &lt;i style=""&gt;output&lt;/i&gt; pemimpin yang mampu mewakili prefensi masyarakat Indonesia sehingga terjadilah &lt;i style=""&gt;check and b&lt;/i&gt;a&lt;i style=""&gt;lance&lt;/i&gt; di kehidupan berbangsa dan bernegara pada bangsa kita. Penulis jadi ingat akan perkataan M.Hatta sang Proklamator sekaligus wakil presiden pertama kita bahwa krisis yang terjadi itu bisa terselesaikan dengan memberikan kepercayaan kepada negara pimpinan yang dipercayai oleh rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Rakyat di dalam politik memanglah memegang peranan penting dan pemegang kekuasaan tertinggi, sehingga wajar ada yang mengatakan &lt;i style=""&gt;Vox Vovuli, Vox Dei.&lt;/i&gt; Suara rakyat adalah suara Tuhan karna dari rakyatlah kantong kepemimpinan itu lahir, Soekarno pun pernah berujar bahwa ia telah dilahirkan dari rakyat jelata, oleh karna itu ia ingin terus bercampaur dengan rakyat karna jika tidak ia akan merasakan badannya menjadi lemas dan nafasnya akan terhenti apabila tidak menyatu dengan rakyat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sungguh luar biasa pentingnya kepercayaan rakyat disamping &lt;i style=""&gt;power&lt;/i&gt; dan &lt;i style=""&gt;authority&lt;/i&gt; seperti yang pernah diutarakan oleh Hans Morgenthau dalam buku nya “ Politics Amony Nations” didalam sendi perpolitikan. Oleh karna itu kepercayaan rakyat ialah poin tertinggi. Didalam buku “Harus Bisa” mengatakan bahwa ada tiga cara terbaik untuk menjaga kepercayaan rakyat. Pertama dijelaskan bahwa, pemimpin harus selalu menunjukkann keberpihakannya kepada rakyat- bukan pada elite politik, bukan pada editor senior dan juga bukan pada konglomerat bisnis. Nah, dimasa kampanye seperti sekarang ini penunjukkan keberpihakan pada rakyat melalui menu-menu yang disuguhkan sangatlah kental sekali kita rasakan. Sentuhan – sentuhan kerakyatan atau&lt;i style=""&gt; Common Touch &lt;/i&gt;di umbar habis-habisan di dalam proses peyakinan konstituen ini. Namun yang perlu diingat bahwa pemimpin yang baik memang harus selalu mencoba untuk menjadi populis, namun kalau ia hanya terus-terusan mengedepankan populisme, maka di akhir masa jabatanya ia tidak akan mencapai prestasi apapun karna pemimpin yang populis hanya akan menghasilkan kebijakan semu untuk menghibur rakyat dan belum bisa menyelesaikan masalah, dan untuk jangka panjang ini bisa merugikan rakyat sendiri. Oleh karna itu pemimpin yang baik ialah pemimpin yang akan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat walaupun dengan resiko ia kadang harus mengambil kebijakan yang tidak populis : bak seorang dokter yang memberikan pil pahit atau suntikan yang sakit bagi pasiennya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mengutip renungan Komarudin Hidayat bahwa Gautama, Gandhi, Isa dan Rasulullah Muhammad SAW merupakan pengubah sejarah yang memiliki kesamaan karakter yang menonjol. Pertama, mereka dikagumi dan dibela oleh para pengikutnya bukan karna imbalan uang dan kedudukan, melainkan karna daya tarik pribadinya dan keyakinan akan kebenaran misi yang akan diperjuangkannya. Kedua, mereka sangat dekat dengan kaum miskin dan kaum tertindas, sebuah kedekatan yang tulus sehingga para pengikutnya merespons dengan penuh ketulusan. Ketiga, mereka tidak menjadikan kelimpahan materi dan kekuasaan sebagai target akhir perjuangannnya melainkan hanyalah sebuah instrument semata untuk membela nasib rakyat. Keempat, pemimpin bertipe ini memiliki kepribadian yang otentik sehingga semakin didekati akan memiliki daya pesona, bukannya malah ketahuan borok-boroknya yang ditutupinya. Kelima, ketika wafat yang diwariskan bukannya harta yang berlimpah melainkan ketauladanan hidup yang selalu menjadi inspirasi dari cahaya sejarah di generasi – generasi berikutnya. Adanya poin yang mengatakan mereka dekat dengan kaum miskin dan kaum tertindas ialah menunjukkan keberpihakan pada rakyat yang sungguh luar biasa sekali yang ditunjukkan oleh Gautama, Gandhi, Isa dan Nabi Besar Muhammad SAW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Cara yang kedua dalam menjaga kepercayaan ialah, harus mampu mempertahankan reputasinya. Reputasi disini dapat di jaga melalui kesederhanaan dan kerendahan hati oleh para pemimpinnya. Ahmadinejad Presiden kontoversial Iran terpilih yang dikenal keras terhadap Amerika Serikat menunjukkan kesederhanaanya seperti yang dilangsir dalam situs &lt;a href="http://www.ub.ac.id/"&gt;&lt;i style=""&gt;www.ub.ac.id&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=""&gt; &lt;/i&gt;dalam menjaga reputasi dan menarik kepercayaan rakyat dengan menyumbangkan semua karpet istana ke masjid Taheran ketika ia kali pertama menjabat presiden, selain itu kesederhanaanya juga tampak pada menghilangkannya kebiasaan penyediaan makanan khusus presiden karna ia selalu membawa tas yang berisikan sarapan roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya. Karna kesederhanaan itulah ia bisa mengalahkan Mir Hossein Mousavi yang disebut-sebut sebagai ‘Obama dari Iran’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Faktor yang terakhir untuk menjaga kepercayaan rakyat ialah pemimpin harus belajar mendengar. Mengutip perkataan dari Raja Faisal Bin Abdul-Aziz al Saud, salah satu pemimpin Arab Saudi yang paling dihormati bahwa Allah memberikan manusia dua telinga dan satu lidah supaya ia bisa mendengar dua kali lebih sering dari pada berbicara. Ini menandakan perlunya untuk mendengar keluhan-keluhan rakyatnya dan mengambil keputusan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat agar kepercayaan rakyat terus tertananam karna kepercayaan rakyat tidaklah boleh di &lt;i style=""&gt;take for granted&lt;/i&gt; dari sekarang sampai akhirnya nanti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-544960249215069434?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/544960249215069434/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/menjaga-kepercayaan-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/544960249215069434'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/544960249215069434'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/menjaga-kepercayaan-rakyat.html' title='MENJAGA KEPERCAYAAN RAKYAT'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-379094591935778089</id><published>2009-06-14T22:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T22:42:11.366-07:00</updated><title type='text'>“PHOTOGHRAPY DENGAN KAMERA HANDPHONE (HP)”</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Tulisan ini adalah kesimpulan yang penulis dapatkan dari pelatihan singkat yang di adakan oleh UBL-IPEC mengenai Photography, Presenter TV dan penyiar radio pada 12-13 Juni 2009 kemarin. Dari ketiga materi ini, penulis hanya memberikan gambaran mengenai Photography menggunakan Handphone yang menurut penulis menarik sekali untuk dituangkan dalam sebuah tulisan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Kenapa ini menarik, karna menurut pemateri (Bapak Ridwan The Lens) pemahaman akan fotografi masyarakat kita sangatlah paling rendah di Asia Tenggara. Perbandinganya rata-rata 100 : 3, artinya dari 100 orang hanya ada 3 orang yang mengerti akan fotografi yang sesungguhnya. Pemahaman yang lemah ini disebabkan oleh banyaknya kalangan fotografer handal yang enggan mensosialisasikan pengetahuan fotografinya ditambah lagi akan ketidaktahuan kalangan studio foto akan perkembangan dan apresiasi fotografi itu sendiri. Oleh karna itu walaupun penulis bukanlah seorang fotografer, melalui opini ini penulis ingin sekedar berbagi kepada pembaca setia &lt;i&gt;Trans Lampung&lt;/i&gt; agar bisa mengetahui teknik-teknik dasar fotografi terutama dalam pemanfaatan kamera pada Hp kita untuk mengambil objek gambar yang kita inginkan agar bisa maksimal mungkin. Mudah-mudahan tulisan ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bermanfaat dan bisa seperti setitik air dilautan yang dapat menciptakan sebuah gelombang besar di lautan. Namun sebelum ,mengetahui teknik dasar tersebut ada baiknya kita semua mengetahui sejarah dari fotografi itu sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;SEJARAH SINGKAT PHOTOGRAPHY&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Senifoto ialah lukisan melalui cahaya. Tanpa cahaya senifoto tidak akan berfungsi. Istilah Photography dicipta pada tahun 1839. Ketika teknologi senifoto terus berkembang bersama dengan kemajuan manusia, ilmu sangat penting bagi menjamin mutu kerja seorang photografer. Dalam era teknologi, perkembangannya sangatlah nampak sekali apabila senifoto telah diadu kemajuan teknologi dan wujudnya adalah Kamera Digital yang diramalkan akan mengambil alih peranan senifoto tradisional (analog atau film). Kamera mulai diperkenalkan ketika para pelukis menghadapi masalah untuk merekam gambar (potrait) sekitar abad 17 dan 18. Justru itu mereka telah mencipta kamera Abscura untuk kemudahan merakam gambar.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Tahun 1900 seorang Juru gambar telah mencipta kamera Mammoth. Kamera ini amat besar ukurannya dimana beratnya 1,400 pound. Lens seberat 500 pound. Sewaktu mengubah atau memindahkannya tenaga manusia sebanyaki 15 orang diperlukan!. Kamera ini menggunakan filem sebesar 4 Â½ x 8 kaki dengan bahan kimia sebanyak 10 gallons digunakan ketika memprosesnya. Abscura telah disesuaikan sehingga terciptalah kamera Kodak oleh George Eastmen pada tahun 1888 yang memiliki bentuk lebih kecil. Pada zaman ini wujud kamera lebih kecil dan yang terkini ialah kamera digital.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;TEKNIK DASAR PENGAMBILAN GAMBAR DENGAN HP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Perlunya memahami karakteristik Hp kamera sebelum menggunakannya sangatlah penting sekali karna seringkali banyak orang mengalami kekecewaan ketika mendapatkan hasil foto pada Hp kameranya tidak maksimal. Kekecewaan itu dapat berupa, hasil gambar buram ketika dicetak seukuran post-card dan semakin buram bila dicetak dua atau tiga kali lebih besar dari pada itu, foto berbintik dan kurang tajam. Oleh karna itu perlunya memahami secara teknis kemampuan pixel kamera pada Hp kita ialah hal paling awal dan dasar yang dapat kita lakukan dalam menentukan seberapa besar hasil gambar maksimal yang dapat kita cetak dari hasil pemotretan Hp pada kamera anda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;Informasi ini dapat kita ketahui pada counter penjualan dengan bertanya pada penjaga counter ketika kita membeli Hp atau pun buku petunjuk yang lazimnya terdapat di setiap kotak penjualan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kemampuan kamera Hp yang memiliki kemampuan sebesar 2 mega pixel misalnya maksimum dapat dicetak dengan ukuran 10 x 15 cm atau 13 x 18 cm untuk toleransi. Untuk Hp dengan kamera 3-6 mega pixel mampu dicetak maksimal berukuran 13-18 cm dengan toleransi berukuran A4. Sedangkan Hp yang memiliki kamera 7-12 Mega pixel itu mampu dicetak dengan ukuran A4. Selain faktor dari kekuatan pixel kamera, yang perlu juga kita perhatikan ialah arah datangnya cahaya pada objek yang akan kita foto. Cahaya itu dapat berupa cahaya buatan seperti cahaya dari lampu pijar ataupun cahaya alami dari sinar matahari atau juga cahaya yang masuk melalui jendela bila kita berada di dalam suatu ruangan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Nah, persoalan yang sering terjadi pada kita seorang pemula ialah kita jarang mengamati datangnya cahaya. Kita sering kali hanya melakukan pengambilan gambar sesuka hati tanpa melihat dan memikirkan lebih lanjut mengenai kualitas gambar yang kita hasilkan nantinya. Untuk itu semua, seorang fotografer dituntut untuk memiliki kecerdasan, kreatifitas dan memiliki intuisi yang tinggi dalam bidang teknik, konsep dan seni dalam pengambilan gambar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 200%;"&gt;Dalam kasus pengambilan gambar dengan langsung menantang cahaya nantinya akan berakibat gambar foto yang dihasilkan akan menjadi gelap. Oleh karna itu, hematnya ialah lakukan pemotretan objek dengan cara membelakangi datangnya sinar atau cahaya untuk menghasilkan gambar yang maksimal. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Teknik yang ketiga ialah mengusahakan untuk selalu memotret objek dengan menggunakan dua tangan. Kebiasaan kita pengguna Hp berkamera ialah sering sekali melakukan foto dengan satu tangan. Tidak memfoto teman, orang lain terlebih lagi memfoto diri kita sendiri. Dan itu semua adalah sesuatu yang wajar karna pada dasarnya semua orang itu suka difoto terutama foto-foto yang digunakan untuk pendokumentasiaan dalam perjalanan hidup kita. Namun seringnya dalam pendokumentasiaan foto-foto dengan menggunakan kamera Hp kita sering melakukannya dengan menggunakan satu tangan. Padahal hal tersebut bukanlah sesuatu yang baik digunakan karna memotret dengan satu tangan sepersekian detik bisa menimbulkan getaran pada Hp yang diakibatkan oleh denyutan nadi kita sehingga hasil gambar yang dihasilkan menjadi tidak tajam (buram). Oleh karna itu usahakanlah untuk mengambil gambar foto dengan menggunakan dua tangan dimana tangan kiri memegang tubuh Hp dengan mantap dan tangan kanan menekan tombol sutter Hp agar bisa menghasilkan gambar yang maksimal.Selain itu adanya fitur &lt;i style=""&gt;flash light &lt;/i&gt;mungkin dapat kita manfaatkan untuk menambahkan hasil yang maksimal pada objek yang kita inginkan. Namun yang perlu kita catat bahwa bagaimanapun Handphone bukanlah alat fotografi sesungguhnya, oleh karna itu bagaimanapun juga kualitas gambar yang dihasilkan untuk kamera khusus sesungguhnya tentunya akanlah lebih tajam dari pada kualitas gambar di Handphone. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-379094591935778089?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/379094591935778089/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/photoghrapy-dengan-kamera-handphone-hp.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/379094591935778089'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/379094591935778089'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/photoghrapy-dengan-kamera-handphone-hp.html' title='“PHOTOGHRAPY DENGAN KAMERA HANDPHONE (HP)”'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-3075287175998948644</id><published>2009-06-09T23:06:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T05:45:40.261-07:00</updated><title type='text'>KEBEBASAN BERPENDAPAT SEOLAH DIBUNGKAM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;(Sudah diterbitkan di Opini Trans Lampung, 11 Juni  dan koran Lampung 12 Juni 2009)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in;" align="center"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;em&gt;”Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan. Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International”.&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Itulah sebagian isi email berupa keluh kesahnya yang menyebabkan Prita Mulyasari Ibu dua anak ini bisa mendekam di lembaga pemasyarakatan wanita Tanggerang Banten karena telah dianggap melanggar pasal 310 dan 311 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan pasal 21 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Lain Prita lain pula Fifi Tanang. Karna kekecewaannya Fifi lantas menulis surat pembaca mengenai status kepemilikan apartemennya yang semula hak guna bangunan murni ternyata belakangan berada di atas hak pengelolaan lahan pemerintah daerah (&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Tempo&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;, 18-24 Mei 2009) Karna kekecewaan Fifi lantas menulis keluhannya melalui surat pembaca kesejumlah media seperti, &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;The Jakarta Post, Kompas, Suara Pembaruan&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Bisnis Indonesia&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;, &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Media Indonesia&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Warta Kota&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;. Namun &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pembaca tersebut hanya diterbitkan di &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;Warta Kota&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; edisi 4 November 2006 dengan judul “ Hati-hati modus operasi penipuan PT Duta Pertiwi”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=""&gt;Sama seperti kasus Prita surat pembaca yang ditulis oleh Fifi membuat pihak manajemen PT Duta Pertiwi tersinggung, alhasil Fifi juga diperkarakan ke meja hijau oleh pihak manajemen PT Duta Pertiwi karna telah dianggap melakukan pencemaran nama baik. Pertanyaanya apakah benar-benar mereka telah mencemarkan nama baik?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Menurut analisis wacana (Teknik menganalisis naskah yang bertujuan menemukan jalan pikiran yang terdapat dalam naskah yang dianalisis) yang dilakukan oleh dosen Ilmu komunikasi FISIP Universitas Indonesia Ibnu Hamad. Email tersebut hanyalah narasi dalam bentuk keluhan yang sangat lazim apabila seorang mengalami kekecewaan atas pelayanan, selain itu sifat tulisannya pun cenderung deskriftif belaka. Jadi intinya isinya hanyalah keluhan demi keluhan yang dialami oleh Prita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Waduh…ternyata mengerikan juga mendengarnya hanya karna keluhan yang dituangkan dalam bentuk tulisan bisa berurusan dengan hukum. Mengapa hal ini bisa terjadi?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hukum di Negara kita memang seperti pisau yang hanya memiliki satu mata sisi yang tajam. Artinya ketajaman itu hanya bagi orang-orang “kecil” sedangkan untuk orang-orang “besar” sisi hukumnya sangatlah tumpul sekali. Hal ini menjadi sebuah kenyataan, lihat saja koruptor-koruptor kelas kakap yang menyebabkan Negara kita 9 April kemarin di nobatkan sebagai Negara terkorup oleh PERC sampai sekarang masih bisa berlenggang-lenggong dan dapat menghirup udara dengan santainya atau kalaupun sudah tentunya prosesnya masihlah bisa ditunda-tunda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi wajar saja jika didalam kasus orang kecil seperti Prita ini banyak didukung oleh public mulai dari dewan pers, &lt;i&gt;facebooker&lt;/i&gt; sampai calon presiden pun ikut-ikutan menjadi ‘pembela’ Prita Mulyasari. seperti yang dilakukan oleh capres Megawati dan Jusuf Kalla yang menyebabkan Prita dapat keluar dari tahanan dan bertemu dengan dua anaknya walaupun status tahanan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; masih di pundaknya. Namun selesaikah semua masalah? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Nasi sudah berubah menjadi bubur, semua sudah terlanjur sampai ke jalur hukum walaupun kasus ini ditangani oleh jaksa yang kurang professional maka sebagai warga Negara yang baik Prita pun harus tetap menjalani persidangan dan mentaati aturan yang ada walau kebebasan berpendapat kini seakan tidak berguna lagi. Padahal kebebasan berekspresi dan berpendapat merupakan salah satu hak paling mendasar dalam kehidupan bernegara dan jaminan atas hak ini pun secara tegas dinyatakan dalam UUD 1945 Pasal 28 yaitu “kebebasan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya yang ditetapkan oleh Undang-Undang”. Selain itu di pasal 28 E Ayat 2 juga menyatakan bahwa “setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatukan pikiran dan sikap sesuai dengan nuraninya” sedangkan di ayat 3 “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”. Selain itu di dalam deklarasi Umum Hak Asasi Manusia, Pasal 19 pun menyatakan “bahwa setiap orang berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat; dalam hak ini termasuk kebebasan memiliki pendapat tanpa gangguan dan untuk mencari, dan menyampaikan informasi dan buah pikiran melalui media apa saja dengan tidak memandang batas-batas wilayah”. Dengan seabrek pasal yang di tetapkan oleh Undang-Undang tersebut ternyata kita bisa melihat adanya jaminan untuk bersuara “bebas” bagi masyarakat &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;. Lalu mengapa kasus Prita dan Fifi bisa dikatakan pencemaran nama baik, padahal mereka hanyalah mengeluarkan curahan hatinya? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Kasus ini seakan-akan mengembalikan ingatan kita kepada suatu zaman dimana orang-orang yang ingin bersuara lantang haruslah siap-siap berhadapan dengan pihak kepolisian dan penguasa selain itu hukum pun pada saat tersebut di tegakkan dengan kacamata kuda. Memang menurut KUHP warisan Belanda ini, hukuman bisa langsung dikenakan apabila ancaman tindak pidana yang dilakukan di atas lima tahun, ada surat penahanan yang jelas dan berpotensi menghilangkan barang bukti atau melarikan diri. Lalu apakah Prita Mulyasari ini akan melarikan diri disaat dia sedang menyusui dua balitanya? Penulis pikir itu adalah sesuatu yang tidaklah masuk akal, menurut Jusuf Kalla dalam blog pribadinya bahwa dalam menghukum seseorang kita harus bisa lebih adil, teliti betul persolannya, ketahui persoalannya baru kita putuskan. saya berprinsip lebih baik kita membebaskan 10 orang yang bersalah daripada kita menghukum 1 orang yang tidak bersalah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Di dalam kasus ini seakan-akan terjadi keinginan jaksa untuk sesegera mungkin memenjarakan Prita. Di dalam majalah &lt;i style=""&gt;Tempo &lt;/i&gt;edisi 8-14 Juni mengemukakan bahwa yang menjadi masalah di dalam kasus tersebut ialah pasal 27. Majalah &lt;i style=""&gt;Tempo&lt;/i&gt; mengemukakan bahwa pasal tersebut adalah cacat terbesar Undang-Undang Informasi. Pasal itu tak ubahnya pasal karet karena defenisi “mencemarkan nama baik” bisa ditarik ulur sesuai dengan kepentingan pihak yang kuat. Nah sekarang sudah jelas bahwa yang menjadi sumber masalah ialah Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, terutama pasal-pasal yang menyangkut kebebasan berpendapat, perlu segera di revisi sebelum Prita-Prita yang lainnya bermunculan karna di dalam perkembangan yang syarat informasi dan tak ada batasnya lagi ini tidak berkemungkinan &lt;i style=""&gt;email&lt;/i&gt;, f&lt;i style=""&gt;acebook&lt;/i&gt; dll adalah sesuatu yang lazim bagi seseorang dalam menyampaikan keluh kesahnya ketimbang buku catatan hariannya sehari-hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-3075287175998948644?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/3075287175998948644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/kebebasan-berpendapat-seolah-dibungkam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/3075287175998948644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/3075287175998948644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/kebebasan-berpendapat-seolah-dibungkam.html' title='KEBEBASAN BERPENDAPAT SEOLAH DIBUNGKAM'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-2955469319486050147</id><published>2009-06-07T06:11:00.001-07:00</published><updated>2009-06-07T06:16:45.756-07:00</updated><title type='text'>DARI MODERLAND KE KPK</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Berita mengenai pemilu dan koalisi partai-partai dalam menghadapi pilpres mendatang pada minggu-minggu ini seakan membisu sejenak setelah adanya pemberitaan mengejutkan dari berbagai media yang ada akan terungkapnya tersangka pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) yang di muntahkan dua tembakan oleh pengendara sepeda motor Yamaha Scorpio di kawasan Danau Moderland Tanggerang, 14 Maret lalu sesaat setelah Nasrudin pulang dari bermain golf. Berita yang tidak hanya menjadi sorotan media di Indonesia ini sekarang selalu menjadi &lt;i style=""&gt;headline&lt;/i&gt; di setiap media baik itu media cetak maupun elektronik. Bagaimana tidak, seorang pejabat Negara yang semula diragukan kiprahnya kini telah menunjukkan taringnya lewat komisi pemberantasan korupsi (KPK) dalam mengusut setiap kasus korupsi yang ada di Negara ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Prestasi gemilang tersebut kini seakan menjadi terbalik ketika dirinya terbujuk pada gemerlapnya dunia dan kini ia telah ditetapkan menjadi salah satu tersangka actor intelektual dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen. Ya, Antasari Azhar (AA) ketua KPK nonaktif ini seakan menjadi diva karna telah menjadi sorotan dunia. Pembunuhan yang kini telah dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat ini diduga akibat adanya pesona dari gadis golf yang bernama Rani Juliani atau Tika, seorang caddy di tempat biasa Nasrudin dan Antasari menghabiskan waktunya dengan bermain golf. Benar tidaknya kejadian mengejutkan ini karna berlatar belakang seorang wanita atau tidak kini pihak kepolisian tengah menyelidikinya dan memastikan tidak mau terburu-buru dalam menetapkan motif pembunuhan tersebut karna bagaimanapun menurut pihak kepolisian masalah yang menimpa Antasari ini adalah masalah yang komplek namun andaikan benar kejadian ini karna motif asmara maka tentunya bertambahlah lagi deretan kasus-kasus yang serupa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;Kasus yang serupa menimpa Antasari ini seakan mengingatkan kita semua akan kasus-kasus seperti cerita dari Yahya Zaeni, Max Moein, Al Amin Nasution politisi dari partai PPP bahkan jauh sebelum kita dilahirkan pun Qobil dan Habil mengalami hal yang demikian. Entah ini suatu hal yang kebetulan atau tidak kita tidak mengetahuinya namun yang jelas harta, tahta dan wanita seakan sering melupakan tujuan hidup kita yang sesungguhnya. Untuk itu perlunya mengingat tujuan hidup kita yang sesungguhnya mudah-mudahan bisa melepaskan kita dari gemerlapnya dunia yang fana ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-2955469319486050147?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/2955469319486050147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/dari-moderland-ke-kpk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/2955469319486050147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/2955469319486050147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/dari-moderland-ke-kpk.html' title='DARI MODERLAND KE KPK'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-5257915398445535883</id><published>2009-06-04T04:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-04T04:14:11.167-07:00</updated><title type='text'>SIKAP SEORANG MUSLIM</title><content type='html'>&lt;!-- IF YOU'RE GOING TO USE GOOGLE ADS, THIS IS A GOOD PLACE TO PUT THEM --&gt;           &lt;p&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false         &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: rgb(192, 0, 0);"&gt;Mencintai Allah dan RasulNya di Atas yang Lainnya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Seorang Muslim wajib mencintai Allah dan RasulNya lebih daripada yang lain termasuk bapak, anak, istri, saudara, kekayaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Katakanlah: “Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” (QS At Taubah: 24)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Allah telah memberikan kita hidup, tubuh, air, udara, jagad raya sehingga kita bisa hidup seperti sekarang ini. Tak dapat kita menghitung nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span id="more-245"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Dan Dia telah memberikan kepadamu keperluanmu dan segala apa yang kamu mohon kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghitungnya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” [Ibrahim:34]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Oleh karena itu sepatutnya kita mencintai Allah dan RasulNya lebih dari yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Jika kita mencintai Allah, niscaya kita selalu bahagia karena Allah selalu bersama kita. Sebaliknya jika kita mencintai yang lain, maka kita akan sedih dan bahkan frustrasi jika yang kita cintai itu meninggalkan kita. Tak jarang kita mendengar orang jadi gila atau bunuh diri karena kekayaannya lenyap atau putus cinta dengan pacarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: rgb(192, 0, 0);"&gt;Ikhlas Untuk Allah Ta’ala&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Setiap shalat kita membaca Doa Iftitah yang artinya: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku, hanya untuk Allah semesta alam.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Kita hidup bukan untuk mencari ketenangan atau pun kesenangan di dunia. Tapi untuk mengabdi kepada Allah yang telah memberikan segalanya bagi kita, meski nanti kita bisa merasakan pahitnya cobaan itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Tak jarang dalam mengabdi kepada Allah seperti amar ma’ruf nahi munkar dan melakukan syiar Islam Nabi mendapat tentangan yang hebat. Dari dilempari tahi unta, diejek, dikucilkan, hingga hendak dibunuh semua telah dialami oleh Nabi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan dengan bermacam cobaan sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” [Al Baqarah:214]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Tapi keimanan yang kuat membuat Rasul dan orang-orang yang beriman tetap sabar dan tabah dalam menghadapi hidup. Semua dilakukan untuk Allah. Bukan pamer/riya agar dilihat orang. Bukan pula Sum’ah agar didengar orang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Contoh lucu bagi orang yang berbuat baik tapi tidak ikhlas demi Allah adalah Caleg yang menyumbang TV ke masyarakat dan ada juga yang menyumbang karpet ke ibu-ibu pengajian. Namun begitu mereka kalah dan tidak terpilih, segera mereka ambil lagi TV dan Karpet itu sehingga mendapat protes dari warga yang telah menerimanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Sikap ikhlas untuk Allah semata dalam beribadah dan berbuat kebaikan akan membuat jiwa kita tenang dan mendapat kenikmatan surga di akhirat nanti:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Hai jiwa yang tenang&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam surga-Ku.” [Al Fajr:27-30]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: rgb(192, 0, 0);"&gt;Sabar Menghadapi Cobaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Seorang Muslim senantiasa bersabar terhadap cobaan yang mereka terima.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Dan sesungguhnya telah didustakan pula rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan &lt;span&gt; &lt;/span&gt;(yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka…” [Al An’aam:34]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun “ [Al Baqarah:155-156]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Orang yang beriman menjadikan sabar dan shalat kepada Allah sebagai penolong mereka:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al Baqarah:153]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Orang yang tidak sabar hanya akan merasakan kemarahan, keputus-asaan, dan kesedihan. Belum lagi azab dari Allah yang azabnya begitu pedih.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: rgb(192, 0, 0);"&gt;Selalu Bersyukur kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. “ [An Nahl:78]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Kita juga harus senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita seperti pendengaran, penglihatan, hati, dan juga pengetahuan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Luqman seorang yang diberi Allah kebijaksanaan menasehati anaknya untuk senantiasa bersyukur kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” [Luqman:12]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” [Ibrahim:7]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Sebagai tanda syukur kita kepada Allah SWT banyak yang bisa kerjakan mulai dari mengerjakan perintahnya hingga menjauhi larangannya. Dengan sering beribadah kepada Allah, shalat, puasa, zakat, dan bersedekah kepada fakir miskin dan menyantuni anak yatim itu merupakan satu bentuk syukur kepada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: rgb(192, 0, 0);"&gt;Bertawakal dan Berserah Diri Kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Ummat Islam selain harus berikhtiar dan berdoa juga harus bertawakkal dan berserah diri kepada Allah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Mengapa kami tidak akan bertawakkal kepada Allah padahal Dia telah menunjukkan jalan kepada kami, dan kami sungguh-sungguh akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Dan hanya kepada Allah saja orang-orang yang bertawakkal itu, berserah diri.” [Ibrahim:12]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Kita harus yakin bahwa apa pun hasilnya, itulah yang terbaik bagi kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [Al Baqarah:216]&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Kadang yang kita benci boleh jadi sebetulnya amat baik bagi kita. Begitu pula sebaliknya. Allah Maha Tahu. Allah tahu yang terbaik bagi kita karena Dia adalah Pencipta Segalanya. Sementara manusia adalah makhluk yang tidak mengetahui meski sering sok tahu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Kita harus sadar bahwa Allah yang menciptakan Alam Semesta itu Maha Tahu. Sementara manusia yang tidak mampu menciptakan seekor lalat pun adalah makhluk yang tidak mengetahui kecuali secuil ilmu yang telah diberikan Allah kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: rgb(192, 0, 0);"&gt;Rendah Hati&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Seorang Muslim selalu rendah hati.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” [Al Furqon:63]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Allah marah pada orang yang sombong dan takabur:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Dari Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menganggap besar dirinya dan bersikap sombong dalam berjalan, ia akan menemui Allah dalam keadaan amat marah kepadanya.” Riwayat Hakim dan para perawinya dapat dipercaya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Mengapa Iblis dilaknat Allah? Karena Iblis sombong dan merasa lebih baik dari yang lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Iblis berkata: “Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.” [Shaad:76]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: rgb(192, 0, 0);"&gt;Qana’ah dan Sederhana&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial; color: rgb(192, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Meski Allah memerintahkan manusia untuk berusaha dan mencari kurnia Allah, namun Allah memerintahkan manusia untuk tidak menumpuk harta dan bermegah-megahan. Sebaliknya menggunakan hartanya di jalan Allah dengan membayar zakat, sedekah, membantu fakir miskin dan anak yatim serta kerabat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur:1]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;“Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.” [Ar Ruum:38]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Nabi Muhammad meski merupakan pemimpin negara di mana 2 negara Super Power dunia, Kerajaan Romawi dan Persia, sudah nyaris jatuh ke tangannya, tetap hidup sederhana. Tidak bermewah-mewahan macam para pejabat kita sekarang ini. Kata Siti Aisyah tidak pernah keluarga Nabi makan kenyang selama 3 hari berturut-turut. Umar ra pernah menangis melihat Nabi tinggal di rumah yang nyaris tidak ada perabotan dan tidur di atas pelepah kurma.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas). (HR. Al Hakim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Saat ini kita lihat banyak ummat Islam yang bermewah-mewahan seperti di Dubai orang membangun gedung tertinggi dan hotel yang mewah. Sementara orang-orang kafir dengan mudah menyerbu dan membantai ummat Islam di Palestina, Iraq, Afghanistan, Chechnya, dan sebagainya. Itu karena ummat Islam sekarang kena penyakit Wahn: Cinta Dunia dan Takut Mati:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Rasulullah SAW bersabda, “Nyaris orang-orang kafir menyerbu dan membinasakan kalian seperti menyerbu makanan di atas piring. Berkata seseorang: Apakah karena sedikitnya kami waktu itu? Beliau bersabda: Bahkan kalian pada waktu itu banyak sekali, akan tetapi kamu seperti buih di atas air. Dan Allah mencabut rasa takut musuh-musuhmu terhadap kalian serta menjangkitkan di dalam hatimu penyakit wahn. Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, apakah wahn itu? Beliau bersabda: Mencintai dunia dan takut mati”. (Riwayat Abu Dawud no. 4297. Ahmad V/278. Abu Na’im dalam Al-Hilyah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Itulah beberapa sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap Muslim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; line-height: 115%; font-family: Arial;"&gt;Semoga kita semua bisa memilikinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-5257915398445535883?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/5257915398445535883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/sikap-seorang-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/5257915398445535883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/5257915398445535883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/sikap-seorang-muslim.html' title='SIKAP SEORANG MUSLIM'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-3434023708531889728</id><published>2009-06-03T02:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-03T02:36:05.392-07:00</updated><title type='text'>TURUT BERDUKA CITA</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Turut Berduka Cita Atas Meninggalnya &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Ketua PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;CABANG GROBOGAN&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;semoga segala amal dan ibadahnya diterima oleh Nya&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;dan semoga segala kesalahanya di ampuni oleh Allah SWT&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;Hairul_PSHT&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-3434023708531889728?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/3434023708531889728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/turut-berduka-cita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/3434023708531889728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/3434023708531889728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/turut-berduka-cita.html' title='TURUT BERDUKA CITA'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-8104797586463254471</id><published>2009-06-01T02:35:00.000-07:00</published><updated>2009-06-01T02:36:38.837-07:00</updated><title type='text'>KREDIBELITAS PEMIMPIN MENURUT RASULULLAH</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kampanye terbuka telah dilaksanakan artinya proses penyakinan kepada rakyat sebagai konstituenpun telah dibuka.Program dan janji-janji ketika terpilih nanti disosialisasikan oleh calon presiden dan partai yang mendukung dibelakangnnya kepada masyakarat.Berbagai slogan yang intinya ingin mensejahterakan masyarakat bertebaran seperti halnya poster – poster caleg yang saat ini sudah ‘memperindah’ wajah-wajah kota.Harapannya hanyalah satu agar masyakarat tertarik dan akhirnya memilih mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;            Masyarakat sebagai konstituen tetap mau tidak mau haruslah memilih karna bagaimanapun nasib bangsa 5 tahun kedepannya bergantung kepada pilihan kita semua.Dikarnakan yang menginginkan kursi empuk ini terlalu banyak maka kita sebagai pemilih haruslah selektif dalam menentukan calon.Adalah pemimpin yang punya kredibilitas tinggi yang sebenarnya perlu kita pilih.Menurut Rasulullah SAW seorang pemimpin dapat dikatakan kredibel apabila memiliki ciri-ciri :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;            &lt;b&gt;1.Jujur dan Terpercaya sampai mati&lt;/b&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kejujuran dan kepercayaan seorang pemimpin perlu kita lihat dari sejak awal sampai akhir.Karna apa bila kita mempunyai pemimpin yang jujur dan terpercaya mudah-mudahan segala janjinya dapat terpenuhi dengan segeranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;            &lt;b&gt;2.Orang yang cakap (Puas dengan hasil kinerjanya) &lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketika seorang pemimpin  telah sadar dan menyakini bahwa sesungguhnya ia mengemban amanat rakyat yang sangat besar maka dengan sendirinya dia akan bekerja dengan keihlasan dan kesungguhan hati sehingga hasil yang dicapainya pun akan lebih baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;            &lt;b&gt;3.Berinovasi dan Kreatif&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Zaman terus bergerak dan mengalami kemajuan jika kita tidak mempunyai seorang pemimpin yang punya inovasi dan kreasi yang jelas maka kita tidak akan bisa mengikuti zaman tersebut.Oleh karena itu kita butuh pemimpin yang punya inovasi dan kreasi untuk terus bergerak menuntaskan sebuah perubahan kearah yang lebih baik bagi bangsa Indonesia ini tentunya….Amin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-8104797586463254471?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/8104797586463254471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/kredibelitas-pemimpin-menurut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8104797586463254471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8104797586463254471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/06/kredibelitas-pemimpin-menurut.html' title='KREDIBELITAS PEMIMPIN MENURUT RASULULLAH'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-8361611950940208723</id><published>2009-05-29T22:31:00.001-07:00</published><updated>2009-05-29T22:38:03.430-07:00</updated><title type='text'>TUK ADEKKU YANG SELALU KUCINTAI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Cintaku padamu adalah untaian harapan dan benih benih kesucian&lt;br /&gt;Mendamba mu hadir mendekap keinginan dan cahaya penerang dalam kegelapan ku&lt;br /&gt;Menyediakan sebilah bidang bahu untuk tempatku bersandar&lt;br /&gt;Kala ku terpuruk dalam kesunyian dan kehampaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga jalinan suci ini kau mengerti .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seonggok duri yang telah mengalir dalam aliran darah ku&lt;br /&gt;Mungkin akan tiba mengambil binar mata dan aliran napas ku&lt;br /&gt;Hingga ku luluh lantak&lt;br /&gt;Jauh terbang membumbung tinggi ke lapisan langit ke tujuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sama sekali tak minta kau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;kasihani&lt;br /&gt;Aku sama sekali tak minta kau tangisi&lt;br /&gt;Aku sama sekali tak minta kau mendustai&lt;br /&gt;Aku sama sekali tak minta kau mencintaiku dengan keterpaksaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin ketulusan cinta mu&lt;br /&gt;Cinta yang hadir dalam pelepah - pelepah daun pisang penampung tetesan hujan&lt;br /&gt;Mengalir sesederhana rasa&lt;br /&gt;HIngga kehadiran nya begitu teramat bermakna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika memang cinta mu hadir untukku&lt;br /&gt;Cinta lah aku seadanya dalam aliran kepercayaan&lt;br /&gt;Menggenggam harap memanjat impian&lt;br /&gt;HIngga memahami sebentuk prasasti kasih sayang dan pulaman pengorbanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika getaran rasa itu tak terhujam untukku&lt;br /&gt;Maka aku mohon berilah seutas senyum pada ku semurni ketulusan dan keikhlasan&lt;br /&gt;Hingga ku tenang dalam damai ......&lt;br /&gt;Sebelum helai kalbu ku mematung dalam keabadian&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-8361611950940208723?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/8361611950940208723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/tuk-seseorang-yang-selalu-kucintai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8361611950940208723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8361611950940208723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/tuk-seseorang-yang-selalu-kucintai.html' title='TUK ADEKKU YANG SELALU KUCINTAI'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-6867759169814782272</id><published>2009-05-26T06:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T06:30:21.628-07:00</updated><title type='text'>TATA CARA MENAMBAHKAN JAM  PADA BLOGSPOT</title><content type='html'>Salam Persaudaraan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkahnya ialah sebagi berikut,&lt;br /&gt;1. buka blog anda&lt;br /&gt;2. lalu buka &lt;a href="http://www.clocklink.com/"&gt;http://www.clocklink.com/&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;3. pilih Gallery&lt;br /&gt;4. pilih jenis-jenis jam, ada analog, animal, animation dll (pilih menurut selera anda)&lt;br /&gt;5. View HTML tag&lt;br /&gt;6. Klik Accept&lt;br /&gt;7. Time Zone diset dulu(kalo indonesia ya GMT +07:00 atau pilih JOG (Jogjakarta)&lt;br /&gt;8. HTML nya di select all (yang di atas) kemudian di Ctrl+C (copy)&lt;br /&gt;9. masuk ke.... blog kamu, jangan lupa email n password yaa..!!!&lt;br /&gt;10. klik layout&lt;br /&gt;11. klik tambah elemen halaman baru&lt;br /&gt;12. klik yang ada tulisannya HTML/JavaScript, jangan lupa&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; tambahkan ke  blog&lt;/span&gt; anda&lt;br /&gt;13. beri judul dulu (sesuai selera)&lt;br /&gt;14. Lalu simpan....&lt;br /&gt;15. Ada perubahan gak di blog anda???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-6867759169814782272?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/6867759169814782272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/tata-cara-menambahkan-jam-pada-blogspot.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6867759169814782272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6867759169814782272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/tata-cara-menambahkan-jam-pada-blogspot.html' title='TATA CARA MENAMBAHKAN JAM  PADA BLOGSPOT'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-7626241165990579068</id><published>2009-05-26T05:44:00.000-07:00</published><updated>2009-05-26T06:12:23.378-07:00</updated><title type='text'>TATA CARA MEMBUAT BLOG PADA BLOGSPOT</title><content type='html'>Salam Persaudaraan,&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XWpEw3ZHdys/RzCXhv3hXZI/AAAAAAAAALg/dC1LYyXLQAQ/s1600-h/step+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129766581615811986" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_XWpEw3ZHdys/RzCXhv3hXZI/AAAAAAAAALg/dC1LYyXLQAQ/s320/step+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pertama-tama anda perlu membuka situs : &lt;a href="https://www.blogger.com/start"&gt;https://www.blogger.com/start&lt;/a&gt; . Setelah itu klik pada perkataan CREATE YOUR BLOG NOW.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jika paparan baru sudah muncul, maka anda isikan sahaja apa yang di dalam kotak-kotak:&lt;br /&gt;email address sehingga word verification.&lt;br /&gt;Jika sudah terisi semua, anda tinggal mengklik CONTINUE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                        &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_XWpEw3ZHdys/RzCYcf3hXaI/AAAAAAAAALo/eDhGloHlFlM/s1600-h/step+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129767590933126562" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_XWpEw3ZHdys/RzCYcf3hXaI/AAAAAAAAALo/eDhGloHlFlM/s320/step+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Setelah mengklik CONTINUE maka akan muncullah paparan seperti di sebelah. Anda membuka akaun dulu yaitu dengan mengisikan email anda, dan ulangi sekali lagi. Kemudian buatlah password anda dan isikan semula password anda sekali lagi. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anda tidak boleh lupa email dan password anda ini, karena diperlukan sekali ketika anda ingin mengisi tulisan pada blog anda atau mengedit dan menambah apa-apa dalam blog anda. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kemudian tuliskan huruf yang ada pada word verification, dan klik CONTINUE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_XWpEw3ZHdys/RzCckv3hXdI/AAAAAAAAAMA/zCx56V-F0TQ/s1600-h/step+4.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129772130713558482" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_XWpEw3ZHdys/RzCckv3hXdI/AAAAAAAAAMA/zCx56V-F0TQ/s320/step+4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Langkah selanjutnya anda perlu memilih salah satu tamplate yang akan digunakan oleh blog anda. Anda bisa memilih warna dan model yang anda sukai.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setelah anda pilih salah satu, maka anda lanjutkan dengan mengklik CONTINUE. &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Anda tidak perlu risau tentang tamplate ini karena jika anda kurang cocok dengan pilihan anda tadi, maka anda bisa mengganti tamplate lain pada setiap saat anda kehendaki.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bahkan banyak situs-situs yang memberikan tamplate gratis selain yang ada di dalam situs blogger ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_XWpEw3ZHdys/RzCebP3hXeI/AAAAAAAAAMI/ymjPTlUzcyQ/s1600-h/step+5.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5129774166528056802" style="margin: 0px 10px 10px 0px; float: left;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_XWpEw3ZHdys/RzCebP3hXeI/AAAAAAAAAMI/ymjPTlUzcyQ/s320/step+5.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Langkah ketiga tadi adalah langkah terakhir dalam pembuatan blog secara dasar. Setelah anda mengklik CONTINUE pada langkah ketiga, maka muncullah paparan seperti pada gambar sebelah. Dengan itu anda telah berhasil membuat blog anda. Selanjutnya anda bisa menuliskan apa sahaja pada blog anda.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-7626241165990579068?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/7626241165990579068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/cara-buat-blog.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/7626241165990579068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/7626241165990579068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/cara-buat-blog.html' title='TATA CARA MEMBUAT BLOG PADA BLOGSPOT'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_XWpEw3ZHdys/RzCXhv3hXZI/AAAAAAAAALg/dC1LYyXLQAQ/s72-c/step+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-6096848866862894079</id><published>2009-05-22T03:51:00.000-07:00</published><updated>2009-05-22T03:54:31.983-07:00</updated><title type='text'>PEMUDA DALAM PANDANGAN ISLAM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;Sudah diterbitkan di buletin sakinah DPU-DT, 22 Mei 2009)&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;“Kami ceritakan kepadamu (Muhammad) kisah mereka dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambahkan petunjuk kepada mereka” (Al-Kahf : 13)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Kebangkitan nasional yang menginjak usia ke 101 tahun 20 Mei kemarin ialah salah satu buah hasil dari semangat dan kegigihan dari pemuda &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Hasil karyanya (baca, pemuda) &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; itu merupakan titik tolak dimulainya sejarah baru dalam perjalanan bangsa kita sebagai sebuah bangsa. Kebangkitan nasional yang diambil dari gerakan pendidikan yang dilakukan oleh kelompok muda terpelajar yang berhimpun dalam organisasi Budi Utomo pada tahun 1908 ini telah berhasil memberikan semangat pada seluruh masyarakat Indonesia akan pentingnya rasa Nasionalisme.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Jika kita berwacana mengenai perubahan yang dilakukan oleh pemuda memang tak kunjung ada habisnya. Dalam sebuh tesis mengatakan bahwa dalam setiap perubahan pemuda ada dibelakangnya. Rentetan sejarah di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; tidak terlepas dari tangan para pemuda. Begitu juga kejayaan – kejayaan Islam pun tidak terlepas dari tangan pemuda. Bahkan Imam Syahid Hasan Al-Banna pernah mengatakan, bahwa sesungguhnya sebuah pemikiran itu akan berhasil diwujudkan manakala kuat rasa keyakinan kepadaNya, ikhlas dalam berjuang di jalanNya, semakin bersemangat dalam merealisasikannya, dan kesiapan untuk beramal dan berkorban dalam mewujudkannya. Sepertinya keempat rukun ini yakni iman, ikhlas, semangat dan amal merupakan karakter yang melekat pada diri pemuda karna sesungguhnya dasar keimanan itu adalah nurani yang menyala, dasar keikhlasan adalah hati yang bertaqwa, dasar semangat adalah perasaan yang menggelora, dasar amal adalah kemauan yang kuat. Itu semua tidak terdapat kecuali pada diri para pemuda. Oleh karena itu, sejak dulu hingga sekarang pemuda merupakan pilar kebangkitan. Dalam setiap kebangkitan, pemuda merupakan rahasia kekuatannya. Dalam setiap fikrah pemuda adalah pengibar panji-panjinya. Sungguh sesuatu yang luar biasa melekat pada diri pemuda.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;PEMUDA DALAM PANDANGAN ISLAM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Islam adalah agama yang sangat memperhatikan dan memuliakan para pemuda, Al Qur’an sendiri banyak menceritakan potret mengenai pemuda. Pemuda Ashabul Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun demi menyelamatkan iman, kisah pemuda Ashabul Ukhdud yang menceritakan tentang pemuda yang tegar dalam keimanannya terhadap Allah sehingga para penguasa tersebut menceburkannya kedalam parit yang berisi api yang bergejolak dan masih banyak lagi cerita mengenai pemuda yang dituliskan Allah di dalam kitabNya. Selain itu Qur’an juga banyak mengisahkan perjuangan para nabi dan Rasul yang notabene orang – orang yang terpilih tersebut adalah berasal dari kalangan pemuda. Ibnu abbas ra berkata “ Tak ada seorang nabi pun yang diutus oleh Allah, melainkan ia dipilih dikalangan pemuda saja (yakni 30-40 tahun). Begitu pula tidak ada seorang alim ulama pun yang diberi ilmu, melainkan ia (hanya) di kalangan pemuda. Lalu Ibnu Abbas kemudian membaca Firman Allah SWT, Mereka (yang lain) berkata, “ Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala itu), namanya Ibrahim. (Al Anbiyah : 60)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ya, nabi Ibrahim. Qur’an menceritakan bahwa Allah memberikan kemampuan berdebat kepada Ibrahim ketika beliau belum dewasa. Sebagaimana firmannya : Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah kami berikan kepada Ibrahim petunjuk, dan kami telah mengetahui dia. (Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “ Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya? Mereka menjawab, “Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.” Dia (Ibrahim) berkata, “ Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.” Mereka berkata, “ Apakah engkau datang kepada kami membawa kebenaran atau engkau main-main? Dia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi (dialah) yang telah menciptakannya, dan aku termasuk orang orang yang dapat bersaksi atas itu” (Al Anbiya 51-56)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selain itu juga junjungan nabi kita Muhammas SAW pun diangkat menjadi Rasul tatkala berumur 40 tahun. Orang-orang yang termasuk dalam assabiquunal awwaluun yaitu orang-orang yang pertama kali beriman kepada Rasulullah SAW adalah para pemuda seperti halnya Abu bakar ra masuk islam pada usia 32 tahun, Umar ra 35 tahun, Ali ra 9 tahun, Utsman ra 30 tahun dll malahan ratusan ribu lagi para pejuang Islam terdiri dari golongan pemuda. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Merekalah yang memperjuangkan islam dengan segala jiwa dan raga. Nah sekarang bagaimana dengan kita yang notabene juga adalah pemuda yang akan mewarisi negri ini? Akankah kita siap menggantikan estafet kepemimpinan sehingga bisa membuat Islam kembali berjaya dan bersinar didunia ini?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Inilah tanggung jawab dan misi yang akan kita emban dipundak kita dari hari ini sampai ajal menjemput kita. Oleh karna itu, bekalilah diri dan gunakanlah masa muda kita dengan sebaik-baiknya untuk mencari bekal demi kemajuan dan kejayaan islam di masa yang akan datang.&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;“Manfaatkan &lt;st1:city st="on"&gt;lima&lt;/st1:City&gt; perkara sebelum &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; perkara: [1] Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, [2] Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, [3] Masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, [4] Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, [5] Hidupmu sebelum datang kematianmu.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;i style=""&gt; (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya) &lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;Maju terus pemuda Islam Indonesia&lt;/b&gt; !!!&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;Wallahu a’lam bishawab&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-6096848866862894079?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/6096848866862894079/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/pemuda-dalam-pandangan-islam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6096848866862894079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6096848866862894079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/pemuda-dalam-pandangan-islam.html' title='PEMUDA DALAM PANDANGAN ISLAM'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-5170504775846936094</id><published>2009-05-20T02:29:00.000-07:00</published><updated>2009-05-20T02:30:26.877-07:00</updated><title type='text'>DPT PILPRES TANGGUNG JAWAB BERSAMA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;JANUARI 2009 belumlah terlalu lama, kisah kisruhnya daftar pemilih tetap dalam pemilihan kepala daerah untuk Gubernur Jawa Timur tentunya masihlah melekat di ingatan kita semua. Kinerja dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Jawa Timur pun sewaktu itu sempat dipertanyakan dan di pemilu 9 April lalu kericuhan daftar tetap serupa pun muncul kembali lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kecarut marutan data dalam pemilu legislatif kemarin menyebabkan Megawati Soekarno Putri (PDI-P), Prabowo Subianto (Partai Gerindra), Wiranto (Partai Hanura), Gus Dur, Yusril Izha Mahendra (PBB), Rizal Ramli, dan beberapa ketua partai peserta pemilu lainya yang tergabung dalam kelompok Tengku Umar mengecam hasil pemilu terkait kisruh DPT. Bahkan mereka mengecam aksi boikot jika pemerintah tidak bertanggung jawab dalam penyelesaian permasalahan daftar pemilih tetap tersebut. Selain itu, di Bandung juga terjadi hal serupa Partai Demokrasi Pembaruan, Hanura dan 19 partai lainnya juga ikut menolak hasil pemilu dengan alasan utama yaitu daftar pemilih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kecarut marutan daftar pemilih tetap kemarin memang menyebabkan sebagian caleg maupun partai politik merasa dirugikan. Namun, kisruhnya tersebut tidaklah serta merta kita harus seratus persen menyalahkan komisi sebagai penyelenggara karna bagaimanapun komisi juga mendapatkan data dari Departemen Dalam Negeri (Depdagri). Kondisi ini tentunya berbeda dengan pemilu tahun 2004 lalu karna pada pemilihan 2004 dulu data yang diperoleh ialah dari badan pusat statistik bukan dari Departemen Dalam Negeri.. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Selain itu juga daftar pemilih sementara sudah diedarkan sebelumnya untuk dikoreksi secara bersama-sama oleh masyarakat dan partai politik. Berarti komisi salah, parpol salah dan masyarakat pun ikut salah juga karna tidak mau mengkoreksi daftar pemilih sementara (DPS) yang sudah diedarkan oleh komisi. Untuk itu menurut hemat penulis agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan serupa seperti pada pemilu kemarin, pada pilpres mendatang ini komisi secepatnya dan seakurat mungkin memverifikasi daftar-daftar atau data-data pemilih kemudian mengedarkannya ke kelurahan-kelurahan, setelah itu kita sebagai masyarakat yang sudah memenuhi persyaratan dalam memilih harus mau repot datang kekelurahan untuk dapat melihat dan mengkoreksi data, apakah kita terdaftar atau tidak. Jika tidak maka kita harus ikut aktif untuk segera melapor agar daftar dapat sesegera mungkin diperbaiki oleh komisi sehingga masalah-masalah yang terjadi di pemilu 9 April dan Pilkada Jawa Timur tidak terulang lagi di pilpres mendatang. Semoga!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-5170504775846936094?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/5170504775846936094/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/dpt-pilpres-tanggung-jawab-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/5170504775846936094'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/5170504775846936094'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/dpt-pilpres-tanggung-jawab-bersama.html' title='DPT PILPRES TANGGUNG JAWAB BERSAMA'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-191181201513037019</id><published>2009-05-19T23:05:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T23:06:12.073-07:00</updated><title type='text'>DARAH MUDA DI KEBANGKITAN NASIONAL</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(Sudah diterbitkan di lampung post edisi 19 Mei 2009)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ortega G Yasset pernah mengatakan bahwa pemuda adalah &lt;i style=""&gt;the agent of change.&lt;/i&gt; Di pundak pemudalah semuanya tersemi. Hal ini memang beralasan, lihat saja perubahan di setiap Negara pasti di belakangnya ada darah muda yang selalu gigih berjuang demi perubahan di negaranya tersebut. Hal ini juga terjadi di Negara kita Indonesia. Dari tahun 1908, 1928, 1945, 1966 dan 1998 ketika reformasi terjadi adalah rentetan sejarah di Indonesia yang tidak terlepas dari tangan para pemuda. Bahkan jauh sejak Negara kita belum berbentuk Republik pun selalu ada sosok –sosok muda yang mempengaruhi pergolakan zaman. Sebut saja Hayam Wuruk yang menyebabkan Indonesia disegani oleh bangsa-bangsa dari belahan dunia menduduki Majapahit pada usia 16 tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kiprah kepemimpinan kaum muda memang telah diakui. Terbentuknya organisasi bernama Budi Utomo yang diprakarsai oleh Soetomo, Goenawan Mangoenkosoemo pun hasil dari pemuda Indonesia.&lt;span style=""&gt;                                                                                                                                                                                                                   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                                                                                                                                                              &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Lahirnya organisasi ini bukanlah dalam ruang yang kosong. Organisasi ini lahir melainkan hasil dialektis antara mimpi dan harapan yang ingin dibangun serta didorong oleh semangat rasa nasionalisme. Sehingga tak ayal, di setiap tanggal 20 Mei adalah hari yang diperingati sebagai hari kebangkitan nasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kebangkitan nasional adalah hari yang bisa digunakan untuk merefleksi diri guna memicu dan memacu semangat nasionalisme bangsa yang belakangan ini semakin terkikis. Dan kini, hari tersebut sudah memasuki usia yang ke 101 tahun. Usia yang sebenarnya sudah lebih dari matang untuk bangkit dari segala keterpurukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Kebangkitan nasional tahun ini mungkin lebih bersejarah bila kita bandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Karna apa, ditahun ini terjadi dua pesta demokrasi. Pemilihan anggota legislatif untuk duduk di tingkat pusat, daerah dan perwakilan daerah dan juga pemilihan presiden pada 8 Juli mendatang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ada tiga pasang calon yang siap bertarung dalam memperebutkan posisi RI-1 di pilpres mendatang yakni JK-Wiranto (Lebih cepat dan lebih baik), Mega-Prabowo (Mega pro rakyat) dan sosok &lt;i style=""&gt;incuembent &lt;/i&gt;Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono yang keberadaannya semula sempat ditolak oleh partai-partai pendukung SBY karna dipresentasikan tidak mewakili keterwakilan umat didalamnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari salah satu pasang calon inilah nantinya akan tersemai harapan-harapan baru bagi rakyat Indonesia akan adanya kebangkitan nasional di setiap sektor atau bidang untuk terus memperbaiki diri dan tentunya perubahan tidak akan datang dari langit tetapi harus dilakukan. Ia harus muncul atas inisiatif kelompok yang menginginkan perubahan maka kita sebagai agen perubahan kita pun harus tetap ikut berjuang untuk memperbaiki negri ini sesuai dengan kemampuan kita masing-masing dari sekarang sampai di masa yang akan datang karna bagaimanapun juga kemajuan dan kehancuran bangsa ini terletak di tangan para pemudanya oleh karna itu bergeraklah terus untuk menuntaskan sebuah perubahan wahai pemuda Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-191181201513037019?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/191181201513037019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/darah-muda-di-kebangkitan-nasional.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/191181201513037019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/191181201513037019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/darah-muda-di-kebangkitan-nasional.html' title='DARAH MUDA DI KEBANGKITAN NASIONAL'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-6410899035525433998</id><published>2009-05-15T02:52:00.000-07:00</published><updated>2009-05-19T23:10:10.479-07:00</updated><title type='text'>BELAJAR DARI KEPEMIMPINAN GUBERNUR SYAM</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(S&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;udah diterbitkan di buletin Sakinah DPU-DT)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;“Anggaplah rakyat seperti ayahmu, saudaramu dan anakmu. Berbaktilah kepada mereka seperti engkau berbakti kepada ayahmu, periharalah hubungan baik dengan mereka seperti saudaramu, dan sayangilah mereka seperti engkau menyayangi anakmu”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(Nasehat Hasan Al Bashri kepada Umar bin Abdul Azis)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Islam adalah agama yang sempurna. Kesempurnaan ajaran agama islam inilah yang menghasilkan generasi-generasi yang memiliki konsistensi yang sangat tinggi pada ajaran islam terutama di zaman-zaman Rasulullah. Pangkat dan kedudukan di dunia tidaklah menyilaukan matanya namun di zaman sekarang kini semua itu seolah terbalik, ketika pangkat dan kedudukan telah diperolehnya maka nilai-nilai islam yang melekat pada dirinya mulailah luntur. Ia mulai jauh dari Allah sehingga ia dengan terang-terangan bisa melakukan korupsi dll. Tulisan ini menyumbangkan kepada kaum muslimin dan seorang pemimpin Indonesia yang terpilih nantinya untuk belajar dari kepemimpinan Said bin Amir yang tetap istiqomah dan berpegang teguh pada ajaran agama walau pangkat dan jabatan telah diperolehnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: normal;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;BELAJAR DARI GUBERNUR SYAM&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pada saat khalifah Umar Bin Khattab memimpin, ia ingin menggantikan Gubernur Syam yang semula dipercayakan kepada Muawiyah kepada Said bin Amir Al- Jumali. Walaupun Said menolak namun ia harus menunjukkan ketaatannya kepada Khalifah Umar. Maka jadilah Said bin Amir Al-Jumali menjadi seorang Gubernur Syam. Pada hari yang telah ditentukan untuk keberangkatannya ke Syam ia berangkat dari Madinah beserta Istrinya menuju tempat tugasnya yang baru. Sesampainya disana, Said memulai hari-harinya sebagai seorang Gubernur. Sementara itu di Madinah, Umar mendapatkan tamu utusan dari Syam. Mereka datang untuk melaporkan beberapa kebutuhan dan urusan mereka sebagai rakyat yang hidup di bawah kekhalifahan Umar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pada saat itu, Umar meminta mereka untuk menuliskan nama-nama orang miskin yang ada di Syam. Utusan tersebut mulailah menuliskan satu persatu nama-namanya yang dianggap membutuhkan bantuan dari Negara. Setelah selesai tulisan itu diserahkan kepada Umar. Dengan agak terkejut, Umar menemui sebuah nama &lt;b style=""&gt;SAID. &lt;/b&gt;Lalu Umar pun bertanya, apakah Said yang kalian maksud ini adalah Gubernur kalian? Ya, itu Said gubernur kami. Dia termasuk daftar orang-orang miskin. Betapa terkejutnya Umar dengan pemberitaan ini. Lalu Umar pun memberikan sekantong uang kepada utusan tersebut dan berkata tolong berikan kantong ini kepada Gubernur kalian. Mendapat perintah, rombongan tersebut pun kembali ke Syam. Setelah sampai di Syam utusan tadi segera menyampaikan amanah dari Umar kepada Gubernur mereka Said bin Amir. Sore harinya setelah mendapatkan kantong yang diberikan oleh Umar, Said pun membuka kantong tersebut tanpa sepengetahuan istrinya. Innailahi wa inna ilahi ro’jiun ucap Said lirih.Ternyata yang diberikan oleh Umar adalah uang seribu dirham, jumlah yang sangat tidak sedikit tentunya. Perkataan Said tadi ternyata didengar oleh Istrinya, Apakah Amirul Mukmimin meninggal? Tanya istri Said. Tidak, tetapi musibah yang lebih besar dari itu ucap Said. Maukah engkau membantuku, sambung Said. Tentu, jawab Istrinya. Dunia telah merasuki diriku untuk merusak akhiratku, kata Said. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Esok paginya Said memanggil orang kepercayaannya untuk membagikan uang itu kepada para janda, anak yatim dan orang miskin yang membutuhkannnya tanpa tersisa sedikitpun. Barulah istrinya memahami kata-kata suaminya, dunia telah merasuki diriku dan merusak akhiratku. Said memang selalu berusaha untuk menjadikan dunia yang dimilikinya untuk membeli akhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Lalu ketika Umar melakukan sidak ke Syam, ia mengumpulkan penduduk kota tersebut dan bertanya kepada penduduk Himsa tentang pendapat bagaimana kalian berpendapat tentang Gubernur kalian? Jawaban masyarakatnya cukup mengejutkan. Kami mengeluhkan 4 hal ya Amirul Mukminin. Pertama, Gubernur kami selalu keluar kepada kami setelah siang datang. Kedua, dia tidak melayani siapapun yang datang pada malam hari. Ketiga, ada satu hari di dalam satu bulan dimana dia tidak keluar sama sekali untuk menemui kami dan terakhir Gubernur kami terkadang pingsan bersama kami. Mendengar itu semua, Umar tidak bisa tinggal diam lalu ia membuat pertemuan terbuka antara rakyat dan gubernurnya untuk menyelesaikan masalah ini. Ya Allah, jangan Engkau kecewakan prasangka baikku selama ini kepadanya. Kata Umar membuka pertemuan tersebut, baiklah apa yang kalian keluhkan. Pertama, Said tidak keluar menemui kami kecuali setelah siang datang menjelang. Said lalu angkat bicara, demi Allah sesungguhnya aku tidak suka menjawabnya. Aku tidak mempunyai pembantu, maka aku harus mengadoni roti, kemudian aku wudhu dan baru keluar. Terus apa lagi yang tidak kalian suka dari ku, Said tidak mau melayani kami yang datang pada malam hari. Apa jawabmu wahai Said, kata rakyatnya. Sesungguhnya aku tidak suka menjawabnya. Aku menjadikan siang hariku untuk mereka dan aku menjadikan malamku untuk Allah Azza Wajalla saja. Kemudian apa lagi, Ada satu hari tertentu dimana Said tidak keluar sama sekali dari rumahnya. Said menjawab, sesungguhnya aku tidak mempunyai pembantu jadi aku harus mencuci pakaianku sendiri sementara itu aku tidak mempunyai pakaian yang lain maka setelah aku mencucinya aku pun harus menunggu pakaian tersebut kering, selanjutnya aku keluar kepada mereka saat sudah sore. Selanjutnya apa lagi, Said suka pingsan. Aku akan menjawab bahwa sebenarnya ketika aku belum muslim aku pernah melihat Khubaib Al-Anshari mengalami kematian yang sangat tragis, orang Quraisy menyayat-nyayat dagingnya lalu menyalibnya di pohon kurma. Orang Quraisy itu meledek, Khubaib apakah kamu rela jika Muhammad sekarang yang menggantikanmu untuk disiksa? Khubaib pun dengan tegas menjawab Demi Allah, kalau saya berada tenang dengan keluargak dan anakku, kemudian Muhammad tertusuk duri sungguh aku tidak rela. Walaupun aku melihat namun aku tidak bisa menolong ungkap Said dan ketika aku ingat kejadian itu aku pingsan karna aku takut Allah tidak akan mengampuniku untuk selamanya. Mendengar jawaban tersebut Umar berkata, Segala puji bagi Allah yang tidak mengecewakan prasangka baikku kepadanya. Luar biasa sekali keteguhan dari seorang Said, walau ia memiliki pangkat dan jabatan namun ia tidak tersilaukan dengan semua itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pertanyaannya kini, adakah sesosok pemimpin di zaman sekarang seperti Said?Mungkin sangatlah kecil harapannya bila kita ingin mencari pemimpin seperti Said, tapi penulis yakin apabila ada yang seperti Said minimal dia bisa menyamai sedikit sifat-sifat yang dimiliki oleh Gubernur Syam tersebut maka secara otomatis seluruh konstituen yang ada di Negara kita akan memilihnya karna bagaimanapun pasti setiap orang menginginkan sosok pemimpin ideal yang seperti itu. Kezuhudan, kehati-hatian dan kepedulian dengan rakyat yang didahulukan olehnya diatas kepentingan pribadi dan keluarganya adalah sesuatu hal yang saat ini sudah mulai langka ada pada pemimpin kita. Mungkin ketika belum menjabat kita bisa menemukan yang seperti itu namun terkadang banyak fakta yang berbicara setelah mendapatkan jabatan, seseorang terkadang lupa bahwa itu semua adalah amanah (titipan) dari Allah semata. Untuk itu sebagai konstituen di pemilihan presiden mendatang kita harus bisa memilih yang baik dari yang terbaik karna baik dan buruknya 5 tahun Negara kita kedepan tergantung oleh regulasi dari pemimpin yang terpilih nantinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-6410899035525433998?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/6410899035525433998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/belajar-dari-kepemimpinan-gubernur-syam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6410899035525433998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6410899035525433998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/belajar-dari-kepemimpinan-gubernur-syam.html' title='BELAJAR DARI KEPEMIMPINAN GUBERNUR SYAM'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-6054631539368889449</id><published>2009-05-15T02:49:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T02:51:04.814-07:00</updated><title type='text'>MAJULAH UNTUK KEUNGGULAN BANGSA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: normal;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(Sudah diterbitkan di surat pembaca di Lampost, 21 April 2009)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pemilu legislatif 9 April lalu telah kita lewati. Hajatan besar rakyat Indonesia yang menyedot 21,8 T dari APBN ini kini tinggallah menunggu hasil resmi dari KPU. Namun, berdasarkan hasil penghitungan cepat atau quick qount yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survey, kita semua telah bisa melihat dan mengetahui bahwa hanya ada 9 partai politik yang diprediksikan lolos Parliamentary Threshold sehingga bisa menempatkan wakilnya di DPR karna telah memenuhi persyaratan 2,5 % suara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dari kesembilan parpol ini hanya Partai Demokrat yang berhasil meraih persentase suara diatas 20 %. Keberhasilan dari partai Demokrat pada pemilihan kali ini mencapai 300% bila kita bandingkan dengan perolehan suara di pemilu 2004 lalu. Sungguh kenaikan yang sangat fantastis sekali di sejarah demokrasi Indonesia. Keberhasilan dari Demokrat ini tentunya tidaklah terlepas dari sosok figur SBY yang ada di Demokrat tersebut. Sehingga wajar saja jika di pemilihan kali ini SBY tetap dicalonkan menjadi presiden dari partai tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Disisi lain, parpol yang menjadi pemenang di pemilu 1999 dan 2004 lalu hanya menempati urutan kedua dan ketiga. Perolehan suara yang tidak mencapai 20 % ini menyebabkan parpol tersebut harus melakukan koalisi agar bisa mengajukan calon presiden sendiri. PDI Perjuangan misalnya diprediksikan berkoalisi dengan Hanura dan Gerindra sedangkan Partai Demokrat sendiri walaupun persentase suaranya melebihi 20 % maka akan tetap berkoalisi dengan sejumlah partai besar seperti Golkar, PKB, PAN dan PKS. Koalisi ini tentunya dilakukan untuk mendulang perolehan suara di pilpres mendatang sehingga baik PDIP maupun Demokrat telah melakukan penjajakan dan silaturahim politik dalam menyikapi masalah koalisi tersebut jauh-jauh hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Koalisi dari PDIP, Hanura dan Gerindra diprediksikan akan tetap mengusung Megawati Soekarno Putri sebagai calon presiden sehingga pertarungan dari dua kubu (baca, Blok M dan S) ini akan mengulang kembali kejadian seperti di putaran kedua pada pemilu 2004 lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Siapakah yang akan kembali memenangkan pertarungan ini, SBY lagi atau Mega kah? Semuanya akanlah kembali pada rakyat. Rakyatlah yang menentukan namun, siapapun yang maju dan menang dalam pemilihan presiden mendatang. Hendaklah bisa bergerak untuk menuntaskan sebuah perubahan pada rakyat untuk menuju stabilitas politik, ekonomi dan keamanan. Selain itu juga guna membawa perubahan yang nyata dan besar untuk mencapai kemakmuran rakyat Indonesia tentunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-6054631539368889449?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/6054631539368889449/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/majulah-untuk-keunggulan-bangsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6054631539368889449'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/6054631539368889449'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/majulah-untuk-keunggulan-bangsa.html' title='MAJULAH UNTUK KEUNGGULAN BANGSA'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3862195252895042739.post-8218644804158490164</id><published>2009-05-15T02:47:00.000-07:00</published><updated>2009-05-15T02:49:17.268-07:00</updated><title type='text'>KADO DI HARI PENCONTRENGAN</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;9 April kemarin adalah hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Bagaimana tidak nasib bangsa 5 tahun kedepannya ditentukan pada 9 April kemarin. Pesta demokrasi yang menghabiskan triliunan rupiah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini menyebabkan petugas atau panitia pemungutan suara sibuk untuk mengurusinya, Mulai dari yang bersifat administrasi sampai ke logistik. Selain itu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kita sebagai masyarakat pun ikut disibukkan dengan hal-hal atau persiapan untuk menyalurkan hak politik kita, mulai dari datang ke TPS-TPS sejak pagi atau sibuk dengan mengurus nama kita agar kita dapat memilih dikarnakan kita tidak mendapatkan surat pemberitahuan atau C4.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Masyarakat Indonesia pada hari itu memang disibukkan. Selain panitia dan konstituen, pilar ke empat dari sebuah demokrasi yaitu pers pun ikut disibukkan. Baik itu cetak maupun elektronik, semua media cetak (surat kabar) memberitakan mengenai pemilu dan media elektronik pun demikian. Hal ini memanglah tidak bisa penulis pungkiri karna pemilihan umum ialah hajatan terbesar bagi bangsa kita dan sudah semestinyalah kita disibukkan dengan hajatan besar tersebut. Namun tahu kah pembaca semua, dibalik kesibukkan kita pada hari tersebut ada satu hal yang mungkin sempat terlupakan oleh kita semua, bahwa pada hari itu Political and Economic Risk Consultancy (PERC) memberikan kado bagi bangsa Indonesia yaitu Negara kita adalah Negara terkorup di Asia (&lt;i&gt;Kompas, 9 April 2009)&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Mungkin pembaca setia &lt;i&gt;Radar Lampung&lt;/i&gt; tidaklah begitu kaget mendengarnya karna memang di setiap sejarah penyusunan peringkat daftar Negara-negara terkorup, Negara kita Indonesia memang belum atau tidak pernah sama sekali berada dalam kategori Negara terbersih dan hal ini tentunya sangatlah disayangkan sekali. Di tahun 2001 misalnya Transparancy International Indonesia (TII) menyimpulkan, Indonesia berada pada peringkat keempat negara terkorup di dunia dan PERC di tahun yang sama juga menobatkan Negara kita sebagai Negara terkorup kedua di Asia. Dan kini di tahun 2009 PERC menobatkan kita sebagai Negara terkorup di Asia. Sungguh ‘prestasi’ yang fantastis sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;PERC atau Political and Economic Risk Consultancy&lt;i&gt; &lt;/i&gt;yang bermarkas di Hongkong mengatakan Negara kita terkorup di Asia ialah berdasarkan survey yang dilakukan PERC dengan menjadikan pebisnis asing di setiap Negara yang disurvei sebagai respondennya. Daftar tersebut disusun untuk mengukur iklim investasi di suatu Negara apakah baik atau buruk. Dan salah satu indikator yang dijadikan sebagai pengukur iklim investasinya ialah faktor korupsi di Negara tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;PERC menyusun daftar ini setiap tahun, dan setelah di survey dengan &lt;i&gt;ekspatriat &lt;/i&gt;yang ada di negara kita, hasilnya adalah negara kita menempati posisi puncak yang disusul oleh Thailand dan Kamboja dalam peringkat Negara terkorup di Asia. &lt;i&gt;Nau’zubilla hi min dzhalik&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Meringis sekali mendengarnya, namun ini adalah sebuah kenyataan. Korupsi memang sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan atau bahkan menjadi sebuah budaya di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Negara kita. Ibarat penyakit di tubuh, korupsi telah menggerogoti sebagian anggota tubuh kita. Tah kenapa, namun yang jelas hal ini seakan telah mengakar didalam tubuh &lt;i&gt;public servise&lt;/i&gt; kita mulai dari tingkat RT sampai ke tingkat tertinggi sekalipun. Lihat saja sejumlah anggota dan mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kita seperti halnya Hamka Yandhu, Anthony Zeidra Abidin, Saleh Djasit, Sarjan Taher, Al Amin Nasution, Bulyan Royan, Yusuf Emir Faisal serta yang terbaru ialah Abdul Hadi Djamal dan itu semua adalah yang sedang diproses hukum oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kita semua tidak pernah tahu berapa banyak lagi pejabat public kita di luar sana yang terlibat kasus korupsi namun belum sempat tercium oleh KPK.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;Sehingga wajar saja jika ada yang &lt;span style=""&gt;olok-olokan&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;“pada era Orde Lama, korupsi di lakukan di bawah meja. Pada Era Orde Baru, korupsi dilakukan di atas meja. Dan pada era Reformasi, korupsi tidak hanya di lakukan di atas meja, malah mejanya juga turut diembat” dan parahnya lagi selain dilakukan terang-terangan dan mengkorupsi ‘meja’,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang melakukan korupsi kebanyakan adalah orang-orang yang nota bene mengaku dirinya adalah seorang muslim. Sangat disayangkan sekali seorang muslim tapi melalukan korupsi, nah sekarang timbul pertanyaan kemanakah nilai – nilai agama yang selama ini melekat di dalam tubuhnya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;ISLAM MEMANDANG KORUPSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Penulis pikir tidak hanyalah Islam yang menentang soal korupsi. Ajaran agama apapun didunia ini menentang yang namanya korupsi dan segala macam bentuknya. Ini dikarnakan korupsi adalah bentuk kejahatan yang dapat berdampak pada orang banyak. Bila kita bandingkan dengan seorang maling ayam, yang dirugikan saat itu hanyalah orang yang kehilangan ayam dan ini hanya berdampak pada orang yang kemalingan tersebut namun jika korupsi hal ini bisa berdampak pada masyarakat luas. Hal inilah yang menyebabkan Islam memandang korupsi sebagai sesuatu yang haram. Nabi Muhammad SAW menegaskan kepada kita “&lt;i&gt;Barang siapa yang merampok dan merampas, atau mendorong perampasan, bukanlah dari golongan kami (yakni bukan dari golongan umat Muhammada SAW)” (&lt;/i&gt;HR Thabrani dan al-Hakim). Adanya kata-kata &lt;i&gt;laisa minna, &lt;/i&gt;bukan dari golongan kami, sudah menunjukkan bahwa perampasan termasuk juga korupsi adalah haram karna telah merampas kesejahteraan rakyat banyak. Lebih jauh lagi, Abu Dawud meriwayatkan sebuah hadis yang berasal dari ‘Addiy bin’Umairah al-Kindy yang berbunyi “&lt;i&gt;Hai kaum muslim, siapa saja di antara kalian yang melakukan pekerjaan untuk kami (menjadi pejabat/pegawai Negara), kemudian ia menyembunyikan sesuatu terhadap kami walaupun sekecil jarum, berarti ia telah berbuat curang. Lalu, kecurangannya itu akan ia bawa pada hari kiamat nanti…Siapa yang kami beri tugas hendaknya ia menyampaikan hasilnya, sedikit atau banyak. Apa yang diberikan kepadanya dari hasil itu hendaknya ia terima, dan apa yang tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diberikan janganlah diambil.” &lt;/i&gt;Kemudian ada juga Sabda Rasulullah SAW, “&lt;i&gt;Siapa saja yang mengambil harta saudaranya (tanpa izin) dengan tangan kanannya (kekuasaan), ia akan dimasukkan kedalam neraka, dan diharamkan masuk surga.” &lt;/i&gt;Seorang sahabat bertanya, “Wahai Rasul, bagaimana kalau sedikit? Rasulullah lalu menjawab “&lt;i&gt;Walaupun sekecil&lt;/i&gt; &lt;i&gt;&lt;u&gt;kayu siwak&lt;/u&gt;&lt;/i&gt; “ (HR Muslim, an-Nasai, dan Immam Malik dalam al-Muwwatha) Dilihat dari hadis tersebut, jelaslah korupsi adalah haram dan tentunya sesuatu yang haram haruslah segera dihilangkan karna cepat atau lambat masyarakat Indonesia akan merasakan dampak dari korupsi yang dilakukan oleh para elit-elit politik kita. Untuk itu melalui tulisan sederhana ini penulis ingin mengajak pembaca setia &lt;i style=""&gt;Radar Lampung&lt;/i&gt; untuk memilih pemimpin di pilpres mendatang yang tegas seperti hal nya teladan Umar bin Khathtab “ Setiap mengangkat pemimpin, Khalifah Umar selalu mencatat kekayaan orang tersebut. Selain itu, bila meragukan kekayaan seorang pengusaha atau pejabat ia tidak segan-segan menyita jumlah kelebihan dari kekayaan yang layak baginya, yang sesuai dengan gajinya” pernyataan ini membuktikan bahwa Khalifah Umar tegas dalam mengusut kecurangan-kecurangan yang mungkin terjadi dengan menggunakan rumus yang sangat sederhana sekali yaitu apabila ia memiliki kekayaan yang berlimpah namun itu semua sebenarnya tidaklah mungkin diperoleh dengan gaji yang didapatkan selama sekian lama menjabat maka Khalifah Umar tidak segan-segan untuk menyita sebagian harta kekayaannya. Itulah bukti ketegasan Khalifah Umar dan mungkinkah sifat Umar itu ada pada pemimpin kita mendatang?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Semua hal mungkin saja terjadi asalkan kita di pemilihan presiden mendatang jeli dalam memilih pemimpin sehingga Negara kita bisa memperbaiki diri secepatnya agar tidak menjadi Negara Kleptokrasi (Negara para maling) seperti halnya julukan dari Wasingatu Zakiyah pada Negara kita Indonesia tercinta ini.Waula’hualam……&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3862195252895042739-8218644804158490164?l=irulshterate.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://irulshterate.blogspot.com/feeds/8218644804158490164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/kado-di-hari-pencontrengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8218644804158490164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3862195252895042739/posts/default/8218644804158490164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://irulshterate.blogspot.com/2009/05/kado-di-hari-pencontrengan.html' title='KADO DI HARI PENCONTRENGAN'/><author><name>Irul Terate</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04628688524751476669</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
